Lingkar Inspirasi Iman: Membentuk Pribadi Intelektual, Profesional dan Rabbani

  • 0

Lingkar Inspirasi Iman: Membentuk Pribadi Intelektual, Profesional dan Rabbani

Bandung– MediaKamil,- Keluarga Mahasiswa Islam Pascasarjana (KAMIL) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan kegiatan Launching Tutorial Akademik Profesi Spiritual (APS) Tahun 2018 dengan mengusung tema “Lingkar Inspirasi Iman”. Selain tema tersebut, kegiatan APS kali ini juga mengangkat tiga tagline utama. Ketiga tagline tersebut adalah Intelektual, Professional dan Rabbani yang diharapkan dapat menjadi poin penting untuk peserta ketika mengikuti kegiatan ini. Kegiatan Launching APS Tahun 2018 kali ini berlangsung di AULA Masjid Maaimmaskuub Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung dan dihadiri oleh berbagai peserta selingkungan Mahasiswa Islam Pascasarjana ITB.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu 24 Februari 2018 Pukul 09.00 WIB dibuka langsung oleh Haris sebagai protokol dan dilanjutkan dengan Kata Sambutan dari Ketua KAMIL 2018 Reka Ardi Prayoga dan Ketua Dapertemen Pengembangan dan Pemberdayaan Sum­­ber Daya Manusia (PPSDM) Agustriadi.

Kegiatan APS Tahun 2018 merupakan kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya. Kegiatan merupakan salah satu Program Kerja (Proker) dari Departemen PPSDM yang kegiatannya nanti akan dipandu langsung oleh Dosen ITB dan para senior KAMIL.

Ketua PPSDM, Agustriadi menyampaikan ada tiga tujuan utama dari kegiatan APS Kamil 2018. Pertama, melalui program APS mahasiswa pascasarjana bisa mendapatkan gelar Lc (Leading-caring) dengan prinsip Toliba Robbani (belajar terus menerus). Kedua, mencoba memfasilitasi para mahasiswa pascasarjana dengan konsep program yang renyah, ringan dan fleksibel untuk meningkatkan kemampuan akademik dan non akademik secara profesional dengan mentor yang kompeten. Ketiga, memberikan informasi seputar acara-acara yang relevan dari departemen lain, seperti Sekolah Ilmiah Pascasarjana (SIP) dari Departemen Akademi Profesi (AKPRO).

Selain itu, acara APS kali ini juga dihadiri oleh Kang Ridwansyah Yusuf Achmad atau biasa dipanggil Kang Ucup yang merupakan salah satu pembicara acara Launching APS. Pada kesempatan ini, Kang Ucup memberikan beberapa kutipan dan motivasi kepada mahasiswa agar menjadi mahasiswa yang dinamis dan bisa membawa perubahan terhadap bangsa. Salah satu kutipan yang disampaikan Kang Ucup yaitu, sebagai mahasiswa pascasarjana kita harus menjadi mahasiswa yang intelektual dan menguasai teknologi. “Sebagai Mahasiswa Pascasarjana diharapkan lebih intelektual dan dapat menguasai teknologi, karena saat ini, kita belajar dan bertarung dengan teknologi, siapa yang menguasai teknologi maka dia akan menang,” Ujar Kang Ucup.

Kang Ucup juga mengajak para mahasiswa untuk terus berkolaborasi dan bersatu agar tidak menjadi mahasiswa yang berpecah-belah yang mudah dipengaruhi oleh pihak asing. “Kita Mahasiswa Islam sangat banyak terutama yang berada di Kota Bandung, ada dari UNISBA, UIN, ITB dan kampus lainnya, mari kita duduk bersama dan berkolaborasi untuk membangun dunia Islam menjadi lebih baik,” Tambah Kang Ucup.

Sebelum menutup sesinya, Kang Ucup menyampaikan empat pesan ataupun harapan kepada para peserta. Pertama, sebagai umat Islam mari kita bersyukur sebagai wasilah dari Allah SWT agar kita semakin dekat kepada Allah SWT. Kedua, manfaatkanlah waktu selama berkuliah di ITB dengan baik untuk mempererat ukhuwah dan menambah jaringan. Ketiga, tinggalkanlah jejak inspirasi kepada generasi berikutnya, baik berupa karya, tulisan, dan gagasan. Keempat, jadilah muslim yang berpengaruh untuk orang lain di dunia ini. Tutup Kang Ucup saat mengakhiri sesinya.

Ketua KAMIL Pascasarjana 2018, Reka Ardi Prayoga juga menyampaikan harapan terkait program APS ini, Reka mengharapkan agar setelah lulus nantinya mahasiswa memiliki visi hidup yang lebih baik. “Kita mencoba memfasilitasi peserta agar mereka nyaman dan dapat mengikuti kegiatan ini secara berkelanjutan, tujuannya agar setelah lulus nanti mereka mempunyai visi hidup yang lebih baik, sehingga peran-perannya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” Ujar mahasiswa Teknik Mesin ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Departemen PPSDM Kamil 2018 , Agustriadi yang mengharapkan dengan kegiatan APS ini para peserta bisa menjadi pribadi yang lebih baik. “Program ini diharapkan menjadi salah satu tool atau sarana mahasiswa pascasarjana untuk proses perbaikan diri agar menjadi pribadi yang sholeh dan sholeha,” Kata Mahasiswa  Teknik Eelektro ini Saat diwawancarai Tim Media KAMIL.

Himawan Ganjar Prabowo, salah satu peserta laki-laki (ikhwan) APS KAMIL 2018 memiliki harapan terkait acara ini. Mahasiswa Teknik Lingkungan ini mengharapkan dengan adanya kegiatan APS ini dapat meningkatkan pengetahuan terkait keislaman. “Saya tertarik dengan kegiatan ini, semoga kegiatan ini dapat menambah pengetahuan saya dan bisa memberikan informasi terkait perkembangan sains dalam Islam saat ini,” Ujar Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ini.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Aisa Rahmawati dari peserta perempuan (akhwat), mahasiswa semester pertama ini berharap dengan ikut APS Kamil 2018 dapat meningkatkan ukhuwah dan menambah relasi dengan peserta lain. “Saya waktu S1 pernah ikut program yang sama, maka dari itu saya ingin melanjutkannya agar relasinya semakin meningkat dan bisa saling mengingatkan dalam hal ruhiyah. Selain itu, saya berharap dengan program APS ini saya dapat mengembangkan diri dalam hal akademik, profesi dan spiritual,” Tutur Aisa saat dihubungi oleh tim Media KAMIL.

Reporter: Ari Yuneldi


  • 0

Talkshow Annisa : “Menilik Kembali Kiprah dan Peran Wanita sebagai Pencetak Karakter Bangsa”

Pemaparan materi pada Talkshow Annisa Kamil Pascasarjana ITB

BANDUNG – Kamil Pascasarjana ITB kembali mengadakan kegiatan talkshow di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB pada Sabtu, 2 Desember 2017. Talkshow kali ini mengangkat isu perempuan dan perannya di tengah era globalisasi dengan tiga pemateri luar biasa yaitu Maimon Herawati, dosen Universitas Padjajaran (Unpad) sekaligus pendiri Forum Lingkar Pena (FLP); Nadia Karina Hakman, dosen Fakultas Ekonomi Unpad yang pernah menerima Beasiswa Foundation Sampoerna dan Ummu Balqis, penulis serta Co-Founder Smart Eduplace. Talkshow dihadiri kurang lebih 153 peserta dari berbagai universitas dan masayarakat umum di Bandung dan sekitarnya.

Talkshow dimulai pukul 08.40 WIB dengan pemateri pertama yaitu Teh Maimon. Akan tetapi beliau berhalangan hadir, sehingga peserta talkshow mendapat penjelasan melalui rekaman voice note Teh Maimon. Alumni Abertay University dan Newcastle University ini menjelaskan bagaimana peran wanita dalam mengubah dunia melalui tulisan, “Menulis itu penting karena dapat mengubah opini dunia. Namun, menulis harus diiringi dengan banyak membaca. Khususnya bagi wanita diharapkan mampu untuk lebih banyak membaca. Dengan banyak membaca, maka pengetahuan kita akan semakin bertambah dan kita mampu beropini berdasarkan landasan teori.” salah satu kutipan pernyataan Teh Maimon dalam voice note-nya.

Materi kedua disampaikan oleh Teh Karin tentang merajut asa di tanah impian. Beliau sempat dijuluki “ratu beasiswa” karena senang berburu info dan sering mendapat beasiswa. Dalam pemaparan materinya, Teh Karin menegaskan bahwa yang harus dibentuk terlebih dahulu adalah asa, “Ada dua hal yang perlu kita pahami dalam menentukan harapan. Yang pertama, kita harus mengetahui apa potensi diri yang dititipkan Allah kepada kita. Kedua, kita harus jujur melihat potensi diri, ikuti dan tidak perlu menjadi orang lain.” jelas Teh Karin.

Pemateri terakhir yaitu Ummu Balqis, mengambil tema tentang pentingnya peran seorang ibu dalam membangun generasi. Banyak tokoh hebat yang terlahir dari ibu yang tak kalah hebatnya. Misalnya ibunda dari Imam Syafii yaitu Fathimah binti Ubaidillah Azdiyah. Beliau mendidik Imam Syafii hingga mampu menghafal Al-Quran ada usia 7 tahun. Penulis buku “Bukan Ibu Biasa” ini juga menuturkan bahwa seorang ibu hendaklah memiliki aqidah yang kuat, ikhlas, penyayang, mengetahui bagaimana ilmu mendidik anak, amanah kemudian juga mampu memanajemen diri dan waktu dengan baik, “Jangan lupa untuk memberi reward pada diri sendiri saat semua tugas berjalan sesuai yang diinginkan. Selain itu, bangunlah konsep me time yang berkualitas dengan pasangan dengan cara tetap membahas perkembangan anak di sela percakapan. Dengan begitu kita dapat melakukan tindakan yang tepat.”

Di penghujung materi, dibuka kesempatan untuk berdiskusi. Tema kali ini sangat menarik. Hal ini terlihat dari antusias peserta saat sesi diskusi. Pertanyaan yang diajukan juga beragam, seperti pertanyaan tentang homeschooling, support system dalam keluarga dan pada intinya komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Talkshow ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pemateri dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Peserta Talkshow Annisa memadati GSG Masjid Salman ITB

Nur Illahi, salah seorang peserta talkshow yang berasal dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Kota Bandung mengatakan bahwa kegiatan talkshow Annisa ini sangat bagus dan temanya sangat menarik, sehingga dapat menambah pengetahuan peserta yang hadir. Mulya, mahasiswi pascasarjana angkatan 2017 jurusan Fisika yang merupakan penanggung jawab kegiatan ini menjelaskan latar belakang diangkatnya tema “Menilik Kembali Kiprah dan Peran Wanita sebagai Pencetak Karakter Bangsa” ini yaitu berangkat dari kenyataan bahwa wanita merupakan kunci dalam membangun sebuah peradaban, “Dari rahim perempuan yang mulia akan dihasilkan generasi insan berkualitas yang mampu membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh umat. Harapannya kedepan semoga kegiatan ini menjadi lebih baik lagi. ” jelas Mulya.

Penulis: Mutiara


  • 0

Ngaji bareng Ust. Evie : Siapkan Bekal Kehidupan Di Hari Akhir

BANDUNG – Closer to the end, menjadi tema kajian islam tematik yang diadakan oleh Departemen Syiar Kamil Pascasarjana ITB. Kajian tematik kali ini menghadirkan Ustad Evie Effendie, Ustad gaul Bandung yang memiliki gaya penampilan kekinian dengan ciri khas kupluk. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan di ruang utama Masjid Salman ITB pada hari Sabtu, 25 November 2017 pukul 15.30 WIB. Acara ini dipandu oleh moderator, Rahmat Hidayat, Mahasiswa Pascasarjana jurusan Fisika ITB. Dalam materinya, Ust. Evie menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kuota dalam kehidupannya, setiap saat kuota kehidupan itu akan berkurang, untuk itu persiapkanlah bekal sebelum kuota hidup kita habis karena kita tidak akan selamanya tinggal di dunia ini. Dunia ini bukan tempat tinggal tetapi tempat meninggal. Mari kita hisab diri kita sebelum Allah menghisab kita.

Foto : Ust. Evie Memberikan Materi (Fotografer : Dadang)

Kegiatan berlangsung dengan lancar. Peserta yang hadir lebih dari 250 orang. “Mereka terlihat sangat antusias,” ujar Nanda Hanyfya Maulida, Mahasiswa Pascasarjana jurusan teknik panas bumi ITB, Koordinator kegiatan ini. Nanda menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah sebagai pengingat bagi kita sebagai manusia bahwa kehidupan hanya sementara dan setiap harinya kita semakin dekat dengan akhir dari hidup kita. “Harapannya melalui kegiatan ini para peserta memahami pentingnya mempersiapkan bekal untuk hari akhir, tidak hanya sibuk dengan urusan dunia,” Ujar Nanda.

Foto : Antusias Peserta (Fotografer : Dadang)

Warsita, Peserta kegiatan ini, Mahasiswa Pascasarjana jurusan teknik lingkungan ITB, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat sekali. Dengan ikut kegiatan ini, secara pribadi jadi bahan intropeksi diri, sebenarnya bekal apa yang yang sudah dipersiapkan untuk kehidupan setelah mati. “Semoga kita semua tetap istiqomah dan terus berusaha lebih baik lagi untuk mendapatkan kebahagiaan di akhir hidup kita,” tutup Warsita.

Penulis: Damara Saputra


Pencarian

Kalender

August 2018
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Email Subscription

Kamil Twitter

Address

Sekretariat
Gedung Kayu Lt. 2, Komplek Masjid Salman
Jl. Ganesha No. 7 Bandung 40132, Indonesia

Contact

phone: 0857-8286-7789
e-mail: kamil.pascasarjanaitb@gmail.com