[Sekilas tentang Makalah Ilmiah]

0

oleh: Rumaisha Milhan

Halo semuanya! Tulisan adalah bukti konkret bahwa kita berpikir. Tanpa ada tulisan, maka kita tidak mendapat pengetahuan dan buta terhadap sejarah di masa lalu. Karena ilmu pengetahuan terus berkembang, maka kepenulisan harus selalu dilakukan.

Agar ilmu pengetahuan yang ditemukan atau dikembangkan dapat dipertanggungjawabkan (valid), pengetahuan tersebut harus dituliskan dalam tulisan ilmiah. Terdapat beberapa jenis tulisan ilmiah yang masing-masing memiliki ketentuan, salah satunya makalah ilmiah.

Secara umum, karya ilmiah dibuat untuk memecahkan permasalahan berdasarkan landasan teori dan metode ilmiah. Makalah ilmiah sebagai salah 1 jenis karya ilmiah berisi pembahasan dari kajian literatur (literature review) suatu topik atau laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.

Bagian-bagian inti dari makalah ilmiah adalah pendahuluan (berisi latar belakang dan rumusan masalah), isi (pembahasan), dan penutup (kesimpulan dan saran). Selain bagian inti, penulisan makalah ilmiah dapat dikembangkan lebih lengkap. Karena makalah ilmiah bukan seperti paper yang merupakan dokumentasi penelitian baru, maka makalah ilmiah tidak menuntut unsur kebaruan (novelty) yang saklek. Novelty makalah ilmiah paling tidak mengandung perbedaan atau perbaruan dari pengetahuan/ penelitian yang telah ada.

Makalah ilmiah juga bukan seperti jurnal ilmiah dengan prosedur lebih ketat seperti peer review untuk diterbitkan serta memiliki rentang waktu penggunaan (maksimal 5 atau 10 tahun terakhir). Makalah ilmiah jauh lebih sederhana daripada itu.

Maka, selama kita menulis pengetahuan dalam bentuk ilmiah dan mencantumkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, saat itu juga kita telah menulis makalah ilmiah. Jika telah terasah, kemampuan menulis bisa di-upgrade untuk menulis paper bahkan jurnal ilmiah.

Perintah pertama dalam Islam memang “Bacalah”, namun, tanpa adanya tulisan maka tidak ada yang dapat dibaca. Oleh karenanya, menulis seharusnya dilakukan sepaket dengan membaca.

Rasulullah SAW, “Ikatlah ilmu dengan menulisnya,” (Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026).

Sudahkah kita membaca dan menulis? Maukah kita menjadi penuntut ilmu yang dimuliakan jalannya menuju ke surga? Dengan demikian, niatkan tugas makalah ilmiah di kampus sebagai jalan menuntut ilmu, maka tak hanya lelah duniawi yang dirasa, melainkan juga tuaian bekal akhirat.

0

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>