Muslimah Berkarir Surga : Seni Melangkah di Muka Bumi

  • 0

Muslimah Berkarir Surga : Seni Melangkah di Muka Bumi

*Notulensi Cakrawala 1, Oleh Dept. Kemuslimahan Kamil, “Seni Tinggal di Bumi” bersama Farah Qoonita


Ternyata hidup ini perlu dilakoni dengan seni, apa yang terlintas saat membaca judul diatas?. Farah Qonita selaku penulis Seni Tinggal di Bumi berkesempatan membedah hasil pemikiranya pada hadirin Cakrawala. Gimana sih seni hidup di bumi itu?, kenapa kita hidup harus ada “seni”-nya?. Menjawab pertanyaan tersebut, mari memulai dari bumi itu sendiri. Bumi tak lain adalah milik Allah, Allah telah ciptakan hamparan daratan yang luas kepada kita (manusia) untuk hidup di dalamnya. Karena sejatinya bumi ini adalah miliki sang penciptanya, maka hidup dan melangkah di Bumi tak bisa sekehendak kita. Lantas, bagaimana kita kemudian harus berlakon di bumi?. Semua bergantung pada kenapa sih kita diciptakan dan mesti hidup di bumi?. Apasih tujuan kita diciptakan? Jangan sampai bingung, semua jelas tertera pada Al-Qur’an. Tugas kita adalah memaknai peran dari tujuan diciptakanya manusia tersebut. Jadi toh, hidup di bumi berlandaskan aturan. Sebab sebagai manusia, kita perlu menyelesaikan sebuah misi di bumi.

Ada yang ingat pelajaran Biologi tentang mitokondria? Mitokondria adalah organel sel yang memiliki ukuran sangat kecil, berdiameter 0,5-1µm. Meski berukuran sangat kecil, organel ini memiliki peran penting sebagai pabrik energi sel tubuh. Itulah bentuk ketaatan mitokondria terhadap Allah sang penciptanya. Kita sebagai manusia merupakan sebuah struktur yang lebih kompleks. Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa manusia adalah sebaik-baiknya ciptaan (QS. At-Tin :4). Sebagai ciptaanNya yang paling baik tentu kita memiliki peran yang tidak kalah penting di muka bumi ini.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At-tin : 4)

Jadi, apakah kita sudah tau apa peran penting kita di bumi ini?. Atas tujuan apakah Allah ciptakan manusia di muka bumi?.

Tujuan Utama Penciptaan Manusia di Muka Bumi

  1. Beribadah Kepada Allah

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an, “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56). Perkara ibadah bukan hal sepele. Pernahkah kita merasa sakit hati karena tidak dianggap di suatu lingkungan?. Kita perlu berhati-hati dalam beribadah sebab telah Allah peringatkan dalam Al-Qur’an bahwa kita sejatinya dapat tidak dianggap oleh Allah sebagai hamba-Nya. Allah tidak mengindahkan kita.

“Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena doamu, (Tetapi bagaimana kamu berdoa kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu)”. (QS. Al-Furqan : 77)

  1. Khalifah di Muka Bumi

Sebagai manusia, kita ditugaskan oleh Allah untuk mengelola bumi dan lingkungan dengan baik. Allah ciptakan kita untuk dengan tujuan untuk menjadi khalifah, khalifah berarti pemimpin. Sebagai khalifah kita perlu merefleksikan diri, sudahkah kita memberi manfaat kepada orang lain?. Bisa jadi ada dan tidak adanya kita di dunia tidak berpengaruh, boleh jadi dunia sebelum dan setelah kelahiran kita tak ada bedanya.

Pertanyaan selanjutnya kemudian muncul, sudahkah kita melakukan peran tersebut?.

Peran Sebagai Muslimah

Selain peran yang telah disebutkan, terdapat peran khusus bagi kaum muslimah. Diantaranya, terdapat peran muslimah di keluarga dan masyarakat. Peran tersebut yakni,

  1. Sebagai Pendidik Unggul Generasi Muslim

Sebagai telan Ummi Umaroh dalam mendidik anak-anaknya. Dikisahkan, suatu hari Zaid sedang dalam peperangan kemudian tanganya terluka. Ummi Umaroh yang saat itu juga berada dalam peperangan lantas berkata kepada anaknya, “balutlah tangan kamu dan maju kembali ke medan perang!”. Kisah ini merupakan salah satu contoh semangat generasi terbaik dalam mendidik generasi muslim. Mendidik tidak untuk menjadi pribadi manja dan berorientasi dunia, tetapi mendidik dengan tekanan guna menjadikan pribadi yang lebih baik.

Selain itu, contoh lain dapat dilihat dari bagaimana Rasullulah mendidik para sahabatnya. Tidak sekalipun Rasul mendidik dengan kemudahan dan kenikmatan. Melainkan tekanan yang luar biasa, saat mereka harus menahan lapar dengan ganjalan kerikil, pergi dalam perjalanan perang, berjalan jauh dan hanya memiliki satu kendaraan. Mereka bergantian jalan hingga kaki-kakinya terkelupas dan harus dibalut. Hal tersebut yang membuat para sahabay dibesarkan dengan ruhiyah dan iman luar biasa.

  1. Sebagai Partner Terbaik Suami dan Pengasuh Generasi Muslim

Dikisahkan Ummu Sulaim, ketika anaknya meninggal. Ummu Sulaim mengkondisikan melayani sumianya sebelum ia memberitahukan anak mereka meninggal. Hal-hal sepeti ini yang menjadikan keluarga semakin dekat dengan Allah. Keluarga menjadi penting karena menentukan peran ummat muslim di masyarakat.

  1. Sebagai Dai’ah (orang yang berdakwah) sebelum apapun

Sebagai seorang muslim, kita sejatinya memiliki kewajiban untuk menyampaikan agama islam, menyampaikan nilai-nilai islam kepada orang lain.

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” [HR Al-Bukhari 3/1275 no 3274].

  1. Sebagai Supporting System

Pada masa perang, peran suport system diisi dengan peran seperti perawat, pemberi minum pada pejuang dan bentuk pelayanan perang lainya. Saat ini, bentuk perang telah bergeser menjadi perang pemikiran (ghazwul fikr). Sebagai gambaran mengenai RUU P-KS sebagai contoh nyata peran pemikiran. Perang antara penjunjung ideologi Islam dengan feminis. Sebagai seorang muslim kita tentu perlu menjaga nilai-nilai keislaman. Saat ini, begitulah cara kita menjadi supporting system.

Setelah mengetahui peran sebagai seorang muslimah, kepada siapakah kita mengambil teladan?. Tentu kita akan sangat terpengaruh pada siapa yang kita jadikan contoh. Mereka yang kita ikuti jejaknya, siapakah yang sering kali kita kutip dan ingat kata-kata inspiratifnya?. Sangat disayangkan jika mereka bukan Rasulullah, shahabah dan shahabiyyah. Maka besar iman dan cinta kita dalam hati dapat diukur dari apa yang paling sering diucapkan serta dipikirkan. Itulah yang menempati cinta tertinggi dalam hati. Sangat disayangkan pula jika itu bukan Allah SWT.

Suri Tauladan Muslimah

Jembatan antara pengetahuan tentang peran dan suri tauladan inilah yang seringkali rusak. Idealnya, kita meneladani mereka dengan tingkat kesolehan tinggi. Tentu tak lain tak bukan Rasulullah dan para sahabatnya di zaman generasi terbaik (khairu ummah), generasi yang hidup kala Al-Qur’an masih terhubung diantara langit dan bumi. Melalui perantara Rasulullah. Betapa agung zaman Rasul. Mari coba jembatani antara generasi terbaik dengan manusia saat ini. Namun, bagaimana hendak membangun jembatan, mengetahui kisah zaman nabipun tidak. Maka mulailah menjadi pembelajar yang baik.

Sebagaimana Aisyah R.A. yang mengajarkan kepada orang lain. Disamping itu, ada juga sosok sahabat Rasul, seorang wanita berkarir yakni Ummi Umaroh. Beliau berkarir di bidang militer, seorang aktivis, organisatoris yang begitu totlitas dan amanah. Kisah paling heroik beliau saat perang Uhud. Saat itu Rasulullah terpisah dan berhembus kabar Rasul meninggal. Semua kabur termasuk banyak diantaranya para lelaki tapi tak sedikit pula yang berbalik arah untuk melindungi Rasulullah. Salah satu diantaranya, Ummi Umaroh. Pasca perang Uhud, Ummi Umaroh memiliki 13 luka di tubuhnya dan saat Rasul menjenguk beliau serta hendak mendoakanya Ummi Umaroh meminta “Ya Rasulullah doakanlah aku untuk menjadi tetanggamu di surga”.

Jika dalam sebuah organisasi kita merasa ditinggal sendiri, merasa mengerjakan beban paling berat tak ada yang peduli dan menolong. Luruskanlah saja niat semata untuk Allah, niscahya keberkahan muncul, InsyaAllah. Seperti itu pula dalam berumah tangga, muslimah dapat berkaca pada Khadijah R.A. Setelah menikah kesibukan beliau semakin padat dalam berdakwah. Produktivitas ini dapat terlihat juga saat Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul, ayat turun saat itu yakni surat Al-Muddatsir,

“Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan!” (QS. Al-Mudatsir : 1-2)

Hal tersebut menunjukan bahwa ketika ingin menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat untuk orang lain, maka kita tak dapat bersantai dalam kenyamanan. Seluruh potensi Khadijah diberikan untuk membantu dakwah Rasulullah. Sebelum menikah, Khadijah adalah perempuan terkaya dan cantik di Arab. Semua lelaki ingin meminangnya, 2/3 total kekayaan di Arab adalah milik Khadijah. Pada 10 tahun pertama berdakwah dengan Rasul, hartanya habis. Namun, apakah ganjaran bagi Khadijah atas semua pengorbananya dalam meraih ridho Allah? Ia menjadi satu-satunya perempuan yang Allah sampaikan salam kepadanya melalui malaikat Jibril juga termasuk kedalam 4 wanita terbaik sepanjang zaman.

Sebagai seorang anak kita dapat bercermin pada Fatimah dan Asma. Asma binti Abu Bakar saat Rasul hijrah berperan mengurus konsumsi, melewati gunng berbatu dalam kondisi hamil tua. Sepeninggal Abu Bakar, Asma tidak mendapatkan harta sepersenpun dari kekayaan Abu Bakar, karena seluruh harta digunakan untuk dakwah.

Dari Maryam dapat dipelajari makna dari penjagaan kesucian sampai Allah titipkan Nabi Isa kedalam rahimnya. Berbagai kisah teladan seharusnya menjadi nafas kita sehari-hari. Semakin sering kita membaca kisah-kisahnya, semakin kita merasa kebersamaan dengan mereka. Jika kita ingin meraih surga tertinggi maka kita perlu mengejar Ridho Ilahi. Kita mendamba menjadi seperti generasi terbaik dan tentu itu tidak menjadi mudah.

Setiap zaman memiliki ujian dan tantanganya, pada saat ini zaman penuh fitnah. Tantangan tak kalah sulitnya. Kita dihadapkan dengan feminis yang luar biasa bertentangan dengan nilai-nilai islam. Tagline mereka ialah kedaulatan tubuh, “My Body is Mine”. Adapun Islam mengatur segala adab mulai dari hal kecil hingga mengatur negara Begitu juga, adab dari bangun tidur hingga tidur kembali. Maka, adab termasuk bagi muslimah ialah menutu aurat. Mari bersama introspeksi dalam benak, sejauh mana kita menjemput hidayah? Usaha dulu, hidayah akan datang kemudian.

Ketika kita ingin masuk surga bersama Rasul dan para sahabatnya, seberapa besar usaha kita? Allah melihat ikhtiar hingga akhirnya hidayah dari-Nya datang. Hidayah itu rezeki dan tentu untuk menjemputnya butuh ikhtiar. Kemudian, saat kiamat menjemput, dimanakah kita akan berada? Bersama orang-orang yang condong dengan Islam?.

Pada hakikatnya, jiwa memiliki dua kecenderungan yakni tertarik dengan keduniaan (sebab kita tercipta dari tanah) dan kecenderungan untuk dekat dengan Allah (karena kita memiliki ruh). Keduanya saling tarik-menarik, pengorbanan yang telah kita lakukan menjadi bukti kecintaan kita kepada Allah. Semakin kita cinta kedapa Allah maka semakin kita dicintai Allah. Ketahuilah bahwa hubungan paling spesial sejagat raya adalah hungan dimana manusia ridho kepada Allah dan Allah ridho kepadanya. Inilah yang sama-sama kita perjuangkan. Berikhtiarlah hingga Allah ridho kepada kita dan kita dapat berkumpul bersama di surga Allah. Aamiin.

Muslimah dalam Menanggapi Feminis

Pembeda antara muslimah dengan kelompok ekstrim feminis adalah apa yang diperjuangkan. Kaum feminis memperjuangkan hak penuh otoritas dalam mengatur dan memanfaatkan seluruh tubuhnya, sehingga hal mereka untuk memakai dan melakukan apapun atas tubuhnya. Sementara muslimah taat pada syariat yang telah ditetapkan untuk memperjuangkan hak Allah atas apa yang diamanahkan. Termasuk didalamnya waktu, harta, jiwa dan raga. Penuhilah hak Allah atas titipan-Nya kepada kita sebagai muslimah.

“Usaha dulu, kemudian hidayah. Berkorban dulu, Surga kemudian”

Sebagaimana usaha-usaha para sahabat untuk mendapat hidayah oleh Allah SWT. Hal ini dapat diteladani dari kisah Umar R.A, ketika beliau sholat selalu menginfakan semua hasil usahanya untuk kepentingan masjid. Karena beliau tau, hal inilah (harta hasil usahnya) yang dapat melalaikanya. Begitulah pengorbanan Umar terhadap hartanya, sehingga Allah mengganjarnya dengan keislamanya. Bagaimana dengan kita? sanggupkah kita?. Insya Allah, ketika kita ikhlas berusaha sekuat hati, semoga hidayah senantiasa menghampiri kita. Aamiin. Jadi kawan muslimah, sepeti inilah seni melangkah di bumi.

Narasumber : Farah Qonita
Penulis : Kenia Permata Sukma dan Sutra Eci Hutari
Editor : Wuddan Nadhirah Rodiana dengan sedikit perubahan oleh Mentari Kasih


Leave a Reply

Pencarian

Kalender

January 2020
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Email Subscription

Kamil Twitter

Address

Sekretariat
Gedung Kayu Lt. 2, Komplek Masjid Salman
Jl. Ganesha No. 7 Bandung 40132, Indonesia

Contact

phone: 0857-8286-7789
e-mail: kamil.pascasarjanaitb@gmail.com