Merawat Aset Terbaik di Internal Lembaga

+3

Hidupnya sebuah Lembaga adalah berkat adanya para pengurus, yakni keberadaan manusia-manusia di dalamnya yang menggerakkan aktivitas organisasi. Inilah satu landasan yang menjadikan pengurus/staf sebagai aset terpenting yang dimiliki organisasi, sehingga perlu menjadi prioritas untuk merawat kapasitas setiap individu pengurus. Merawat kapasitas, dalam artian agar setiap individu pengurus terus berkembang dan meningkat baik pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), serta keberadabannya (attitude).

Perihal merawat pengurus internal ini menjadi penting digaris-bawahi mengingat beragam problema organisasi bermula dari lupanya kita memperhatikan kebutuhan internal pengurus. Tidak jarang organisasi mengalokasikan waktu, perhatian dan sebagian besar sumber dayanya terlalu terfokus pada target/capaian program kerja dan semacamnya. Tidak jarang juga dengan melupakan kondisi dan kebutuhan internal. Dari sinilah mulai timbul banyak problema. Semisal, sedikitnya pengurus yang hadir pada agenda-agenda, semangat pengurus yang kian hari kian menurun, ada pula yang menghilang di tengah berjalannya amanah, seringnya mis-komunikasi, ataupun kinerja pengurus yang kurang optimal (under performance). Bermacam problema pengurus ini dipastikan akan berpengaruh pada kegagalan organisasi, yakni berjalan penuh hambatan  atau kemungkinan yang terburuk, organisasi bisa bubar sebelum selesai periodenya.

Unsur internal, yakni pengurus/staff adalah aset terpenting dan terbaik yang dimiliki sebuah lembaga. Oleh karenanya, perlu kesadaran bersama bahwa internal organisasi adalah penting, bahkan sama pentingnya dengan capaian-capaian organisasi yang sifatnya eksternal. Sebab pengurus adalah manusia, maka mari memperhatikan kebutuhan kemanusiaannya, agar para manusia ini tetap terjaga bertahan di organisasi, juga agar antar pengurus terus terjaga kesolidannya.

Untuk memberikan apa yang dibutuhkan pengurus bisa dengan merujuk pada firman Allah subhanahu wata’ala pada QS. Ibrahim : 24-25. Berisi perumpamaan yang Allah berikan untuk menjelaskan tentang manusia. Manusia dimisalkan umpama pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit, serta pohon itu akan menghasilkan buah pada waktu yang tepat dengan izin Tuhannya. Perumpamaan ini menyimpan hikmah mendalam, yang jika mengambil penjelasan dari seorang ustadz, akar adalah representasi keyakinan, batang merepresentasikan kepatuhan/keta’atan manusia pada syari’at, dan buah adalah perumpamaan karya yang dihasilkan.

Adapun kaitannya dengan kehidupan sebuah Lembaga, kuatnya keyakinan dan bagusnya keta’atan para manusia di dalam Lembaga adalah seperti halnya akar dan batang (beserta cabang) pada pohon. Jika akarnya baik, tercukupi nutrisi dengan air dan pupuk, maka batangnya kokoh dan pohon itupun akan menghasilkan buah manis dan berkualitas pada waktunya. Demikianpun, manusia dengan keyakinan dan keta’atan yang baik, maka pada waktunya dia akan mampu menghasilkan karya/kebermanfaatan terbaik untuk organisasinya maupun manusia seluas-luasnya. Maka, hendaknya menjadi prioritas, untuk memastikan internal Lembaga, sebelum bergerak menuju capaian-capaian di luar sana. Allahu a’lam wahuwal musta’an.

  • PPSDM 2021
  • Referensi :

RMDKP 2018 FORSI HIMMPAS INDONESIA

Membangun Internal Organisasi. Puskomnas FSLDK Indonesia 2017-2019

+3

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>