Category Archives: Kemuslimahan

  • 0

MUSLIMAH’S PRIVATE DAY 2 : GET CRAFTY (KNITTING AND FLANEL)

Category : Events , Kemuslimahan

Bismillahirrahmanirrahim..

Menjadi muslimah kreatif? Why not?

Belum terlambat untuk menjadi kreatif. Kemuslimahan KAMIL Pascasarjana ITB 2018 melalui MPD mempersembahkan rangkaian kegiatan untuk muslimah yang ingin melatih skill teknik dasar Merajut Knitting dan Kerajinan Flanel (membuat bucket bunga), yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Jumat, 07 September 2018

Waktu : pukul 16.00-17.45 WIB

Tempat : Lapangan Rumput Masjid Salman ITB

Kegiatan ini khusus untuk akhwat dan bersifat GRATIS dengan fasilitas snack & perlengkapan rajut dan flanel. Pendaftaran dilakukan pada link berikut:

REGISTRASI MPD 2 CLICK HERE!

Pendaftaran acara akan ditutup sehari sebelum acara (06 September 2018) dan jika peserta ingin membawa perlengkapan rajut sendiri sangat dianjurkan

View post on imgur.com

More info: 082369256690

Jadi, jangan lewatkan kegiatannya ya!

 


  • 0

Talkshow Annisa : “Menilik Kembali Kiprah dan Peran Wanita sebagai Pencetak Karakter Bangsa”

Pemaparan materi pada Talkshow Annisa Kamil Pascasarjana ITB

BANDUNG – Kamil Pascasarjana ITB kembali mengadakan kegiatan talkshow di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB pada Sabtu, 2 Desember 2017. Talkshow kali ini mengangkat isu perempuan dan perannya di tengah era globalisasi dengan tiga pemateri luar biasa yaitu Maimon Herawati, dosen Universitas Padjajaran (Unpad) sekaligus pendiri Forum Lingkar Pena (FLP); Nadia Karina Hakman, dosen Fakultas Ekonomi Unpad yang pernah menerima Beasiswa Foundation Sampoerna dan Ummu Balqis, penulis serta Co-Founder Smart Eduplace. Talkshow dihadiri kurang lebih 153 peserta dari berbagai universitas dan masayarakat umum di Bandung dan sekitarnya.

Talkshow dimulai pukul 08.40 WIB dengan pemateri pertama yaitu Teh Maimon. Akan tetapi beliau berhalangan hadir, sehingga peserta talkshow mendapat penjelasan melalui rekaman voice note Teh Maimon. Alumni Abertay University dan Newcastle University ini menjelaskan bagaimana peran wanita dalam mengubah dunia melalui tulisan, “Menulis itu penting karena dapat mengubah opini dunia. Namun, menulis harus diiringi dengan banyak membaca. Khususnya bagi wanita diharapkan mampu untuk lebih banyak membaca. Dengan banyak membaca, maka pengetahuan kita akan semakin bertambah dan kita mampu beropini berdasarkan landasan teori.” salah satu kutipan pernyataan Teh Maimon dalam voice note-nya.

Materi kedua disampaikan oleh Teh Karin tentang merajut asa di tanah impian. Beliau sempat dijuluki “ratu beasiswa” karena senang berburu info dan sering mendapat beasiswa. Dalam pemaparan materinya, Teh Karin menegaskan bahwa yang harus dibentuk terlebih dahulu adalah asa, “Ada dua hal yang perlu kita pahami dalam menentukan harapan. Yang pertama, kita harus mengetahui apa potensi diri yang dititipkan Allah kepada kita. Kedua, kita harus jujur melihat potensi diri, ikuti dan tidak perlu menjadi orang lain.” jelas Teh Karin.

Pemateri terakhir yaitu Ummu Balqis, mengambil tema tentang pentingnya peran seorang ibu dalam membangun generasi. Banyak tokoh hebat yang terlahir dari ibu yang tak kalah hebatnya. Misalnya ibunda dari Imam Syafii yaitu Fathimah binti Ubaidillah Azdiyah. Beliau mendidik Imam Syafii hingga mampu menghafal Al-Quran ada usia 7 tahun. Penulis buku “Bukan Ibu Biasa” ini juga menuturkan bahwa seorang ibu hendaklah memiliki aqidah yang kuat, ikhlas, penyayang, mengetahui bagaimana ilmu mendidik anak, amanah kemudian juga mampu memanajemen diri dan waktu dengan baik, “Jangan lupa untuk memberi reward pada diri sendiri saat semua tugas berjalan sesuai yang diinginkan. Selain itu, bangunlah konsep me time yang berkualitas dengan pasangan dengan cara tetap membahas perkembangan anak di sela percakapan. Dengan begitu kita dapat melakukan tindakan yang tepat.”

Di penghujung materi, dibuka kesempatan untuk berdiskusi. Tema kali ini sangat menarik. Hal ini terlihat dari antusias peserta saat sesi diskusi. Pertanyaan yang diajukan juga beragam, seperti pertanyaan tentang homeschooling, support system dalam keluarga dan pada intinya komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Talkshow ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pemateri dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Peserta Talkshow Annisa memadati GSG Masjid Salman ITB

Nur Illahi, salah seorang peserta talkshow yang berasal dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Kota Bandung mengatakan bahwa kegiatan talkshow Annisa ini sangat bagus dan temanya sangat menarik, sehingga dapat menambah pengetahuan peserta yang hadir. Mulya, mahasiswi pascasarjana angkatan 2017 jurusan Fisika yang merupakan penanggung jawab kegiatan ini menjelaskan latar belakang diangkatnya tema “Menilik Kembali Kiprah dan Peran Wanita sebagai Pencetak Karakter Bangsa” ini yaitu berangkat dari kenyataan bahwa wanita merupakan kunci dalam membangun sebuah peradaban, “Dari rahim perempuan yang mulia akan dihasilkan generasi insan berkualitas yang mampu membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh umat. Harapannya kedepan semoga kegiatan ini menjadi lebih baik lagi. ” jelas Mulya.

Penulis: Mutiara


  • 0

Cari Tau Lebih Dalam tentang Psikologi Keluarga Pra Nikah dan Pernikahan Bersama Teh Yunita

Suasana Kajian Cakrawala

Bandung – Berbicara tentang pernikahan, tentu bukan sekedar menyatukan dua insan, melainkan juga menyatukan dua keluarga. Menikahi pasangan, berarti menikahi keluarganya pula. Keluarga menjadi pondasi awal dalam sebuah pernikahan yang kelak akan membentuk sebuah keluarga yang baru. Sebagaimana yang diungkapkan teh Yunita dalam kajian psikologi keluarga pra nikah dan pernikahan bahwa keluarga adalah suatu sistem yang bergerak dinamis. Keluarga ideal, sakinah mawaddah wa rahmah, tidak tercipta dengan sendirinya, ia melalui proses tahapan dalam pernikahan itu sendiri, bahkan sejak pra nikah. Ada begitu banyak hal dan ilmu yang seharusnya dipahami oleh pasangan yang akan menikah dan dalam pernikahan demi terwujudnya keluarga bahagia yang diharapkan.

Berangkat dari kesadaran akan pentingnya ilmu tersebut, teh Yunita atau lengkapnya Yunita Sari, M.Psi, dosen Fakultas Psikologi UNISBA, dihadirkan menjadi pembicara dalam kajian psikologi keluarga pra nikah dan pernikahan pada Jumat, 24 November 2017 yang diadakan oleh Departemen Annisa Kamil Pascasarjana ITB melalui program Cakrawala edisi ke-6, yang merupakan edisi Cakrawala yang terakhir dari kepengurusan Kamil Pascasarjana periode 2017. Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB, acara ini dihadiri oleh sekitar 120 peserta dari berbagai kalangan, tidak hanya mahasiswa ITB, melainkan juga mahasiswa universitas lain maupun umum.

Pada kesempatan ini, teh Yunita menyampaikan beberapa fokus permasalahan yang perlu diketahui dan dipahami oleh pasangan yang hendak menikah, yaitu fokus pengenalan diri sendiri dan pasangan, kesiapan dalam menghadapi perbedaan melalui komunikasi dan interaksi yang baik dan kesiapan untuk belajar berubah dan berkembang menuju lebih baik. Kesemuanya itu termasuk ke dalam pemegang peranan dalam menekan angka perceraian yang kian tinggi di Indonesia khususnya. Teh Yunita berharap agar pasangan yang hendak menikah atau sudah menikah lebih menyadari betapa pentingnya mengasah skill dalam membentuk keluarga, melingkupi segala aspek, komunikasi, interaksi, pengendalian emosi dan lain sebagainya.

Di akhir acara, teh Yunita memberikan quoteDon’t call it Dream, call it Plan” bahwa pernikahan bukanlah sebuah mimpi belaka, melainkan sebuah perencanaan yang matang dan penuh strategi dengan tidak mengabaikan pelbagai kebutuhan yang menyertainya.

Penulis : L. Annake Harijadi Noor


Pencarian

Kalender

September 2018
M T W T F S S
« Aug    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Email Subscription

Kamil Twitter

Address

Sekretariat
Gedung Kayu Lt. 2, Komplek Masjid Salman
Jl. Ganesha No. 7 Bandung 40132, Indonesia

Contact

phone: 0857-8286-7789
e-mail: kamil.pascasarjanaitb@gmail.com