Results for category "Kemuslimahan"

18 Articles

Hijab dan Perilaku Muslimah

0

Oleh: Departemen Kemuslimahan

Secara bahasa, hijab artinya penutup.

الحِجابُ: السِّتْرُ

Secara istilah, Hijab adalah segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi. Diantara penerapan maknanya, hijab dimaknai dengan as-sitr (penutup), yaitu yang mengalangi sesuatu agar tidak bisa terlihat. Demikian juga al-bawwab (pintu), disebut sebagai hijab karena menghalangi orang untuk masuk.

Dengan demikian, hijab muslimah adalah segala hal yang menutupi hal-hal yang dituntut untuk ditutupi bagi seorang Muslimah. Jadi hijab muslimah bukan sebatas yang menutupi kepala, atau menutupi rambut, atau menutupi tubuh bagian atas saja. Namun hijab muslimah mencakup semua yang menutupi aurat dari wanita kecuali muka dan telapak tangan.

Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat tersebut merupakan suatu bentuk penjagaan Allah terhadap wanita-wanita Muslimah agar tetap selalu terlindungi dalam jilbab atau hijabnya. Sungguh, Allah menurunkan perintah berjilbab bukan untuk menghalangi dan mengekang wanita. Berhijab menjadi sebuah bentuk ketaatan seorang wanita muslimah kepada Allah, menunjukkan kebanggaan dan identitasnya sebagai seorang muslimah, dapat menjauhkan diri muslimah dari fitnah laki-laki fasik dan menambah pahala. Menutup aurat menjadi wajib karena saddu al-dzarī’ah, yaitu menutup pintu ke dosa yang lebih besar. Oleh karena itu, memakai jilbab (busana muslimah) adalah wajib bagi setiap pribadi muslimah.

Akhir-akhir ini, mengenakan hijab sudah menjadi sebuah trend fashion. Semakin banyak muslimah yang mengenakan hijab, baik dengan hijab syar’i ataupun hijab seadanya. Hijab syar’i adalah hijab yang sesuai dengan ketentuan yang diperintahkan Allah, yaitu menutupi seluruh tubuh kecuali yang tidak wajib ditutupi, kainnya tebal/tidak tipis dan transparan, longgar/tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak menyerupai pakaian lelaki, tidak menarik perhatian laki-laki yang bukan mahramnya, bukan dijadikan perhiasan dan tidak untuk tabarruj. Sementara hijab yang seadanya adalah hijab yang belum sesuai dengan ketentuan yang diperintahkan Allah, seperti tidak menutui aurat dengan benar, masih memperlihatkan lekukan tubuh dan berbahan tipis sehingga menerawang.

Prioritas utama dalam memilih pakaian adalah dapat menutup aurat dengan sempurna. Jangan sampai keinginan sebagai seorang muslimah ingin tampil menarik justru menggeser prioritas utama dalam memilih pakaian. Perintah berhijab diturunkan oleh Allah, hendaknya berhijab juga karena Allah.

Hijab dan akhlak seseorang adalah dua hal yang berbeda. Mungkin ada yang sudah berhijab namun hijabnya tidak berefek sama sekali pada akhlak dan imannya. Hijab bukan tanda muslimah menjadi malaikat atau menjadi manusia yang suci, namun sebuah proses menuju taat kepada Allah dan menutup satu pintu dosa. Yang berhijab belum tentu baik, tapi wanita muslim yang baik pasti berhijab.

Semoga kita bisa menjadi muslimah yang tetap istiqomah dan dimudahkan Allah untuk terus berproses ke arah yang lebih baik. Jangan pernah khawatir akan anggapan rezeki berkurang jika mengenakan hijab karena kesempatan kita jadi terbatas. Ingatlah bahwa Allah itu Maha Kaya, Maha Berkuasa. Jadi, jangan pernah ragukan kuasa Allah.

Jika berhijab syar’i adalah proses, yuk kita mulai prosesnya hari ini.

0
0 views

Bicara Perkara Wanita Shaliha : Al-Ummu Madrasatul Ula

+2

Notulensi Cakrawala 3, Oleh Dept. Kemuslimahan Kamil, “Al-Ummu Madrasatul Ula” bersama Teh Karina Hakman


Cakrawala 3 menghandirkan Teh Karina Hakman pendiri komunitas Homeschooling Rabbani serta seorang istri dan ibu dari 3 anak homeschooler. Dalam kesempatan tersebut Teh Karina mencoba menguraikan seperti apa tantangan, cita serta peran muslimah dalam pendidikan khususnya sebagai seorang ibu. Dalam pertemuan cakrawala sebelumnya kita telah diberikan kiat menjadi pendamping dunia dan akhirat, maka dalam kesempatan ini muslimah diajakan untuk membuka mata mengenai tantangan dalam pendidikan anak bagi calon ibu kelak atau barangkali yang sedang menikmati rasanya menjadi orang tua. Kita telah mengenal peran wanita sebagai istri maka selanjutnya mempelajari peran muslimah sebagai ibu.

Sebuah syair Arab menuliskan “Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.” Memiliki arti Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Tantangan

Hidup di era globalisasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Informasi mengalir deras serupa air terjun yang berpasrah pada gravitasi, tunduk atas perinta tuhannya. Memberikan sejumlah kemewahan melalui serangkaian kemudahan tapi salah langkah kemudharatan menghantui. Seiring berkembangnya zaman, muslimah masa kini mau tidak mau harus menemui sejumlah tantangan dalam mendidik anak, diantaranya :

  1. Gadget

Penggunaan internet secara global rata-rata 6 jam, sedangkan di Indonesia pengguna internet rata-rata 8 jam. Begitu juga dengan penggunaan gawai, secara umum Indonesia lebih tinggi dalam penggunaan gawai dibandingkan penggunaan rata-rata secara global. Ketergantungan dengan gawai dan internet seringkali menjadi permasalahan bagi para ibu. Ketergatungan mempopulerkan gerakan tutup mulut alias diam seribu bahasa pada anak saat berada di rumah. Dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari penggunaan gawai ini ialah kesehatan mental anak yang terganggu. Anak menjadi lebih mudah marah, depredi dan kurang motivasi untuk bergerak dan belajar. Selain itu, efek negatif pada orang dewasa ialah kurang beretika, rentan anxiety dan kecanduan. Dampak lain yang mungkin ialah tumbuh kembang otak anak menjadi tidak dapat berkembang secara natural.

  1. Makanan

Makanan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Diketahui bahwa kasus stunting disebabkan karena kekurangan gizi seimbang pada anak dapat diakibatkan karena banyak faktor. Stunting merupakan kondisi gizi kronis yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak pada anak dibandingkan dengan anak seusinya, diantara faktor penyebabnya adalah :

  • Ekomoni terbatas
  • Kurangnya pengetahuan
  • Pola asuh yang tidak optimal
  • Menyerahkan pengasuhan pada ART tanpa kontrol yang baik
  1. Film dan Musik

Zaman sekarang ramai tontonan yang tidak layak untuk anak-anak Indonesia seperti adegan percintaan yang mendekati zina sudah menjadi hal lumrah yang dipertontonkan.

  1. Pendidikan

Tantangan dalam pendidikan dapat dikategorikan berdasarkan materi pendidikan, kesalahan klasifikasi umur serta penilaian. Dari segi materi pendidikan, perkembangan pendidikan ditumpangi oleh motif “equality” yang menyuarakan opini kesetaraan gender (feminisme) hingga LGBT. Sementara dalam klasifikasi umur dalam islam dikenal pembagian akil dan baligh. Akil berhubungan dengan cara berpikir maupun mampu dalam menampung beban sementara baligh berhubungan dengan fisik. Sebagai contoh seorang wanita baligh ketika telah haid. Berdasarkan sisi penilaian, semestinya penilaiantidak hanya sekedar penilaian akademik, lulus ujian dan masuk perguruan tinggi negri namun harus lebih dari itu.

  1. Akhir Zaman

Tantangan umat Nabi Muhammad pada akhir zaman sangatlah berat yakni fitnah dajjal yang sudah mulai dirasakan.

Cita-Cita

Apa sesungguhnya cita-cita pendidikan anak dalam Islam? Hendaknya cita-cita tersebut adalah akhirat. Berikut adalah cita-cita mendidik anak dalam Islam :

  1. Ikhlas (QS. Luqman :13-15)

Dalam Islam, fokus utama mendidik anak adalah bagaimana anak dapat tumbuh untuk mencari ridha Allah bukan manusia.

  1. Ihsan (QS. Luqman : 16)

Ihsan adalah sikap merasa bahwa Allah melihat kita tidak ada sekecil apapun perbuatan yang luput dari perhatian Allah. Hendaknya anak kita tumbuh dengan sifat ihsan tersebut.

  1. Sholat (QS. Al-Baqarah : 45)

Kita ingin menjadikan anak-anak yang mendirikan sholat.

  1. Amar Ma’ruf Nahi Munkar ( QS. Luqman : 16)

Mencetak anak-anak yang mengajak kepada kebenaran dan mencegah dari kemaksiatan

  1. Sabar (QS. Luqman : 16)

Sabarlah atas segala rintangan dalam berjalan pada agama Allah

  1. Tawadhu

Mendidik anak agar rendah hati dan tidak sombong

  1. Dzikrullah dan Syukur (QS. Luqman : 20-21)

Mendidik anak kita agar senantiasa bersyukur kepada Allah dan berdzikir kepadaNya

  1. Bertaqwa (Al-Furqon : 74)

Setelah melewati cita-cita diatas, semua itu akan bermuara menjadi insan yang bertaqwa.

Mari renungkan kembali, apakah cita-cita tersebut berlebihan?

“Sibukkanlah dengan perkara-perkara besar, maka perkara kecil takkan membuat risau”. Berjuanglaj untuk kedudukan di mata Allah yang belum pasti, maka kedudukan dan rezeki yang telah tetao takkan lagi menggalaukan hati”

Peran Muslimah

Bagaiman supaya kita ikhlas dan bersungguh-sunggu semampuny menjalani peran muslimah sebagai anak, istri dan ibu dalam keluarga. Juga, sekaligus menjadi agent and direcctor of change dalam tatanan masyarakat. Menjadi wanita terbaik bukan perkara menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir melainkan wanita yang bertaqwa dan bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana caranya?

  1. Love Relationship, Engage

Bangunlah ikatan hati yang kuat dengan anak

  1. Role Model

Jadilah teladan bagi anak. Setiap ibu dan ayah adalah para Da’i, minimal bagi anaknya. Apabila ingin menjadikan anak yang cinta Qur’an, maka jadilah orang tua yang cinta Qur’an terlebih dahulu

  1. Proposional, Be Wise

Bertahaplah dalam melakukan sesuatu

  1. Hope, Ask Allah

Kita tidak sempurna, maka senantiasa bertawakal kepada Allah

  1. Patient, Be Grateful

Senantiasa bersabar, Sesunggunya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahal mereka tanpa batas (QS Az-Zumar : 10).

Narasumber : Karina Hakman
Penulis : Sutra Eci Hutari
Editor : Wuddan Nadhirah Rodiana dengan sedikit perubahan oleh Mentari Kasih

 

+2
3.513 views

Menjadi Pendamping Sehidup Sesurga

0

Notulensi Cakrawala 2, Oleh Dept. Kemuslimahan Kamil “Menjadi Pendamping Sehidup Sesurga” bersama Teh Patra (Yuria Pratiwhi Cleoparta)


Yuria Pratiwhi Cleoparta dapat disapa dengan Teh Patra, merupakan seorang penulis buku “Keluarga Muslim : Cerdas Finansial”, ketua ITB Motherhood dan pembina Sekolah Tahfidz Quran. Dalam kesempatan pada Cakrawala beliau memaparkan kiat-kiat menjadi pendamping sehidup sesurga. Muslimah, tidakah menyempurnakan separuh agama menjadi dambaan kisah hidup di dunia? Tapi ternyata membangun rumah tangga tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebelum berandai-andai dipertemukan jodoh yang sholeh nan rupawan atau barangkali bergegas melamarkan diri untuk ta’aruf, mari kita uraikan bagaimana sih caranya menjadi pendamping yang tak hanya berjodoh di dunia tapi InsyaAllah berjalan bersama menuju Jannah.

Wanita dalam Keluarga

Bagaimana sesungguhnya Islam menempatkan perempuan dalam keluarga?. Khadijah Radhiyallahu’anha mengajarkan pada kita, ketika Rasulullah berada di dekat Khadijah hati beliau menjadi tentram. Khadijah senantiasa menghibur dan menenangkan suaminya juga memberi solusi hingga masalah Rasul terselesaikan. Berdasarkan hal tersebut kita dapat mempelajari peran istri terhadap suami tidak hanya sebatas menjadi pelayan suami, lebih dari itu istri dapat menjadi teman diskusi.

Calon Suami yang Baik

Tujuan untuk menjadi pendamping sehidup sesurga tentu tak bisa hanya diusahakan seorang diri, sebagai pasangan maka tujuan mulia ini akan lebih mudah untuk direalisasikan kala pasangan memiliki visi serupa. Oleh karena itu, memilih calon suami yang baik menjadi penting. Seperti apa sih kriteria suami yang baik?,

  1. Akhlak mulia, diantaranya ialah santun dan tidak banyak pencitraan. Usaha untuk mendapatkan pendamping yang berakhlak mulia dapat dimulai dengan memperbaiki akhlak diri sendiri.
  2. Pekerja keras, ikhwan kelak akan menjadi penopang keluarga, maka harus bertanggung jawab penuh atas istri dan keluarganya
  3. Bukan hamba dunia. Pilihlah ia yang senantiasa memperhatikan akhirat, peduli dengan Rabb nya maka ia juga akan peduli dengan istrinya.

Alasan Menikahi Wanita

Seorang wanita dipilih untuk dinikahi sebab perkara 4 hal, yakni harta, keturunan, paras dan agamanya. Laki-laki dianjurkan untuk menikahi wanita karena ketaatanya dalam bergama. Seorang laki-laki yang baik tentunya akan mengikuti anjuran tersebut.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Pendamping Sehidup Sesurga

Jadi, bagaimana caranya untuk menjadi pendamping sehidup sesurga?, muslimah berikut adalah kiat yang dapat dilakukan saat telah memiliki pasangan hidup.

  1. Istri harus menjadi support system kesuksesan (dunia & akhirat) suami, caranya yakni dengan menjadi pendukung pertama dan utama dalam keimanan, finansial serta psikologi.
  2. Mengerti bahwa kesuksesan istri dilihat dari kesuksesan suaminya sehingga istri akan berusaha membantu dan senang dengan kesuksesan dari suaminya.
  3. Suami dan istri harus dapat menjadi satu tim yang kompak dengan porsi masing-masing untuk mencapai visi hidup dan pernikahan bersama.

Siap untuk menjadi pendamping di dunia dan akhirat?

Narasumber : Teh Patra (Yuria Pratiwhi Cleoparta)
Penulis : Dzakkiyah
Editor : Wuddan Nadhirah Rodiana dengan sedikit perubahan oleh Mentari Kasih

0
68 views