Bincang Adiwidya #3 – Green Lifestyle

Adiwidya Adiwidya 8 Departemen Akpro
0


Bincang Adiwidya #3 – Green Lifestyle

Adanya gaya hidup berwawasan lingkungan menjadikan masyarakat lebih peduli terhadap perbaikan lingkungan di masa yang akan datang. Green Lifestyle lebih menitikberatkan kepedulian manusia terhadap bumi. Sebuah gaya hidup yang benar-benar menjadikan bumi sebagai partner dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai objek eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Pelaksanaan

  • Hari/Tanggal
    Sabtu / 5 September 2020
  • Waktu
    Pukul 13.00 – 15.30 WIB


Kegiatan Adiwidya 8

Ikuti kegiatan adiwidya lainnya.
.


Follow Instagram Adiwidya

ig-adiwidya


Bincang Adiwidya 3 - Green Lifestyle

Bincang Adiwidya 3 ini akan membahas mengenai gaya hidup yang ramah lingkungan atau disebut juga Green Lifestyle. Gaya hidup ini terbentuk atas keinginan untuk menjadikan masyarakat lebih peduli terhadap perbaikan lingkungan sekitar. Disini akan dibahas mengenai pengaplikasian dan tantangan yang ada dalam menerapkan Green Lifestyle dari berbagai perspektif baik dari sektor tenaga ahli, komunitas, maupun pemerintah dan perkemabgan penerapan Green Lifestyle baik di dalam dan luar negeri.
Silahkan baca Prolog Bincang Adiwidya 3 – Green Lifestyle .



Ada Apa di Bincang Adiwidya 3 – Green Lifestyle


Diskusi Bincang Adiwidya 3 telah dilaksanakan. Dihadiri oleh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa pascasarjana. Hadir pula Erbi Setiawan, Archie Satya Nugroho, dan Ibu Kamalia Purbani sebagai pemantik dalam diskusi ini. Diskusi mengenai green lifestyle berlangsung kurang lebih 2 jam, dipandu secara langsung oleh Hayatining Suci Abdilah selaku moderator. Dalam Bincang Adiwidya ini, peserta diskusi membahas beberapa hal, sebagai berikut:

Permasalahan lingkungan dan pandangan tentang green lifestyle
  1. Apa yang salah dengan sikap dan perilaku kita terhadap lingkungan sehingga muncul istilah green lifestyle
  2. Apa sebenarnya green lifestyle? Apa tujuannya? Dimana letak titik beratnya? pada manusia atau lingkungan?
  3. Apa green lifestyle dapat menjadi solusi perubahan iklim? Bagaimana green lifestyle dianggap sebagai solusi perubahan iklim?
Mengetahui pemeran serta gambaran merancang dan menerapkan green lifestyle
  1. Siapa yang berperan dalam green lifestyle? Bagaimana cara memahami karakter pemeran dalam merancang dan menerapkan green lifestyle?
  2. Bagaimana strategi penerapan green lifestyle? Apa ada batasan/hambatan/tantangan dalam penerapan? Bagaimana gambaran kolaborasi antar pihak dalam menerapkan green lifestyle?
  3. Sudah sejauh apa green lifestyle diterapkan? Bagaimana cara mengukur keberhasilan dan mendapatkan respon atas penerapan green lifestyle?
  4. Apa green lifestyle dapat menjadi gaya hidup utuh dan kontinu untuk diterapkan di Indonesia?
Pembahasan ditujukan untuk membuka pandangan serta keresahan mengenai pertanyaan-pertanyaan di atas. Banyak hal yang bisa diambil, terutama untuk mengide hingga menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di Indonesia. Banyak pertimbangan juga dapat dilihat di dalamnya mulai dari faktor geografis, masyarakat, hingga perekonomian.


Apa yang kami lihat?


” Mungkin tertarik tentang penanganan sampah

” Bagus memberi pengetahuan perihal green lifestyle dan kita jadi tau langkah yang pemerintah rencanakan untuk seluruh masyarakat ”

” Bagaimana cara membangkitkan kembali bank sampah yang ada di tingkat RT karena bank sampah yang ada di RT rumah ortu dan mertua saya saat ini tidak aktif lagi. Bank sampah ini sangat membantu dalam memilah sampah dibandingkan jika harus dipilah dan diberikan ke pemulung / tukang rongsok karena tidak setiap pemulung / tukang rongsok menerima hasil pilahan sampah kita. Mereka hanya memilih yang mereka perlu saja. ”

” Pendapat saya dengan adanya green lifestyle ini memberikan pengetahuan dampak yang bagus apalagi Indonesia tergolong negara berkembang yang masih kurang edukasi tentang ramah lingkungan ini ”

” Untuk menuju green lifestyle, perlu menumbuhkan sense of urgency atau kesadaran kepada masyarakat. Kemudian, untuk menjaga konsistensi, perlu menetapkan indikator keberhasilan berdasarkan target yang sudah ditetapkan. ”

” Saya setuju dengan apa yang telah didiskusikan bahwasanya untuk menerapkan green lifestyle itu membutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak, untuk itu menurut saya sangat perlu menciptakan lingkungan yang sadar akan peduli lingkungan, misalnya beberapa waktu lalu saya bisa mengurangi pemakaian plastik belanja dengan membawa kantong sendiri atau wadah sendiri saat berbelanja makanan karena saya selalu diingatkan oleh lingkungan kosan dimana kakak kos saya menerapkan hal seperti itu. Tetapi ketika saya tinggal tidak d kosan saya kembali ke kebiasaan semula menggunakan plastik.
Jadi menurut saya sangat penting menciptakan lingkungan yang sadar akan peduli lingkungan dan saling mengingatkan. ”

” perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah terkait penggunaan plastik/stereofoam dan edukasi yg lebih gencar mengenai green lifestyle

Background saya di pariwisata berkelanjutan membutuhkan hal-hal simple yang memudahkan wisatawan serta pengelola daya tarik wisata untuk menarapkan green lifestyle untuk menunjang program sustainable tourism. ”

” seperti yang disampaikan oleh para pemantik yang keren, poin pentingnya adalah kita harus memulai green lifestyle ini dari sekarang, dari rumah sendiri, dan butuh kolaborasi dari berbagai pihak dan bidang tentunya untuk mewujudkan cita-cita mulia ini baik dari pihak pemerintah dan masyarakat dengan latar belakang bidang apapun agar menjadikan Indonesia terbiasa berpola hidup bersih dan sehat dengan meminimalisir produksi sampah dan bisa mensortir sendiri sampah sesuai dengan jenisnya. ”

” Sudah terwakili dari pemantik dan beberapa peserta lainnya. Bahwasannya, green lifestyle ini perlu kolaborasi yang utuh ke semua pihak. Dari sudut pandang saya, yang pernah terlibat di sekolah sebagai tenaga pengajar, edukasi green lifestyle ini sangat penting juga untuk dimulai di lingkungan sekolah. Seperti membawa tumblr dan tempat bekal sendiri, sekolah tidak mengizinkan kantin menjual makanan yang berbungkus plastik, tempat sampah di lingkungan sekolah sudah dipisah-pisah. Anak-anak sekolah yang sudah terbiasa dengan kebiasaan ini, tentunya bisa memberi pengaruh dan mengajak orang lain yang lebih luas jangkauannya untuk berkolaborasi menerapkan green lifestyle. Saya juga pernah menghadiri beberapa kegiatan besar kampus, yang melibatkan banyak orang, penyelenggara kegiatan tidak menyediakan minuman dalam bentuk gelas plastik, tetapi peserta diwajibkan membawa tumblr sendiri, dan panitia cukup menyediakan minum isi ulang di berbagai titik di tempat penyelenggara. Semoga contoh contoh sederhana ini bisa menambah semangat kita untuk terus bergerak menerapkan green lifestyle. Terimakasih. ”


Lihat diskusi kemarin


Silahkan akses dokumentasi diskusi pada Channel Youtube KAMIL Pascasarjana ITB






Catatan Penulis:
Tahun ini katanya tahun yang paling banyak muncul hal baru pada tiap-tiap individu. Selain sebagai dokumentasi, foto-foto diatas hadir sebagai legacy yang menunjukkan semangat tetap belajar tanpa memandang kondisi. Semoga Allah selalu memudahkan langkah-langkah mu kedepan sahabatku.

0

2 thoughts on “Bincang Adiwidya #3 – Green Lifestyle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *