Waspadai FLU! (Futur, Lesu, dan Uzlah)

27569631E

Sumber: taringa.net

 

 

Oleh: Ely Rismawati

 

Anda pernah sakit flu?

Biasanya apabila kita banyak melakukan aktivitas tetapi tidak disertai dengan istirahat yang cukup dan makanan yang bergizi serta kondisi cuaca yang ekstrim, dapat membuat seseorang mudah terkena sakit flu tersebut. Untuk mengobati penyakit tersebut biasanya dokter akan menganjurkan minum obat dan istirahat yang cukup. Nah, FLU yang dimaksud disini bukan sakit flu yang telah dipaparkan sebelumnya. 😀

Penyakit FLU yang dimaksud disini adalah Futur, Lesu, dan Uzlah

Futur secara bahasa dimuat dalam kamus bahasa Arab Lisanul Arab yang ditulis oleh Ibnu Mandhur jilid 5:43, futur berarti “diam setelah giat, dan lemah setelah semangat”. Secara bahasa juga Futur berarti menunjuk kepada adanya suatu perubahan dari kondisi semangat, kencang, kuat, panas, tajam dan semacamnya, menuju kondisi kebalikannya yaitu putus, berhenti yang sebelumnya rajin dan terus bergerak. Futur secara istilah adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i dan penuntut ilmu. Sehingga menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan, misalnya futur dalam menuntut ilmu, futur dalam aktivitas dakwah, futur dalam beribadah kepada Allah dan lainnya. Tingkatan futur paling rendah adalah kemalasan, menunda-nunda atau berlambat-lambat. Sedangkan puncaknya bila sudah kronis dan menahun adalah terputus atau berhenti sama sekali setelah sebelumnya rajin dan terus bergerak. Lesu (loyo dan lemah) akan menjadi tingkat yang paling berbahaya dalam kondisi futur bagi seorang penuntut ilmu atau aktivis dakwah, karena apabila seorang sudah mengalami kelesuan biasanya lebih suka untuk Uzlah (mengasingkan diri dari teman dan masyarakat atau hidup menyendiri). kepada Abdullah bin Amr bin Ash ra:“Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti fulan, sebelum ini ia rajin bangun pada malam hari (shalat tahajjud), namun kemudian ia tinggalkan sama sekali.” (HR. Bukhori, dalam kitab Fath Al Bari, no: 1152, 3/37). akan kembali terjun berjuang. Rasulullah saw pernah bersabda pada sebuah riwayat dari Abdullah bin Amr ra: “Setiap amal itu ada masa semangat dan masa lemahnya. Barangsiapa yang pada masa lemahnya ia tetap dalam sunnah (petunjuk) ku, maka dia telah beruntung. Namun barang siapa yang beralih keadaan selain itu, berarti dia telah celaka.” (Musnad Imam Ahmad, 2/158-188. dan ada pula hadist yang sejalan maknanya dari Abu Hurairah, pada kitab Shahih Al-Jami’ As-Shaghir, no. 2147) bagi seorang yang beramal adalah hal wajar yang harus terjadi. Seseorang masa futurnya lebih membawa ke arah muraqabah (pengawasan oleh Allah) dan pembenahan langkah, selama ia tidak keluar dari amal-amal fardhu, dan tidak melaksanakan sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT, diharapkan ketika pulih ia akan berada dalam kondisi yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Sekalipun sebenarnya, aktivitas ibadah yang disukai Allah adalah yang dilakukan secara rutin oleh seorang hamba tanpa terputus.” (Madarij As-Salikin, 3/126) “Amal agama yang paling disenangi Rasulullah saw. adalah yang dikerjakan secara terus-menerus oleh pelakunya.” (Al-Bukhori, no. 43. lihat kitab fath al-Bari, 1/101). Dalam riwayat lain “yang dilakukan secara rutin meskipun hanya sedikit” (Muttafa’ Alaih).

Penyebab penyakit FLU antara lain sebagai berikut.

Sebenarnya, penyakit futur itu pasti hadir. Sebagaimana sabda Rasulullah saw Seorang da’i, sekalipun ia akan mengalami masa-masa futur, namun setelah itu ia Syaikh Islam Ibnu Al-Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata,”saat-saat futur

1. Kurang ikhlas beramal. Orang yang kurang ikhlas beramal, oreintasi amalnya bukan murni karena Allah Ta’ala, tapi ada sisi lain yang ia kehendaki dari amalnya tersebut, namun tidak tercapai hingga membuat dirinya terkadang futur dari amal atau enggan beramal.

2. Ruhiyah yang kering. Kekuatan ruhiyah merupakan kekuatan dasar yang harus dimiliki oleh seorang muslim, penuntut ilmu dan da’i dalam rangka mendaki ke puncak spiritual yang tinggi di hadapan Allah Ta’ala. Kekuatan ruhiyah dinilai dari sejauh mana kedekatan kita dengan Allah Ta’ala. Sumber kekuatan ruhiyah ini hanya dapat diperoleh dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah disamping ibadah wajib seperti qiyamul lail, tilawah, shoum sunnah, infaq dan shodaqoh,

3. Kecewa dan sakit hati. Kekecewaan terhadap teman-teman, jama’ah dakwah, janganlah membuat seorang muslim/pencari ilmu/da’i/ustadz berhenti beramal, berhenti berdakwah, futur, lesu dan uzlah dari manusia. Belajarlah akhlak dari Imam Ahmad dan Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah yang telah menghalalkan dirinya dihina, dighibah dan dimaki. Bila agama Allah dan syari’at Islam yang dihina, maka mereka berdua akan berada dalam barisan terdepan dalam membela kebenaran.

4. Lemahnya komitmen. Lemahnya komitmen seorang muslim/da’i terhadap nilai-nilai syari’at Islam membuat jiwanya futur, loyo, lesu dalam menegakkan panji-panji Islam di muka bumi ini.

Solusi mengatasi penyakit flu:

1. Mengikhlaskan niat dalam segala amal-amal sholeh kita hanya untuk Alloh Ta’ala saja, bukan untuk makhluknya

2. Membaca siroh generasi salaf

3. Menyendiri dengan diri sendiri

4. Mengerjakan pekerjaan sederhana

5. Ziarah kubur

6. Mengunjungi atau berkumpul dengan orang-orang soleh

 

Mari kita hilangkan futur dalam diri kita dengan segera mungkin. Bila belum bisa hilang mari kita coba berkali-kali hingga hilang dari diri kita. Bila muncul lagi, mari kita perangi lagi. Bila muncul-muncul terus, mari kita tepiskan terus. Ingatah, bahwa iman yazid wa yankhush (bertambah dan berkurang).

Bila yanqush dan futur lagi obatilah dengan azzam yang kuat tuk beramal sholeh dan istiqomalah melakukan ketaatan.

 

Sumber:

http://dakwahrobbani.blogspot.co.id/2012/06/penyakit-f-l-u-futur-lesu-uzlah-dan.html

Penyakit FLU para Kader Dakwah

http://spirit-hidupku.blogspot.co.id/2015/02/dawah.html

http://jmmi.its.ac.id/2014/07/10/awasi-gejala-flu-mengancam-dakwahmu/

Comments ( 3 )

  1. / ReplySafar
    Like this, semoga selalu ditunjukkan jalan kebaikan
  2. / ReplyWahid Priyono
    Terimakasih atas informasinya. Sangat menambah wawasan saya tentang ilmu keislaman. Tetap terus diupdate websitenya, saya tunggu info2 terbarunya. salam kenal..
  3. / ReplyChandra
    Terima kasih atas tulisannya yang bermanfaat, mungkin buku (kitab) yang bagus untuk menjadi referensi dalam hal ini adalah Kitab Asbabul Ziyadatul-Iman wa Nuqshanihi karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad.

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>