Tips Memilih Pasangan: Pendengaran Dulu, Baru Penglihatan dan Hati

Gambar: wdyl.com

Gambar: wdyl.com

Oleh: Inne Syafrian Putri

Pagi ini dengan semangat saya mengikuti sebuah kajian tentang membangun keluarga islami. Sebuah tema yang selalu hangat untuk dibicarakan, baik bagi yang belum menikah atau sudah menikah. Bahwa keluarga merupakan pondasi pertama dalam mendidik SDM yang berkualitas. Keluarga adalah sistem yang diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bahwa menikah dan membentuk keluarga islami adalah suatu sunnah Nabi, sarana untuk melahirkan ketentraman hati dan pereda syahwat, dan bagian dari mempersiapkan tatanan sosial serta peradaban yang lebih baik di masa depan. Saya yakin banyak para pendengar yang mengikuti kajian ini menjadi bersemangat untuk segera menikah, terutama bagi yang belum.

Begitu besarnya urgensi membentuk keluarga islami yang tentunya dimulai dari sebuah ikatan suci bernama pernikahan. Tetapi masalahnya,  keinginan untuk menikah sudah ada, tetapi kok sampai hari ini belum juga menikah?

Ada saja halangannya jika hendak menikah. Yang paling sering adalah keragu-raguan (yang pastinya datang dari syetan) terhadap calon yang ingin menikah dengan kita. Apakah ia sudah tepat atau belum? Alasan begini dan begitu lainnya sangat mengusik pikiran kita yang mulai membulatkan tekad untuk menikah. Pada akhirnya kita gagal menikah lantaran merasa tidak cocok satu sama lain. Seringnya karena tidak sreg melihat si calon atau merasa hati kita belum cendrung kepada si calon.

Ada satu pembahasan yang menarik menurut saya dari kajian pagi ini. Suatu tips yang bahkan mungkin bagi sabagian muda-mudi yang bertekad menikah di jalan dakwah, menikah karena ibadah, menikah tanpa pacaran, menikah lewat ta’aruf yang islami, tetapi sering dilupakan. Ketika memilih pasangan, mempertimbangkan seseorang yang memberanikan diri untuk berkenalan dan berniat menikah dengan kita, hendaknya didahulukan pendengaran, kemudian baru penglihatan dan hati.

Mendahulukan pendengaran maksudnya adalah memperhatikan dan mencari tahu tentang agama, kepribadian, akhlak, aktivitas dan kebaikan-kebaikan yang ada pada calon pasangan kita tersebut. Ini mesti menjadi pertimbangan pertama kita  sebelum melihat wajah atau fisiknya. Karena jika kita lebih mendahulukan penglihatan mata kita, maka telinga kita akan menjadi tuli, tidak mampu mendengarkan dan mencerna kebaikan-kebaikan yang ada pada seseorang. Pikiran kita menjadi tertutup dan muncul keraguan karena kita telah dahulu menilai fisik calon pasangan kita. Atau kadang kita lebih mendahulukan hati, perasaan dan kecendrungan rasa cinta sebelum menikah sebagai pertimbangan untuk memutuskan menerima atau menolaknya.

Mendahulukan pendengaran dari pada penglihatan dan hati bukan berarti kita tidak boleh melihat calon pasangan kita, akan tetapi dalam proses perkenalan yang berlangsung untuk menuju pernikahan, jangan sampai pertimbangan dari penglihatan kita mendominasi keputusan kita untuk menerima atau menolak seseorang. Hendaknya kita menjalankan proses ta’aruf dengan sebaik-baiknya dan menyerahkan kepada Allah yang terbaik sebagai jodoh kita. Jika saat itu hati kita belum 100% tertarik atau menyukainya, berdo’alah kepada Allah agar setelah menikah nanti Allah menghadirkan rasa cinta di hati kita sebagai pasangan suami istri yang diridhoi-Nya.

Saat ini cukup banyak terjadi peroses ta’aruf menuju pernikahan yang gagal dan terhenti dikarenakan mereka lebih mendahulukan penglihatan dan hati daripada pendengaran dalam memilih pasangan. Memang Allah dan Rasul-Nya tidak melarang untuk mepertimbangkan kecantikan/ketampanan, harta, keturunan dan agama dalam memilih pasangan, akan tetapi barangsiapa yang memilih karena agamanya, tentu itu adalah yang terbaik. Yang berpengalaman pernah ta’aruf tetapi belum berhasil, mungkin perlu bermuhasabah tentang hal ini. Manakah yang lebih didahulukan : pendengaran, penglihatan, atau hati ? Semoga segera menemukan pasangan hidupmu dan berbahagia selalu. (inn/run)

Artikel ini didekasikan untuk Alhamdulillah  3 bulan pertama pernikahanku

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>