Taukah kamu, Cara Mengkalibrasi Arah Kiblat??

KiblatDitulis oleh Latifah Nurul Q

Rabu lalu (28/05/14) pukul 16.18 WIB terdapat sebuah fenomena alam yang dapat dimanfaatkan umat Islam untuk mengkalibrasi arah kiblat. Fenomena apa itu? Fenomena tersebut adalah fenomena di mana matahari berada tepat di atas Ka’bah yang merupakan kiblat shalat umat Islam di seluruh dunia. Matahari tepat di atas Ka’bah terjadi dua kali dalam satu tahun yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 12.18 waktu Arab Saudi dengan waktu toleransinya pada tanggal 26 s.d. 30 Mei atau tanggal 16 Juli pukul 12.27 waktu Arab Saudi (16.27 WIB atau 17.27 WITA atau 18.27 WIT) dengan waktu toleransinya adalah tanggal 14 s.d 18 Juli. Jadi, bagi yang belum berkesempatan melakukan kalibrasi, masih ada kesempatan lagi tanggal 16 Juli. Fenomena ini terjadi akibat gerak semu matahari dari posisi 23,5o Lintang Selatan (LS) ke 23,5o Lintang Utara (LU) sehingga pada tanggal dan waktu tertentu, matahari akan berada pada posisi tepat di atas suatu bangunan atau kota yang berada di antara 23,5o Lintang Selatan (LS) ke 23,5o Lintang Utara (LU) salah satunya yaitu matahari tepat di atas Ka’bah (Ka’bah berada pada posisi 21o 25’ 21” LU dan 39o 49’ 34” BT).

Lantas, bagaimana cara mengkalibrasinya? Pertama, sesuaikan jam yang akan digunakan untuk kalibrasi dengan jam atom BMKG (http://jam.bmkg.go.id). Selanjutnya, gunakan alat yang dapat diposisikan tegak lurus dengan tanah datar, bisa berupa tiang atau dinding bangunan yang benar-benar tegak lurus dengan tanah. Proses kalibrasi dilakukan 5 menit sebelum waktu yang ditentukan di atas hingga 5 menit sesudahnya. Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Nah, garis itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi. Bagaimana? Mudah kan?!

Bagi yang berada di Indonesia bagian Tengah dan Timur, waktu-waktu tersebut adalah saat matahari sudah mulai terbenam. Namun, tidak perlu berkecil hati karena kalibrasi Ka’bah dapat pula dilakukan meski pada waktu yang berbeda dan dengan fenomena yang sedikit berbeda yaitu fenomena saat matahari tepat berada di wilayah yang merupakan antipodal dari Ka’bah (wilayah pada posisi 21o 25’ 21” LS dan 140o 10’ 26” BT). Fenomena ini akan terjadi pada tanggal 14 Januari pukul 00.30 waktu Arab Saudi atau pukul 04.30 WIB atau pukul 05.30 WITA atau 06.30 WIT dengan waktu toleransi tanggal 12 s.d 16 Januari. Selain itu, dapat pula diamati tanggal 29 November pukul 00.09 waktu Arab Saudi atau 04.09 WIB atau 05.09 WITA atau 06.09 WIT. Cara kalibrasinya hampir sama, hanya saja berbeda pada cara menarik garisnya. Garis untuk menentukan arah kiblat ditarik dari posisi alat ke ujung bayangan. Perlu diperhatikan bahwa jangan melihat matahari secara langsung tanpa penapis cahaya, karena berbahaya bagi mata. Semoga bermanfaat…

Sumber: Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>