Results for tag "kamil2017"

22 Articles

Kajian Departemen Syiar: Pengembangan Sains dan Teknologi Harus Sejalan dengan Al-Quran dan Sunnah

BANDUNG – Departemen Syiar Kamil Pascasarjana ITB 2017 mengadakan kajian yang bertemakan “Menggenggam Dunia dengan Al-Quran” di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB. Kajian disampaikan oleh Guru Besar FMIPA ITB Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks yaitu Prof. Dr. rer. nat. Umar Fauzi. Acara ini diadakan pada hari Selasa, 28 Maret 2017 pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.. Kajian ini merupakan rangkaian pembukaan Kamil Tahsin Tahfidz (KTT) yang merupakan program kerja Departemen Syiar.

Penyampaian Materi Kajian oleh Prof. Dr. rer. nat. Umar Fauzi

“Sebenarnya, para pemikir di negara kita sudah banyak. Persoalannya, kebanyakan kegiatan ilmiah yang dilakukan belum berprinsipkan nilai islam. Untuk dapat menguasai teknologi, harusnya dilakukan dalam prinsip dan nilai-nilai islam dengan menjadikan Al-Quran dan sunnah sebagai panduan. Bukan seperti sekarang.” jelas Prof. Umar Fauzi pada kutipan materi yang disampaikannya. Lulusan program doktoral Universitas zu Koeln Jerman ini juga menambahkan, “Kalau bukan kita orang islam, siapa lagi yang akan melakukan pengembangan.”

Antusiasme Peserta Kajian di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB

Acara berlangsung tertib dan kondusif. Peserta yang hadir berjumlah 74 orang. Pemateri menyampaikan kajian dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Diberikan beberapa contoh peristiwa disekitar kita sehingga mempermudah peserta untuk memahami pentingnya menjadikan Al-Quran dan sunnah sebagai landasan dalam pengembangan sains dan teknologi

Salah satu peserta kajian, Reza, mahasiswa pascasarjana School of Business and Management (SBM) ITB menuturkan bahwa kajian ini menarik, mencerahkan dan membakar semangat. “Khususnya untuk menggunakan sumber Qur'an dan hadits dalam riset kita. Semoga acara berikutnya bisa membicarakan teknis bagaimana kita bisa menggunakannya dlm riset kita,” tambahnya. Kajian ditutup dengan nasehat dari Prof. Umar Fauzi, “Jangan lupa berdoa, agar Allah berkenan memilih kita sebagai pengembang Al-Quran dan sunnah. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Sadarlah, saat ini kita dikuasai oleh sains, teknologi, manajemen, ekonomi dan semua yang tidak didasari oleh Al-Quran dan sunnah.”

 

Penulis dan Editor: Mutiara

55 views

Departemen Media Kamil Pascasarjana ITB : Tingkatkan Skill Lewat Pelatihan Desain Grafis

BANDUNG – Sabtu, 25 Maret 2017 Departemen Media Kamil Pascasarja ITB mengadakan salah satu program kerjanya yaitu pelatihan desain grafis. Pelatihan diadakan di Gedung Sayap Selatan (GSS) B Salman ITB pada pukul 13.00 hingga 17.30 WIB. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari staf Media Kamil dan beberapa perwakilan dari staf departemen lain.

Peserta pelatihan desain grafis tengah mengikuti arahan pemateri

Dadang, Ketua Departemen Media dan koordinator pelatihan ini mengungkapkan, “Dengan adanya pelatihan media ini diharapkan memberi pengetahuan baru tentang desain grafis kepada setiap peserta dan dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari.”

Panitia mengundang Alfian Candra Ayuswantana sebagai pemateri yang merupakan alumni Desain Grafis dari Institut Teknologi Surabaya dan sekarang sedang menempuh Pascasarjana di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Tekonolgi Bandung. Pemateri juga sempat bekerja diposisi desain grafis selama dua tahun. Pelatihan difokuskan kepada aplikasi Adobe Ilustrator dan Photoshop. Kunci sukses untuk menjadi desainer grafis adalah, “Karena desain grafis ini adalah ilmu praktek dan mengacu kepada trend, kuncinya harus banyak-banyak praktek dan rajin-rajin mencari referensi untuk menambah wawasan di media internet yang saat ini sudah banyak,” demikian disampaikan oleh Alfian pada saat memberi materi kepada peserta.

Pemberian kenang-kenangan kepada pemateri oleh Ketua Departemen Media Kamil 2017

Kennis, salah satu peserta pelatihan media yang merupakan perwakilan staf Fund Raising (FR) Kamil 2017, mengunggapkan, “Pelatihan desain grafis ini sangat bagus dan membantu bagi teman-teman yang belum memahami tentang desain grafis. Harapannya kedepan teman-teman dari departemen Media bisa membimbing teman-teman dari departemen lain dalam hal desain grafis karena masih ada yang kurang dimengerti.” Kennis juga menambahkan, “Sarannya kepada departemen media agar membuat suatu bentuk feedback dari pelatihan ini dengan cara membuat suatu ajang kecil-kecilan dalam mendesain, sehingga memotivasi teman-teman departemen lain dalam mengembangkan ilmu yang telah di dapat.”

 

Penulis : Damara

Editor : Mutiara

23 views

Cakrawala Perdana mengupas Motivasi dan Bekal Half a Deen bersama Teh Fufu

BANDUNG – Departemen An-Nisa, departemen terbaru di kepengurusan Kamil 2017, baru saja mengadakan kajian Cakrawala (Bicara Perkara Wanita Shalihah) perdana pada hari Sabtu, 17 Maret 2017 di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB. Cakrawala merupakan kajian dalam bentuk bincang-bincang khusus perempuan yang rutin diadakan satu kali dalam sebulan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Cakrawala pada kepengurusan Kamil sebelumnya dibawah koordinasi Departemen Syiar. Tema yang diangkat pada Cakrawala perdana ini adalah “Half a Deen: Motivasi dan Bekal” dengan pembicaranya adalah Foezi Citra Cuaca Elmart atau yang akrab disapa Teh Fufu.

Acara ini dihadiri lebih kurang 115 peserta dari berbagai institusi, seperti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan peserta umum. Setelah melakukan registrasi, peserta diberi snack dan dipersilakan untuk menempati ruangan yang telah disediakan. Acara dibuka pada pukul 16.10 WIB oleh moderator dan kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an, serta materi yang disampaikan oleh Teh Fufu.

Suasana Penyampaian Kajian “Half a Den: Motivasi dan Bekal “yang disampaikan oleh Teh Fufu

Selain tema acara yang menarik, Teh Fufu juga mampu menyampaikan materi secara atraktif dan interaktif. Teh Fufu juga melakukan permainan ditengah materi yang disampaikan, sehingga peserta tidak merasa bosan. Acara ditutup pada pukul 18.00 WIB dengan tiga pertanyaan dari peserta seputar materi yang telah disampaikan. Pada akhir kajiannya, Teh Fufu menyampaikan nasehat, “Cintailah diri kita terlebih dahulu. Fokuslah pada hal-hal yang bisa membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan jangan lupa luruskan niat.”

Penyerahan Kenang-kenangan dari Departemen An-Nisa kepada Pemateri

“Kajian-kajian seperti ini sangat bagus diadakan pada lingkup kampus. Apalagi dengan tema seperti ini, karena tidak semua mahasiswa bisa mendapatkan akses untuk mengikuti seminar pra nikah.” papar Teh Fufu pada tim redaksi Media Kamil. “Lanjutkan saja mengadakan kajian seperti ini, karena seminar pada umumnya, seperti seminar tentang bisnis atau pendidikan telah banyak dilakukan, jadi sangat bagus mengangkat tema yang berhubungan dengan keluarga,” tutupnya.

Wahidah, Ketua Departemen An-Nisa, juga mengungkapkan hal senada. “Luar biasa! Terharu karena banyak peserta yang datang, serta staff An-Nisa yang solid dan kreatif dalam melayani peserta, meskipun acara sedikit terlambat karena masalah teknis. Harapan kedepan semoga An-Nisa semakin kompak di acara Cakrawala bulan depan dan bisa mengatasi semua kendala yang ada, khususnya masalah keterlambatan acara. Semoga peserta terutama akhwat Kamil tidak lelah untuk mengikuti acara An-Nisa selanjutnya.”

NB: untuk live streaming video kajian Cakrawala selanjutnya, insyaAllah dapat dilihat pada akun facebook Departemen An-Nisa:  https://www.facebook.com/teropong.annisa

— Ditulis oleh: Mutiara Fajar —

 

61 views