Islam menjawab tantangan zaman

Oleh: Muhammad Fatkhurrozi

Zaman terus berkembang. Alat pemuas kebutuhan manusia juga semakin kompleks. Dari sini timbul suatu pernyataan bahwa aturan manusia harus disesuaikan dengan zaman. Islam yang digadang-gadang dapat menyelesaikan segala problema kehidupan pun dirasa tidak acceptable lagi. Pasalnya, Islam dianggap hanya cocok untuk kondisi ketika dulu diturunkan, yakni abad ke-7 M di tanah Arab.

Hakikat manusia

Tidak bisa dibayangkan aktifitas manusia yang tidak memiliki motif. Setiap aktifitas manusia memiliki motif yang unik, dia dianggap memenuhi dua dorongan dasar dalam diri manusia. Dorongan tersebut bisa dibagi menjadi dua: needs dan wants[2]. Dorongan tersebut sifatnya given atau dari sononya. Tidak ditemukan manusia, dari zaman Nabi Adam main kelereng hingga SBY main twitter, yang tidak mewarisi sifat tersebut.

Needs (kebutuhan) identik dengan pemenuhan karakter biologis manusia: makan, minum, buang air, dan bernapas. Wants (keinginan) identik dengan sifat naluriah manusia: nafsu berkuasa, hasrat untuk berhubungan seksual, dorongan untuk berdoa, dan sebagainya. Naluri ini kemudian dibagi menjadi tiga besar [1]:

  1. Naluri mempertahankan diri, yakni naluri yang membuat manusia cenderung berkuasa dan tidak ingin dianggap remeh. Sebagai contoh rasa ingin tidak mau kalah dalam debat, kuliah untuk mendapat pendidikan tinggi dan tidak ingin dianggap orang bodoh.
  2. Naluri melestarikan keturunan, yakni naluri yang membuat manusia cenderung menyayangi sesama dan menyukai lawan jenis. Contohnya sukanya perempuan pada laki-laki, rasa sayang ibu pada anak.
  3. Naluri beragama, yakni naluri yang membuat manusia cenderung menyucikan sesuatu, menganggap sesuatu lebih dari dirinya. Misalnya dorongan pada diri seseorang untuk berdoa ketika ada ancaman atau seseorang yang terdorong mengidolakan artis.

Perbedaan antara needs dan wants dirangkum dalam tabel berikut:

Kebutuhan –Needs Keinginan –wants
Pemenuhan Terbatas Tidak terbatas
Faktor pemicu Internal External
Akibat tidak dipenuhi Kerusakan fisik,bahkan mati Resah, galau

 

Karena bersifat inherent, maka tidak ada satupun manusia yang hidup tanpa kedua dorongan tersebut. Manusia hanya hidup untuk memenuhi keduanya, maka tidak satupun aktifitas manusia yang luput dari motif needs dan wants [1].

Sebagai contoh, manusia abad 21 mulai mengenal kerja di kantor. Mereka berdasi, membawa mobil, dan mengisi absensi elektronik. Namun secara simpel, aktifitas mereka sebenarnya hanya untuk memenuhi kebutuhan salah satunya pangan. Ini tidak jauh beda dengan manusia abad nomaden yang menyelesaikan problem pangan hanya dengan menghabisi sumber makanan dari wilayah ke wilayah lain. Read More →

162 views