Results for tag "annisa"

9 Articles

Kajian Cakrawala Annisa Kamil Pascasarjana ITB Bersama Teh Patra

Foto : Kegiatan Cakrawala “Be a Good Wife and Mom” Annisa Kamil Pascasarjana ITB
di Gedung Serba Guna Masjid Salman ITB

Bandung – Melihat potret generasi masa kini yang kian mengarah kepada bentuk negatif dari kenakalan remaja, menjadi kekhawatiran tersendiri dalam masyarakat secara luas. Sejatinya, pembentuk karakter utama generasi muda berawal dari keluarga—dari orang tua. Sudah barang tentu peran orang tua berpengaruh besar dalam kualitas generasi yang dihasilkan. Oleh karenanya, pengetahuan bagi orang tua tentang bagaimana mendidik anak yang baik dewasa ini sangat dibutuhkan. Berbagai bentuk edukasi ‘parenting skill’ dirasa perlu untuk dikaji dan dipelajari, bukan hanya bagi mereka yang telah menyandang gelar ibu, namun juga wanita secara umum sebagai bekal ilmu.

Departemen Annisa Kamil Pascasarjana ITB melalui program Cakrawala, mengadakan kajian parenting dan manajemen keluarga bertajuk “Be a Good Wife and Mom” pada Jumat, 20 Oktober 2017. Menghadirkan pembicara Yuria Pratiwi Cleopatra, ST, M.Si atau yang lebih akrab disapa teh Patra, penulis buku Keluarga Muslim Cerdas Finansial, yang masih seorang alumni ITB. Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB, acara ini dihadiri oleh sekitar 127 peserta dari berbagai kalangan, tidak hanya mahasiswa ITB, melainkan juga mahasiswa universitas lain maupun umum.

Pada kesempatan ini, teh Patra menyampaikan materi seputar edukasi efektif kepada anak mengenai pengenalan, pelatihan dan pembiasaan perilaku apa saja yang harus ditanamkan sejak dini, pentingnya pemahaman terhadap perbedaan keinginan dan kebutuhan anak, serta aspek-aspek yang perlu diperhatikan orang tua dalam mendidik anak. Teh Patra juga menyampaikan pola mendidik anak menurut al Quran. Beliau menjelaskan setiap poin penting yang perlu ditanamkan dan diajarkan kepada anak dalam QS. Lukman ayat 12-19, yaitu syukur, tauhid, berbakti kepada orang tua, konsekuensi perbuatan, ibadah dan akhlaq. Di bagian akhir kemudian teh Patra menjelaskan pula bagaimana mempersiapkan bekal diri untuk menjadi seorang istri dan ibu yang baik, meliputi keimanan yang kokoh, kesiapan ilmu serta fisik yang kuat.

Acara ini kemudian diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada teh Patra sebagai pemateri oleh ketua departemen Annisa, teh Wahidah, dan pembagian doorprize kepada peserta dengan kategori peserta tercepat hadir, terbaik posting foto terkait acara di instagram dan penanya terbaik.

Penulis : L. Annake Harijadi Noor

24 views

Gema Berhijab: Satu Hijab Beribu Kebaikan

Berbagi hijab dalam aksi Gema Berhijab Foto: Departemen An-Nisa

BANDUNG – Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q. S Al-Ahzab : 59). Penggalan ayat suci Al-Quran tersebut menjadi latar belakang kegiatan yang diadakan oleh Departemen An-Nisa dan Eksternal Kamil Pascasarjana ITB 2017. Ahad, 15 Oktober 2017, menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi para peserta aksi Gema Berhijab yang diadakan di lokasi Car Free Day (CFD) Dago, Kota Bandung. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB dan berhasil membagikan 137 buah hijab kepada pengunjung CFD. Target utama penerima hijab ialah mereka yang muslim dan belum berhijab. Namun, mereka yang sudah berhijab dan membutuhkan juga berkesempatan untuk mendapatkan hijab agar lebih menyempurnakan hijabnya. Penerima hijab pun beragam, mulai dari remaja, dewasa, ibu-ibu dan juga petugas Satpol PP wanita yang berada di lokasi.

“Acara ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari masyarakat target maupun non target (laki-laki). Hal ini ditunjukkan dengan kedatangan dan antusiasme mereka ke stand bagi hijab, serta saat kami berkeliling membagikan hijab hingga dukungan yang diberikan secara langsung di lokasi terkait pentingnya menutup aurat bagi muslimah yang belum berhijab.” tutur Ira, salah satu anggota Departemen An-Nisa yang menjadi penanggung jawab kali ini, bersama rekannya Indah, anggota Departemen Eksternal. “Masyarakat berharap agar kegiatan berbagi hijab dapat selalu mendukung upaya muslimah dalam menutup aurat dan menyempurnakannya,” tambahnya.

Hijab yang dibagikan merupakan donasi yang telah dikumpulkan dari berbagai donator. Hingga saat ini donasi hijab masih dibuka yaitu bisa langsung diantarkan ke secretariat Kamil di gedung kayu lantai 2 Masjid Salman ITB atau dapat menghubungi nomor 085326394704 atau 081268880923.Mari berbagi hijab. Satu hijabmu sangat berarti.

26 views

Cakrawala An-Nisa Kembali Menyapa Sahabat Muslimah di GSS A Masjid Salman ITB

Cakrawala Bersama Teh Nita di GSS A Masjid Salman ITB. Foto oleh: Dept. An-Nisa

BANDUNG – Setelah terhenti selama masa liburan perkuliahan, kajian Cakrawala (Bicara Perkara Wanita Salihah) yang dikoordinir oleh Departemen An-Nisa Kamil Pascasarjana ITB 2017, kembali diadakan dengan tema yang menarik yaitu seputar “Seks, Kehamilan dan Reproduksi Wanita”. Pembicara kali ini yaitu dr. Anita Asmara atau yang biasa dipanggil Teh Nita. Beliau sehari-hari berprofesi sebagai dokter umum dan juga aktif dalam pelbagai kegiatan. Acara Cakrawala ini dilaksanakan pada hari Jumat, 22 September 2017 di GSS A Masjid Salman ITB pada pukul 16.00 WIB. Peserta yang hadir yaitu 62 orang yang terdiri dari berbagai kampus yang ada di Bandung.

Teh Nita menyampaikan materi dengan baik dan atraktif, sehingga membuat peserta menjadi sangat antusias. “Banyak hal yang sebenarnya harus dipersiapkan sebelum melangsungkan pernikahan. Salah satunya adalah pre-marital check up yang biasanya dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Hal ini berfungsi sebagai langkah awal untuk mendeteksi adanya kelainan atau penyakit yang ada pada diri sendiri dan pasangan, khususnya yang berhubungan dengan organ intim,” jelas Teh Nita dalam paparan materinya. Beliau juga menyelipkan berbagai pengalaman dan kisah menarik seputar tema yang dibahas. Hal ini membuat peserta menjadi lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh Teh Nita. Materi ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Tidak hanya kajian langsung dalam Cakrawala, Departemen An-Nisa juga membuka diskusi lanjutan yang bersifat online pada hari Sabtu malam (23/09). Diskusi online ini dilakukan melalui grup WhatsApp Cyber Annisa yang diikuti 94 peserta dan diberi kesempatan untuk bertanya melalui pesan pribadi kepada moderator. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab dan dijelaskan langsung oleh Teh Nita pada saat diskusi online berlangsung, yaitu pada pukul 19.15 hingga 21.00 WIB.

“Kesan acara Cakrawala seneng banget, antusiasme peserta juga oke banget. Semoga Cakrawala terus oke dan semoga istiqomah selalu,” ungkap Teh Nita.

Hal senada juga disampaikan oleh Vina, Mahasiswa MSM ITB 2017 yang baru pertama kali mengikuti Cakrawala, “Alhamdulillah, saya mendapat banyak informasi dan pengetahuan seputar seks, kehamilan dan reproduksi wanita. Karena memang di Indonesia masih jarang yang membahas hal tersebut karena masih dianggap tabu. Harapannya semoga tema Cakrawala kedepannya juga tidak kalah menariknya dengan tema kali ini.”

Wahidah, Ketua Departemen An-Nisa mengucap syukur karena Cakrawala kali ini berjalan lancar dan jumlah peserta melebihi target yang diperkirakan, “Ada dua peserta yang berbeda pada acara Cakrawala kali ini, yaitu satu muallaf dan satu lagi belum berhijab. Harapan kami dari An-Nisa khususnya, semoga melalui Cakrawala ini bisa menjadi gerbang dakwah buat saudari-saudari yang masih awam ilmu agama tetapi punya semangat belajar.” Wahidah juga menyelipkan pesan khusus untuk Departemen An-Nisa untuk tetap semangat dan kompak serta selalu siaga untuk mendapatkan kejutan-kejutan manis dari Allah SWT.

Penulis: Mutiara

32 views