Sudahkah Ilmumu Bermanfaat Wahai Anak Muda ?

Oleh Ella Melyna

Tidak akan bergeser kaki anak Adam pada hari kiamat hingga ia ditanya dengan empat (dalam riwayat lain: lima) pertanyaan: ‘Tentang umurnya kemana ia habiskan, tentang masa mudanya dimana ia gunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana ia belanjakan, dan apa yang sudah dia amalkan dari ilmunya…?’” (Hasan, HR. At-Tirmidzi; Shahihul Jami’: 7299).

Sebagai seorang mahasiswa yang sedang mempelajari ilmu, Sudahkah kita bermanfaat bagi kepentingan agama, kaum muslimin, dan bangsa ?

Kita kuliah dengan amanah dari orangtua dan juga kesadaran diri kita sendiri. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita meluruskan niat kita dalam mencari ilmu, yaitu untuk memberi manfaat bagi kaum muslimin dan juga dalam rangka membela agama Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya amal-amal itu dinilai dengan niatnya dan setiap orang akan dibalas sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim no. 1907).

Sudahkah ilmumu bermanfaat anak muda

Mahasiswa yang baik bukan hanya mahasiswa yang peduli dengan indeks prestasi dan nilai kuliahnya, sibuk dengan kegiatan kuliahnya sendiri tanpa mempedulikan ilmu agama dan manfaat dirinya bagi orang lain, tetapi mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang senantiasa menimba ilmu agama, ilmu Al-Qur’an dan As Sunnah serta memanfaatkannya bagi dirinya sendiri dan orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037).

Tidak sedikit dari kita yang menuntut ilmu namun kadang tidak bermanfaat bagi si pemiliknya. Padahal ilmu yang disebut ilmu adalah jika bermanfaat dan bukan ilmu yang sekedar dihafalkan. Yang dimaksud dengan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu syar’i atau ilmu agama yang diamalkan oleh si pemiliknya. Imam Syafi’i memiliki nasehat berharga di mana beliau berkata,

Ilmu adalah yang bermanfaat dan bukan hanya dihafalkan” (Siyar A’lamin Nubala, 10: 89)

Sudahkah ilmumu bermanfaat anak muda1

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang semakin membuat seseorang mengenal Rabbnya. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bukan dicari untuk membanggakan diri dan sombong, sehingga ketika orang di bawahnya menyampaikan suatu ilmu, ia pun menerima jika itu adalah kebenaran. Ilmu yang bermanfaat membuat seseorang tidak gila dunia, tidak mencari popularitas dan tidak ingin dirinya tenar. Ilmu yang bermanfaat tidak menjadikan seseorang sombong di hadapan yang lain dan tidak sampai membodoh-bodohi yang lain. Jika ada yang menyelisihi ajaran Rasul, maka ia mengkritiknya karena Allah subhanahu wa ta’ala, bukan marah  karena selain Allah subhanahu wa ta’ala atau bukan karena ingin meninggikan derajatnya. Ilmu yang bermanfaat membuat seseorang suuzhon pada dirinya sendiri (artinya: merasa dirinya penuh kekurangan) dan husnuzhon (berprasangka baik) pada orang-orang yang berilmu sebelumnya (para salaf). Ia selalu berprasangka bahwa yang lebih salaf darinya lebih utama.

Kita diajarkan setelah shalat Shubuh untuk membaca doa,

[Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa]

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima” (HR. Ibnu Majah no. 925, shahih).

Sudahkah ilmumu bermanfaat anak muda2

Kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahkan kita ilmu yang bermanfaat dan kita berlindung pada Allah subhanahu wa ta’ala dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah merasa puas dan dari doa yang tidak dikabulkan. Semoga kita menjadi manusia yang senantiasa bermanfaat bagi orang lain karena “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no. 3289).

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat – menasehati dalam kebenaran dan nasehat – menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>