Sudah Sampai Mana Pengembangan Energi Terbarukan Kita?

Sudah Sampai Mana Pengembangan Energi Terbarukan Kita?

Oleh: Dwi Novitasari

Seluk beluk tentang energi terbarukan masih sangat menarik untuk dibahas dari berbagai aspek. Mulai dari sumber daya, potensi, pemanfaatan hingga teknologi yang cocok untuk diterapkan. Tulisan kali ini, akan mencoba membahas, sudah sampai mana pengembangan energi baru dan terbarukan di negara kita?

Apa yang dimaksud dengan energi baru dan terbarukan?

Dalam peraturan pemerintah nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional disebutkan bahwa Energi Terbarukan adalah Energi yang berasal dari Sumber Energi Terbarukan. Sementara Sumber Energi Terbarukan adalah Sumber Energi yang dihasilkan dari Sumber Daya Energi yang berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari, aliran dan terjunan air, serta gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut.
Energi Baru adalah Energi yang berasal dari Sumber Energi Baru. Sumber Energi Baru adalah Sumber Energi yang dapat dihasilkan oleh teknologi baru, baik yang berasal dari Sumber Energi Terbarukan maupun Sumber Energi tak terbarukan, antara lain nuklir, hidrogen, gas metana batubara (coal bed methane), batubara tercairkan (liquified coal), dan batubara tergaskan (gasified coal).

Mengapa energi baru dan terbarukan?

Menurut Menteri ESDM, Sudirman Said, pada era sekarang dimana sumber-sumber energi fosil berupa minyak, gas, dan batu bara, perlahan tapi pasti akan menemui batas akhirnya jika tidak ditemukan cadangan baru. Cadangan minyak kita tinggal 12 tahun lamanya, cadangan gas tersisa hanya cukup dikonsumsi untuk masa 30 tahun ke depan; sedangkan batu bara kita mungkin akan cukup untuk menopang kebutuhan kita dalam 50 tahun ke depan. Namun demikian, berapapun besarnya cadangan tersisa, dan betapapun kita akan menemukan cadangan baru, tetap saja yang namanya energi fosil tetap akan habis pada waktunya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana dalam acara Talkshow Pameran Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2015 dengan tema “Efisiensi dan Diversifikasi Menentukan Kedaulatan Energi Indonesia” pada 29 April 2015 di Jakarta mengemukaan bahwa jika berbicara tentang kedaulatan energi, tidak ada pilihan lagi selain mendorong dan mengembangkan energi baru terbarukan, Ia menambahkan bahwa energi baru terbarukan bukan lagi pilihan, tetapi suatu keharusan. Hal ini juga telah tertuang dalam amanat UU Energi No 30, yaitu melakukan diversifikasi dan konservasi energi.
Indonesia sendiri memiliki potensi dan cadangan energi terbarukan yang belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimal. Potensi panas bumi Indonesia mencapai 28.8 MW, tenaga matahari 112 GWp, hiddro dan minihidro 75 GW, energi berbasis bayu memiliki potensi 950 MW, sedangkan biofuel dan biomassa memiliki potensi yang cukup besar, sekurang kurangnya 60GW.

Bauran Energi Nasional

Dalam publikasi yang dikeluarkan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) berjudul Ketahanan Energi Indonesia 2014, dituliskan bahwa kebijakan energi Indonesia tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang menggantikan Peraturan Presiden (Perpres) 05/2006 tentang topik yang sama. KEN disusun sebagai pedoman untuk memberi arah pengelolaan energi nasional guna mewujudkan kemandirian energi dan ketahanan energi nasional untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.

bauran energi primer Gambar 1 Bauran energi primer dalam KEN

Secara umum, target pengelolaan energi nasional digambarkan dalam Gambar 1. Target bauran energi primer untuk energi terbarukan terus mengalami peningkatan mulai 2025 hingga 2030 mencapai 31%. Maka pertanyaan yang patut kita sampaikan saat ini adalah, di tahun 2015 ini, sudah seberapa persen energi terbarukan masuk dalam komposisi bauran energi primer sesuai target yang yang telah dibuat?

Upaya Meningkatkan Komposisi Energi Baru Terbarukan dalam Bauran Energi Nasional

Upaya untuk mewujudkan target 31% dalam bauran energi nasional di tahun 2050, nampaknya digarap pemerintah dengan serius. Hal ini terbukti dari beberapa rencana yang telah disampaikan pemerintah mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga angin hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir. Selain itu, pada tahun 2016, dana pengembangan energi baru dan terbarukan akan naik sebesar 10 kali lipat dari tahun 2015, yaitu dari 1 triliun rupiah menjadi 10 triliun rupiah.

Untuk pengembangan PLTN 5000 MW di Indonesia, Rida Mulyana menuturkan bahwa, rencana pembangunan PLTN telah tertuang dalam white paper untuk pengembangan PLTN tahun 2025. Rida menjelaskan, dari sembilan belas persyaratan kesiapan infrastruktur yang sesuai dengan standar International Atomic Energy Agency (IAEA), hanya dua persyaratan yang belum dipenuhi, yaitu political will yang harus di-announce oleh pimpinan tertinggi. Selain itu, pemanfaatan energi baru terbarukan juga digarap melalui program Pembangunan Pembangkit 35.000 megawatt (MW) di Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Program ini telah diresmikan pada Senin, 04 Mei 2015.

Di sisi lain, Direktur Bioenergi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tisnaldi menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan pembangunan proyek percontohan (pilot project) pengembangan tenaga listrik (PLT) berbasis energi arus laut dengan kapasitas 1 megawatt (MW). Ia juga mengatakan bahwa dari data pemerintah, dalam kurun waktu 2013-2014 pengembangan energi baru terbarukan masih relatif kecil yaitu hanya 651 megawatt (MW). Dengan kondisi seperti itu, tidak mengherankan jika kontribusi listrik berbasis energi baru terbarukan terhadap listrik nasional baru mencapai 11 gigawatt (GW) dari elektrifikasi Indonesia yang masih 50 GW.

Melihat kondisi ini, jika kita kembali pada pertanyaan sudah sampai mana pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia? Maka jawabannya, suungguh masih jauh dari target yang ditentukan. Tetapi dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, semoga target yang telah dicanangkan bisa terwujud tepat waktu. Target ini adalah motivasi untuk terus melakukan pengembangan energi baru terbarukan.

Lebih dari itu, harapan dari pengembangan energi baru terbarukan di negeri ini semoga bermanfaat bagi
seluruh masyarakat Indonesia.

Referensi :
1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional
2. Ketahanan Energi Indonesia 2014, Dewan Energi Nasional
3. http://ebtke.esdm.go.id/post/2015/05/04/846/pltb.samas.pembangkit.angin.terbesar.pertama.di.ind
onesia
4. http://ebtke.esdm.go.id/post/2015/04/30/842/energi.baru.terbarukan.kunci.kedaulatan.energi
5. http://ebtke.esdm.go.id/post/2015/04/20/833/2016.anggaran.ebt.meningkat.10.kali.lipat
6. http://ebtke.esdm.go.id/post/2015/05/04/843/indonesia.akan.kembangkan.pltn.5000.mw
7. http://ebtke.esdm.go.id/post/2015/05/04/846/pltb.samas.pembangkit.angin.terbesar.pertama.di.ind
onesia
8. http://ebtke.esdm.go.id/post/2015/05/15/856/pemerintah.akan.bangun.pilot.project.plt.arus.laut

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>