Semangat yang Bersembunyi…

27569631E

oleh Linda Maya Sari

Tidak ingin kukatakan hilang, sebab masih ingin kulekatkan husnudzon dalam diri dengan hanya berkata,

“ semangatku sedang bersembunyi ,,, “

Bukan hilang. Keyakinanku masih menegaskan bahwa sang semangat masih setia, hanya saja sering bersembunyi.

Tidak bingung harus mencari kemana, namun terkadang ku buat bingung dan berkata,

“ ukh ,,, minta nasehat, saya sedang tidak bersemangat ,,, “

Hmmm ,,, sebenarnya, hanya malas menggerakkan sedikit gerak untuk mencari sang semangat yang sedang bersembunyi. Malas mencari. Hanya membiarkan.

Tidak harus bingung mengapa sang semangat hobi bersembunyi, bisa jadi terlalu sering mengabaikan keberadaannya. Tak langsung  bersegera dengan gagasan tulusnya. Dan lebih hobi lagi menenangkan sang semangat dan berkata,

“ nanti saja dulu ,,, “

Semangat menunda jauh lebih bergairah dari semangat menyegarakan.

Dan nantinya menghela nafas sambil bergumam,

“ rasanya waktu 24 jam tidak cukup ya ,,,, “

Lengkap dengan ekspresi sebagi insan yang paling malang dengan banyak amanah. Memang waktu yang 24 jam ini tidak akan cukup untuk melayani hal yang tidak penting. Bercengkrama yang lebih dari sering, bercanda yang bukan lagi sekadar selingan, atau tidur yang lebih dari cukup. Hmmm, namun masih saja berdalih,

“ waktu 24 jam ini rasanya tidak cukup ,, “

Tafadhal, jangan membagi waktu, tapi mengalikan waktu. Sebab ketika membagi tidak akan pernah cukup, namun saat mengali insyaAllah jauh lebih berkualitas. (rumus dari seorang hamba Allah).

Kembali lagi berkisah tentang sang semangat

Tidak harus bingung dengan nya yang bersembunyi, karena terkadang diri ini juga enggan dengan keberadaannya, malu dengan kehadirannya. Karena terlihat gerak saudari yang masih melambatkan, hingga takut mendahului, khawatir mendengar kalimat ,,,”terlalu semangat ,, sok semangat ,, atau derivatnya ,,,”

padahal memang harus bersemangat, wajib bersegera.

Semangat itu memang sedang bersembunyi.

Hendak dicari kemanakah ?

Tak perlu resah. Sebab ia ada dalam nafs-mu, selau disitu tak pernah pergi. Tapi, kawan ,,, dia hanya sering bersembunyi. Bisa jadi malu menyaksikan jasad dan ruh ini yang tidak jua membuktikan cinta padaNya. Layak bagi  sang semangat untuk bersembunyi, sangat layak.

Dan ia juga ada di tiap jiwa sahabatmu.

Jangan dikira dirimu lebih semangat dari mereka hingga gemar memberi nasehat pada tiap-tiap insan. Hmmm, namun agak lupa dengan nafs-mu hingga seluruh  yang ada pada dirimu  tercengang, melongo mendengar kata-kata bijak nan santun menyemangati darimu , padahal hakikatnya ,,, semangatmu  lagi enggan bertemu dengamu. Dan sekarang, kamu sibuk dengan agenda “menyemangati” dengan mengabaikan dirimu yang sedang lengang dengan semangat.

 

Luangkan lah dulu waktu untuk mencari sang semangat yang bersembunyi.

Cari di kolong hatimu ,,, di lorong jiwa .,.

Temukan di wajah tulus sahabatmmu ,,, temukan di lafadz santun saudarimu ,,,

Dapati di tiap  jalan yang kamu lalui ,,, ditiap kejadian yang kamu alami ..

Tidak jauh-jauh.

Luangkanlah waktu. Hingga hidupmu tidak sekadar hidup.

Hanya seperti jasad sempurna yang berjalan tanpa ruh.

Sangat menakutkan.

Luangkanlah waktu. Hingga semangat mu kau temui masih berwujud utuh untuk kau ajak membersamaimu menghamba padaNya.

Sangat mengagumkan bukan ,, kerja bersama antara dirimu dengan semangatmu.

Hingga tak hanya berakhir dengan tiga kalimat ,,

Fulanah binti fulan

Lahir tanggal sekian

Wafat tanggal sekian

 

Dan semua berakhir. SELESAI.

CSK

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>