Riya’, Waspadalah! Waspadalah!

riyaDitulis oleh Latifah Nurul Q.

Dikisahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullaah SAW bersabda:

Sesungguhnya orang yang pertama akan diadili oleh Allah adalah seseorang yang mati syahid (di mata manusia), maka orang ini didatangkan (menghadap Allah), diberitahukan kepadanya nikmat-nikmatNya dan iapun mengetahuinya. Maka Allah bertanya kepadanya, “Apa yang engkau lakukan di dalam nikmat tersebut?” Maka ia menjawab, “Sungguh aku telah berperang karena Engkau, sehingga aku mati syahid.” Maka Allah berfirman: “Engkau dusta. Akan tetapi engkau berperang supaya dikatakanpemberani dan pujian itu telah engkau dapatkan,” kemudian orang ini diperintahkan agar dicampakkan wajahnya ke dalam api neraka. Kemudian orang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur’an, maka orang ini didatangkan (menghadap Allah), diberitahukan kepadanya nikmat-nikmatNya dan iapun mengetahuinya. Maka Allah bertanya kepadanya, “Apa yang engkau lakukan di dalam nikmat tersebut?” Orang ini menjawab,”Sesungguhnya aku telah mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan aku membaca Al Qur’an karena Engkau.” Maka Allah menjawab, “Engkau berdusta, akan tetapi engkau belajar ilmu agar dikatakan ‘alim dan membaca Al Qur’an supaya dikatakan qari’, dan pujian itu telah engkau dapatkan.” Kemudian orang ini diperintahkan agar dicampakkan wajahnya ke dalam api neraka. Kemudian orang yang diberi keluasan rizki oleh Allah, maka Allah memberikan kepadanya berbagai macam harta. Maka orang ini didatangkan (menghadap Allah), diberitahukan kepadanya nikmat-nikmatNya dan iapun mengetahuinya. Maka Allah bertanya kepadanya, “Apa yang engkau lakukan di dalam nikmat tersebut?” Orang ini menjawab, “Tidaklah aku meninggalkan satu jalan yang Engkau cintai untuk diinfakkan di dalamnya, kecuali aku menginfakkan di jalan tersebut karena Engkau,” maka Allah berfirman, “Engkau dusta, akan tetapi engkau berinfak supaya dikatakan dermawan dan pujian itu telah dikatakan.” Kemudian orang ini diperintahkan agar dicampakkan wajahnya ke dalam api neraka (HR. Muslim)

Bukankan ketiga orang ini melakukan amalan yang mulia? Pun mereka sudah bersusah payah melakukannya? Lalu, kenapa mereka dicampakkan Allah ke dalam neraka? Ya, tiada lain karena mereka melakukannya bukan karena Allah semata, tetapi karena ingin dipandang manusia. Itulah yang disebut dengan riya’.

Rasulullah SAW sangat mengkhawatirkan bahaya riya’ atas umat Islam ini, lebih dari kekhawatiran beliau terhadap bahaya Dajjal. Beliau bersabda:

Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang lebih aku takutkan daripada Dajjal. Kami menyatakan “Tentu!” Beliau bersabda, “Syirik khofi (syirik yang tersembunyi). Yaitu seseorang mengerjakan shalat, lalu ia membaguskan shalatnya karena ia melihat seseorang memandangnya. (HR. Ibnu Majah)

Sebenarnya apa penyebab riya’? Karena setiap jiwa manusia memiliki kecenderungan kepada pujian, kepemimpinan, dan kedudukan yang tinggi di hadapan orang lain. Al Muhasibi menjelaskan yang menjadi penyebab riya’ adalah senang dipuji dan takut dicela, tunduk pada dunia, dan tamak kepada yang dimiliki orang lain.

Kita sudah mengetahui bahaya riya’, sudah tahu faktor penyebabnya, lalu bagaimana kiat untuk mengobatinya? Diantaranya adalah dengan memohon perlindungan Allah agar terhindar dari penyakit riya’ ini, mengenal riya’ dan berusaha menghindarinya, senantiasa mengingat akibat buruk dari perbuatan riya’ ini, menyembunyikan dan merahasiakan amal ibadah,terus berlatih untuk menghindari riya’ dan bersungguh-sungguh.

Nah, Ramadhan tinggal menghitung hari. Sudahkah kita siap berjumpa dengan bulan suci penuh berkah ini? Mari bersama memoles diri, mempercantik hati, dan menjernihkan pikiran supaya kita dapat melaksanakan amalan-amalan baik wajib maupun sunnah di bulan suci ini. Ingat!Mari kita lakukan itu semua dengan ikhlas lillaahi ta’ala, bukan karena ingin dipandang manusia.

Wallaahu a’lam.

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>