Rezeki yang Berkah

foto: maricari.com

foto: maricari.com

oleh Afni Kumala Wardhani

PAS ada uang, kalo PAS gak ada … ya gak apa-apa… 

Hidup PAS-PAS an = PAS butuh, PAS ada

Di suatu siang, sekelompok sahabat sedang mengadakan rapat kegiatan. Berikut cuplikan diskusinya.

Ketua pelaksana (dengan nada berat): ”Ehem…”

“Kawan-kawan, ada hal penting yang harus saya sampaikan terkait dana kegiatan”.

“Jika dihitung-hitung, dana kegiatan kita tidak mencukupi untuk melaksankan kegiatan ini. Mungkin ada yang punya solusi?”

Para anggota rapat terdiam. Semua terpaku pada slide yang menampilkan rententan anggaran dana kegiatan, sembari memutar-mutar bola matanya mencari celah agar ada anggaran yang dapat dimimalisir alias dipotong atau ada solusi lain yang dapat dilakukan. Beberapa wajah mengernyitkan dahi, ada yang menatap slide tanpa berkedip, ada yang menopang dagu tanpa ekspresi, ada yang memegang kepalanya yang condong ke kiri (sepertinya berat sebelah) dan ada pula yang memejamkan mata berharap ini hanya mimpi yang dapat segera berakhir.

Akhirnya bendahara kegiatan angkat suara (sembari mengangkat tangan meminta izin berpendapat), “Saya usul Pak Ketupel”. Dengan mantap Ketua Pelaksana mengangguk memberi isyarat perizinan. Semua mata menuju Bendahara Kegiatan dengan penuh harap dan cemas. “Saya usul untuk menutupi kekurangan dengan iuran dari panitia kegiatan”.

Seet….. Semua mata saling pandang dengan tatapan agak kaget.

Ketua Pelaksana     : “Bisa saja itu dilakukan tapi untuk menutupi kekurangan tersebut, masih belum bisa menambal kekurangan yang ada”

Semua terdiam lagi.

Salah satu anggoata rapat angkat bicara.

Anggota                     :” Bagaimana jika kita menghubungi alumni?”

Hening

Anggota                      : (sembari sesekali melirik smartphonenya)

“Alhamdulillah ada beberapa alumni yang bersedia memberi pinjaman, insya Allah dapat menutupi kekurangan tersebut”

Alhamdulillah… Serentak semua mengucap hamdalah dengan kompak. Ketua menghela napas panjang. Matanya kian berbinar.

Beberapa hari setelah kegiatan berlangsung, seluruh pengurus berkumpul kembali. Mereka sedang mengadakan rapat evaluasi kegiatan.

Ketua Pelaksana               :”kawan-kawan, Alhamdulillah dana yang dipinjamkan dari Alumni telah diikhlaskan”

Serentak semua anggota berucap syukur : “ Alhamdulillah…

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS Al Baqoroh [2]:261)

Pembaca yang budiman, sekilas cerita di atas mungkin pernah atau kerap kali dialami oleh beberapa aktivis. Saat kegiatan tetap harus berjalan, namun di tengah perjalanan ada berbagai kendala yang dijumpai. Saat kita menyatukan tekad, ikhtiar maksimal dan hati tetap menuju ridho ilahi, pasti jalan keluar itu ada. Pertolongan Allah SWT bagi hambaNya itu pasti ada. Allah itu Maha baik, semua kebutuhan kita telah diatur olehNya.

Allah memberi rezeki pada hambanya dari jalan yang tidak disangka. Kita sudah berusaha mencari rezeki dari arah kanan, kiri, depan, dan belakang. Ternyata Allah mengirimkan rezeki itu dari atas, yang mungkin tidak pernah kita sangka. Seperti firman Allah SWT dalam Al-qur’an,

Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluanya)-nya (QS Al-Thalaq [65]:3)

Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka- sangka (QS Al Thalaq [65]:3)

Allah SWT telah menjamin rezeki bagi setiap makhlukNya. Rezeki itu pasti ada, seperti halnya napas yang ada dalam diri kita. Saat bayi berada dalam kandungan, dia belum mampu mencari makanan tetapi Allah beri dia ari-ari yang memungkinkan bayi tersebut untuk makan bersama. Saat dia lahir, dia belum bisa makan apa-apa, tapi dia bisa minum asi ibunya. Bayi tumbuh menjad manusia dewasa yang semakin kuat baik fisik maupun akalnya, sehingga ikhtiar untuk mencari rezeki harus semakin besar dan gigih. Seperti pada sebuah syair kuno,

Di Afrika, seekor singa bangun dan berkata dia harus berlari jauh lebih kencang dibanding lari rusa yang paling lamban, jika tidak dia akan mati kelaparan.

Di Afrika, seekor rusa bangun dan berkata, dia harus berlari jauh lebih kencang dibandingkan lari singa yang paling cepat, jika tidak dia akan mati.

Bergeraklah sebelum pagi datang atau sebelum fajar untuk menjemput rezeki

Rezeki yang pas-pasan, pas butuh pas ada itu adalah berkah. Artinya rezeki itu datang di saat yang tepat dengan takaran yang tepat. Hal itu tidak mungkin terjadi secara spontan tanpa ada yang mengatur bahkan sama sekali bukan kita yang mengatur. Ada yang Maha Tahu akan seberapa rezeki yang kita butuhkan. Wadah rezeki tiap individu itu bisa saja berbeda-beda. Ada yang sebesar drum, ada pula yang seember atau secangkir bahkan mungkin sekecil tutup botol. Bukan soal wadahnya tapi seberapa deras air yang mengucur mengisi wadah itu. Rezeki yang berkah itu seperti air mengalir di tanah yang subur, alirannya memberikan manfaat. Bedanya dengan rezeki yang tidak berkah laksana menyiram air di padang pasir, akan hilang tak berbekas.

Apa itu rezeki yang berkah?

Rezeki yang berkah adalah rezeki yang memberikan manfaat atau nilai kebaikan. Nilai kebaikan itu dalam bentuk kenikmatan dan kebahagiaan yang sering disebut sebagai berkah. Secara etimologi berkah diambil dari bahasa Arab yaitu Baraka-yabruku-burukan wa barokatan, yang berarti kenikmatan dan kebahagiaan. Kata berkah berasal dari baraka (berkah), artinya sesuatu yang memiliki nilai kebaikan. Sedangkan jika kata berkah dibalik akan menjadi karaba atau kurbah, yang memiliki makna kebalikanya (keburukan), seperti susah, sedih, duka dan kawan-kawannya. Kata berkah sering digandengkan dengan rezeki yang berkah, hidup yang berkah. Inti dari kesemuanya untuk mendapatkan nilai kebaikan.

Untuk mendapat keberkahan dari rezeki ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Seperti yang telah dijelaskan dalam QS Al- Thalaq [65]:3, bahwa kita hendaknya bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal adalah usaha maksimal dengan hati tetap menuju Allah. Selain gigih mencari rezeki, kita juga harus melakukan amalan yang disukai Allah. Amalan yang dapat membuka rezeki seperti sholat tepat waktu, perbanyak istigfar, silaturahim dan sedekah. Insya Alah pertolongan Allah pasti datang. Berat ringan hidup ini bergantung apakah Allah menolong kita atau tidak. Barang siapa ingin mengetahui kedudukan dirinya di sisi Allah, hendaknya dia mengetahui kedudukan Allah di hatinya. (afn/run)

Comments ( 3 )

  1. / ReplyUKM Birohmah Unila
    Terimakasih admin atas tulisannya. Sangat bermanfaat sekali.
  2. / Replyguruilmuan.blogspot.com
    Bagus, sangat memotivasi saya untuk senantiasa mensyukuri rizki dari Allah SWT>. thanks,. atas artikelnya.. salam kenal ya
  3. / Replyguruilmuan.blogspot.com
    bermanfaat artikelnya..

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>