Penuntun Presentasi Ilmiah

akproJika perkataan itu keluar dari relung hati, maka ia akan masuk relung hati pula. Jika perkataan keluar dari ujung lidah, maka untuk mencapai telingapun akan sulit” kutipan Budi Rahardjo dari buku kumpulan Khutbah Syaikh Al-Qardhawi menggambarkan kekuatan komunikasi lisan yang disampaikan dengan baik. Penyampaian informasi dari komunikasi lisan yang baik dapat membekas dalam hati audiens. Salah satu metode komunikasi lisan yang sering dimanfaatkan mahasiwa yaitu presentasi. Mahasiswa melakukan presentasi dalam keadaan formal seperti presentasi sidang thesis ataupun informal seperti seminar ilmiah atau hasil tugas kuliah. Kemampuan memberikan presentasi yang baik merupakan hal yang esensial bagi mahasiswa khususnya mahasiswa pascasarjana. Keesensialan kemampuan presentasi bagi mahasiswa menuntun kami (Departemen Akpro Kamil Pascasarjana) untuk melakukan workshop penuntunan presentasi ilmiah. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 26 Mei 2014 di Ruang Serba Guna lantai 1 (American Corner) Perpustakaan Pusat ITB dengan pembicara Dr. Yogi Wibisono Budhi.

Sebelum melaksanakan presentasi ilmiah, penyaji harus memperhatikan beberapa hal yaitu kemampuan teknis pendengar dan waktu presentasi. Presentasi bagi pendengar yang memahami materi kita secara teknis tidak terlalu suka dengan presentasi yang bertele-tele. Sedangkan pendengar dengan kemampuan teknis yang berbeda dengan materi kita akan sangat kesulitan memahami materi dengan penggunaan bahasa teknis yang banyak. Waktu presentasi yang disediakan harus jad perhatian penyaji karena presentasi yang terlalu lama akan mengakibatkan penyampaian informasi tidak optimal bahkan dalam kasus presesntasi sidang thesis dapat dihentikan sebelum kesimpulan tersampaikan. Presentasi dengan penggunaan waktu yang terlalu singkat mengindikasikan pengetahuan penyaji yang kurang.

Presentasi lisan ilmiah bertujuan menyampaikan tentang ilmu pengetahuan bagi audiens. Ketertarikan audiens dalam mendengarkan presentasi berkolerasi dengan ketersampaian informasi secara utuh bagi mereka. Beberapa kendala yang dapat mengalihkan ketertarikan pendengar atas presentasi yang diberikan disebabkan kesulitan memahami dan kehilangan minat. Perhatian pendengar dalam mendengarkan presentasi memiliki pola tertentu. Perhatian pendengar akan tinggi disaat presentasi dimulai. Perhatian akan menurun ketika materi pokok disampaikan dan akan meningkat kembali ketika bagian kesimpulan dibicarakan. Kondisi ini menuntun kita presenter untuk mengkondisikan perhatian pendengar untuk tetap tinggi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu

  1. Pendengar memiliki ketertarikan tinggi pada bagian awal sehingga harus menjadi perhatian utama presenter untuk menarik minat pendengar dengan menyampaikan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan secara jelas dan singkat.
  2. Pembagian materi menjadi beberapa bagian dapat dilakukan sehingga kita bisa menyampaikan kesimpulan sela di masing-masing materi dan perhatian pendengar dapat dikondisikan tinggi disaat penyampaikan materi pokok.

Kesalahan-kesalahan yang dapat menyebabkan perhatian pendengar teralihkan juga harus dihindari dalam presentasi oral. Kesalahan tersebut dapat disebabkan oleh penyaji dan penyajiannya ataupun hal lainnya. Kesalahan yang disebabkan diluar kendali penyaji seperti sound system, overhead projector (OHP) atau infocus, temperatur ruangan yang terlalu dingin atau panas. Kesalahan ini harus diperhatikan penyaji dan ditangani sebelum mulai presentasi. Kesalahan yang disebabkan oleh penyaji seperti asumsi pendengar memiliki kesamaan dengan penyaji, penggunaan kata-kata yang tidak umum. Kesalahan yang disebabkan oleh penyajiannya meliputi visualisasi slide yang tidak baik seperti tranparansi slide tidak tepat sehingga tulisan tidak terbaca jelas, ukuran tulisan terlalu kecil, kapasitas slide yang terlalu padat dan jumlah slide yang terlalu banyak.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kesalahan di atas yang diuraikan pada workshop “Penuntun Presentasi” sebagai berikut:

  1. Persiapkan bahan presentasi secara matang dengan memulai pembuatan materi presentasi sedini mungkin dan tidak tergesa-gesa, memahami pokok pembahasan materi dan latar belakang pendengar;
  2. Pelajari bidang yang disampaikan sehingga dapat dikuasai dengan cara perbanyak latihan, buat daftar tanya jawab dan pahami makna kata demi kata;
  3. Pemilihan materi yang dianggap penting dan menarikserta buatlah urutan sehingga pesentasi dapat mengalir untuk mempermudah petakan dalam bentuk “outline”;
  4. Pembukaan presentasi lakukan secara perlahan-lahan dengan salah satu contoh kalimat pembuka “Terima kasih saudara moderator atas kesempatan yang diberikan, Bapak dan Ibu sekalian (ikuti dengan beberapa detik diam untuk melihat apakah pendengar sudah siap sambil memaksa pendengar mendengarkan)”;
  5. Penataan slide presentasi harus dilakukan secara baik dengan mengisi seluruh ruang slide dengan penggunaan tulisan seminimal mungkin dan hindari penggunaan tabel. Ruang slide sebaiknya diisi dengan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Penggunaan video atau movie dapat dilakukan untuk menarik perhatian pendengar;
  6. Penggunaan visual aids memenuhi kriteria huruf besar dan jelas, latar belakang tidak terlalu ramai dan kontras dengan tulisan, penjelasan gambar secukupnya dan hindari kalimat lengkap, sebaiknya gunakan pokok-pokoknya saja. Penomoran slide harus dilakukan dan tiap slide diberikan judul;
  7. Pengkondisian komunikasi dengan menciptakan komunikasi dua arah terhadap pendengar dengan kontak mata, tidak berdiri kaku, terlalu jauh atau menghalangi layar dan bicaralah dengan keras dan jelas;
  8. Pengaturan manajemen waktu yang baik, perkirakan jumlah slide dengan waktu yang tersedia dan hindari buru-buru dalam presentasi
  9. Mayoritas orang akan gugup saat presentasi, untuk itu selain latihan perlu siapkan mental seperti berdoa dan minta doa restu serta yakin bahwa anda adalah person in charge.
  10. Penutupan presentasi dapat dilakukan dengan menggunakan kalimat “Bapa dan Ibu sekalian, saya harap saya telah memberikan informasi terbaik tentang ……………… Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan, saya akan senang hati mencoba menjawabnya”.

Dua hal utama yang harus diperhatikan pemateri adalah penyampaian informasi dari pemateri ke pendengar bukan menyampaikan laporan secara keseluruhan dan pemahaman bagaimana pendengar mengerti pesan yang disampaikan.

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>