The Winner of SDA-1 Competition, Congratulation!

Salam ilmiah! Selamat kepada pemenang šŸ™‚

selamat essay 1_001IMG-20150524-WA0014

Berikut essay yang menjadi pemenang di SDA-1 ini.
Check it out! šŸ˜€

Setting Tekntonik di Indonesia: Seberapa Pentingkah?

Oleh: Resti Ayu Lestari

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Lirik lagu Koes Plus yang akrab di telinga ini sangat menggambarkan kekayaan alam Indonesia. Laut Indonesia kaya akan ekosistem berupa ikan untuk dikonsumsi, terumbu karang sebagai tempat berlindung ikan ataupun aneka tumbuhan dan hewan laut yang dapat dinikmati keindahannya. Selain itu, tanah yang subur juga menambah kekayaan alam Indonesia. Tanah yang subur memungkinkan Indonesia dianugerahi beraneka jenis tanaman baik untuk dikonsumsi, bahan baku produksi ataupun sebagai tanaman hias. Kekayaan tambang juga menambah deretan pembuktian bahwa Indonesia memang dianugerahi ā€œtanah surgaā€. Kekayaan tambang berupa batu bara, minyak bumi, gas alam serta beraneka jenis logam jika dikelola dengan baik sudah pasti akan memakmurkan rakyat Indonesia tanpa mengharapkan bantuan dari Negara luar.

Kekayaan alam Indonesia ini tidak terlepas dari letak Indonesia yang berada di daerah tropis yang merupakan pertemuan antara tiga lempeng besar, Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan di utara Irian dan Maluku utara tabrakan lempeng Indo-Australia ini bertabrakan lagi dengan lempeng pasifik. Hal ini mengakibatkan kayanya biodiversitas Indonesia. Meskipun Indonesia hanya meliputi sekitar 4 % dari luas daratan di Bumi, tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu banyak mamalia, (1/8 dari jumlah yang terdapat di dunia). Bayangkan, satu dari enam burung, amfibia, dan reptilia dunia terdapat di Indonesia dan satu dari sepuluh tumbuhan dunia terdapat di Indonesia (Kartawinata dan Whitten, 1991).

Tabrakan tiga lempeng tektonik ini juga mengakibatkan terdapatnya banyak gunung api di Indonesia. Lempeng tektonik ini terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Bila hal ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Jadi, tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudera Hindia, seringkali diikuti dengan tsunami dan peningkatan aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatera dan Jawa. Meletusnya gunung Krakatau tahun 1883, tsunami Aceh tahun 2004, gempa bumi Yogyakarta tahun 2006, gempa bumi Sumatera Barat tahun 2008, serta bencana alam lainnya merupakan bukti yang menunjukkan potensi bencana alam yang cukup besar di Indonesia karena pengaruh tektonik.

Walaupun potensi gempa dan bencana alam di Indonesia cukup besar, namun di balik semua itu Indonesia dianugerahi kelimpahan sumber daya alam berupa bahan tambang, kekayaan biodiversitas dan lain sebagainya. Disini dapat kita lihat bukti bahwa Sang Pencipta alam semesta ini sangat adil. Rasa syukur kepada Sang Pencipta semoga menjauhkan kita dari kemungkinan terjadinya bencana alam ini.

Saat ini Resti Ayu Lestari sedang menempuh magister di jurusanĀ Teknik Lingkungan. Untuk menghubungi Resti bisa langsugn email keĀ Ā estari.restiayu@gmail.com

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>