Panduan Lengkap Rahasia Liburan Asyik, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan

mudikMomen ramadhan setiap tahunnya di Indonesia pasti selalu diramaikan oleh suatu tradisi yang sudah lestari dari dahulu kala, yup, apalagi kalau bukan mudik atau istilah ‘resminya’ adalah pulang kampung. Tidak peduli merantau hingga ke negeri orang, ujung-ujungnya pasti ingat dan ingin kembali ke pangkuan kampung halaman. Ditambah lagi, momen ramadhan dan idul fitri 1434 H yang jatuh pada bulan Juli – Agustus 2013, bertepatan dengan musim liburan sekolah, menyebabkan jatah liburan menjadi bertambah hingga hampir 3 bulan (mahasiswa only yaa) ^_^

Tentunya banyak dari kita yang sudah lama menunggu liburan panjang sekaligus mudik bersilaturahmi ke saudara dan kerabat di kampung halaman. Nah, agar momentum mudik kali ini dapat terlaksana dengan asyik, nyaman, aman, dan menyenangkan, pada kesempatan ini Kamil Pascasarjana ITB mencoba untuk membagi tips dan trik bepergian kepada calon-calon mudikers. Baiklah, tidak usah panjang lebar lagi, langsung kita simak panduan lengkapnya berikut ini:

Rencanakan waktu liburan

Tahap ini merupakan salah satu tahap yang sangat penting. Kesalahan/kurangnya perencanaan dapat mengakibatkan liburan impian menjadi berantakan. Perencanaan sebaiknya dilakukan jauh hari sebelumnya agar kita masih mempunyai waktu untuk mengatur segala keperluannya.  Setidaknya dalam perencanaan telah jelas tempat yang dituju, menggunakan moda transportasi apa, kemudian apa saja yang akan dilakukan selama di sana.

Tuntaskan segala kewajiban penting

Sebelum berlibur, sangat direkomendasikan untuk menuntaskan segala kewajiban penting terlebih dahulu agar liburan kita menjadi tenang dan menyenangkan. Agar memudahkan, disarankan untuk membuat timeline sehingga lebih mudah terkontrol. Misalnya bagi mahasiswa yang aktif mengisi kegiatan liburan ini dengan menjadi panitia ‘kaderisasi’ ataupun amanah keorganisasian yang lain. Sebelum mudik, selesaikanlah terlebih dahulu semua kewajiban yang merupakan tanggung jawab kita. Semakin ditunda tentunya akan menumpuk dan membuat liburan kita tidak tenang. Siapa sih yang mau liburannya diganggu telepon dan email kerjaan?

Pastikan tiket perjalanan sudah di tangan

Ketika waktu dan tujuan sudah ditetapkan, sangat penting untuk memperoleh tiket transportasi seawal mungkin. Sudah menjadi tradisi dan hukum ekonomi, tingginya permintaan tiket dan bertepatan dengan momen liburan, berujung pada tingginya harga tiket yang ditawarkan. Kenaikan harga tiket dari harga normal ini diperparah dengan ketidaksiapan pemudik ‘berburu’ tiket baru pada hari-hari menjelang keberangkatan. Jadilah mereka harus menebus harga tiket yang sudah mengorbit angkasa demi tetap dapat bercengekerama dengan karib kerabat di kampung halaman.

Sedikit tips untuk berburu tiket, direkomendasikan sudah mulai ‘blusukan’ ke penyedia jasa transportasi setidaknya 3-2 bulan sebelum tanggal mudiknya agar masih mungkin memperoleh harga tiket termurah dan barangkali bisa pilih tempat duduk yang diinginkan (syarat dan ketentuan berlaku ya, hehe). Oh iya, sebaiknya mulai dengan menggunakan media tiket online (disarankan langsung mampir ke website penyedia jasa transportasi yang resmi dan booking tiket di sana). Setidaknya kita sudah punya gambaran harga tiket yang ditawarkan untuk tanggal mudik tersebut dan masih bisa membandingkan harga tersebut dengan harga dari provider angkutan lainnya. Cara konvensional dengan beli tiket langsung di loket resmi juga masih dapat ditempuh.

Persiapkan perbekalan sebaik mungkin

Oke, tiket sudah di tangan, segala kewajiban sudah beres, saatnya mempersiapkan perbekalan sebelum mudik. Kegiatan yang populer dengan istilah packing ini merupakan kegiatan yang lumrah dipersiapkan menjelang keberangkatan. Secara umum, ada dua jenis packing yang dipersiapkan. Pertama adalah mempersiapkan perlengkapan sehari-hari yang diperlukan setibanya di tempat tujuan, meliputi pakaian, perlengkapan kebersihan diri, dan obat-obatan pribadi. Kedua adalah packing yang sifatnya habis ketika tiba di tujuan. Jenis packing yang kedua ini populer dengan istilah oleh-oleh, souvenir , atau buah tangan. Oleh-oleh yang biasa dibawa adalah makanan khas, pakaian, mainan, dan lembaran uang baru pecahan kecil-sedang (yang disebutkan terakhir inilah yang paling ditunggu, hehe).

Adapun jenis packing lain yang biasanya tidak lupa untuk dibawa antara lain dokumen identitas diri (KTP, SIM, paspor, kartu anggota rental komik, dan sejenisnya 😀 ), dokumen dan surat-surat penting/berharga (ijazah dari pra-TK sampai S3+, sertifikat dari berbagai training dan seminar hingga sertifikat tanah ukuran 2×1 m persegi  O_o). Tidak boleh ketinggalan packing finansial berupa lembaran-lembaran uang tunai dari yang bawa golok sampai yang berpeci merah yang disiagakan untuk keperluan selama di perjalanan.

Tips packing yang cukup berguna adalah dengan membatasi ukuran dan jumlah bawaan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Sebagai contoh, jika tujuan liburan adalah ke pantai, hindari membawa mantel bulu tebal khas penjelajah kutub selatan (ya iyalah..). Kemudian jika direncanakan berlibur selama seminggu, sebaiknya jumlah pakaian yang dibawa tidak untuk persiapan sebulan karena pasti mubazir, kecuali Anda merupakan tipe orang yang selalu ganti pakaian setiap jam atau Anda adalah juragan pakaian.

Pengecekan akhir sebelum mudik

Setelah semua persiapan dilakukan, pastikan agar mengecek hal-hal berikut ini sebelum berangkat:

  1. Pastikan kunci semua pintu dan jendela masih berfungsi baik. Setelahnya jangan lupa dikunci.
  2. Cabut semua steker (colokan) kabel listrik dari stop kontak.
  3. Lepaskan selang regulator gas dari tabung gasnya untuk Anda yang menggunakan kompor gas.
  4. Buanglah sampah organik seperti limbah dapur yang mudah membusuk.
  5. Berilah kesan seakan-akan rumah Anda ada yang menghuni dengan cara menyalakan lampu luar rumah dan beberapa lampu dalam, menaruh beberapa pasang sepatu dan sandal di teras. Akan lebih baik lagi jika Anda memasang pengendali waktu otomatis untuk menyalakan dan mematikan lampu rumah.
  6. Isi penuh kebutuhan energi listrik untuk perlengkapan gadget Anda (HP, tablet, laptop) dan sumber cadangan energinya sekalian. Oh iya, pastikan juga perlengkapan komunikasi tersebut masih ada pulsanya (namanya alat komunikasi ya pasti harus bisa dipakai komunikasi kan? Setuju?)
  7. Pasang kamera CCTV di sudut-sudut potensial rumah Anda (jika memiliki dana lebih tentunya) yang dapat dipantau setiap saat melalui secara online dan sekaligus mampu mengirimkan notifikasi jika gerakan mencurigakan yang terdeteksi.
  8. Bagi Anda yang akan bepergian dengan kendaraan pribadi, selalu cek dan ricek lagi perlengkapan keselamatan dan keamanan berkendara Anda. Sistem pengereman, kinerja mesin, sistem kendali, dan ketersediaan bahan bakar merupakan salah empat contoh aspek vital berkendara. Ingat, safety first!
  9. Terakhir, laporlah kepergian Anda kepada tetangga dan pihak berwenang di lingkungan tempat tinggal Anda, misalnya kepada pihak security, hansip, ataupun ketua RT/RW setempat. Pesankan mereka untuk rutin mengecek rumah Anda.

Aman dan nyaman selama perjalanan

Ok, tiket mudik sudah di tangan, segala kewajiban sudah beres, packing siap, saatnya berangkat. Karena perjalanan ke tempat tujuan biasanya memakan waktu yang lama dan kondisi di jalan yang beragam, menjaga keamanan dan kenyamanan diri sendiri selama perjalanan adalah kewajiban bagi setiap mudikers tanpa kecuali.

Berikut beberapa tips yang patut dicoba:

  1. Sesuaikan waktu keberangkatan yang sesuai dengan kenyamanan Anda. Umumnya keberangkatan pada malam atau setelah subuh merupakan waktu yang banyak dipilih karena cuaca relatif tidak panas, dapat sekalian beristirahat, dan harapannya jalur yang ditempuh minim kemacetan.
  2. Gunakanlah pakaian yang nyaman, tidak menggunakan perhiasan berlebihan, dan upayakan tidak mengeluarkan gadget canggih Anda di depan umum kecuali seperlunya saja.
  3. Simpanlah dompet, gadget, tiket, dan uang tunai di saku jaket bagian dalam atau kantong celana bagian belakang yang sekiranya menyulitkan orang lain untuk ‘mengeceknya’.
  4. Selalu sediakan makanan dan minuman sendiri. Hal ini mencegah Anda membeli selama di perjalanan di tempat-tempat yang ‘rawan’ disusupi modus kejahatan.
  5. Untuk Anda yang bepergian dengan kendaraan pribadi, ingatlah selalu untuk beristirahat di posko-posko mudik/rest area terpercaya ketika Anda merasa lelah. Memaksakan terus mengemudi ketika lelah dapat meningkatkan resiko kecelakaan.
  6. Terkadang, mengambil jalur ramai walaupun dengan resiko kemacetan, lebih baik daripada mengambil jalur sepi dan jarang dilalui orang karena boleh jadi jalur sepi tersebut rawan kriminalitas dan kecelakaan.
  7. Terakhir, mohonlah perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala dan bertawakkallah. Perhatikan adab-adab safar dan bacalah doa safar sesuai sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, antara lain:

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ

Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaahi, walaa haula walaa quwwata illa billaah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya)

قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

Maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?”

[HR Abu Dawud (no. 5095), at-Tirmidzi (no. 3426) dan Ibnu Hibban (no. 822), dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan syaikh al-Albani].

Dan doa safar berikut:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami pasti akan dikembalikan kepada Rabb kami. Ya Allah dalam perjalanan ini sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebajikan, ketakwaan serta perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah mudahkanlah perjalanan ini bagi kami dan dekatkanlah jaraknya yang jauh. Ya Allah, Engkaulah temanku dalam perjalanan dan yang mengurusi keluargaku. Ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesulitan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan dan kesialan pada harta dan keluarga.” [HR. Muslim no. 3339]

Demikian panduan lengkap bepergian untuk mudik dan liburan yang nyaman, aman, dan menyenangkan. Insya Allah dapat membantu untuk merencanakan liburan/mudik/safar dengan tujuan yang baik dan bermanfaat. Akhir kata, terima kasih yang sebesar-besarnya telah menyimak hingga akhir, mohon maaf atas segala kekurangan, semoga selamat sampai tujuan, sampaikan salam cinta dan ukhuwah dari Kamil Pascasarjana ITB kepada keluarga dan kerabat di tempat tujuan :).

@yudiprasetyo

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>