Apa Cukup Dengan Khusyu’ …… ?

Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Ibnu Mubarak (wafat tahun 181 H) yang telah menasihati seorang hamba yang dikenal sebagai ahli fiqh, ahli hadits, orang zuhud dan sering meneteskan air mata ketika beribadah kepada Allah, yaitu Fudhail bin ‘Iyadh (wafat 187 H). Meskipun Fudhail memiliki sifat – sifat terpuji, namun menurut Ibnu Mubarak, beliau perlu ditegur dan dinasihati. Maka Ibnu Mubarak mengirim sepucuk surat kepada Fudhail ‘bin Iyadh yang berisi nasihat dengan untaian kata yang tersusun dalam bait – bait syair yang sangat indah :

Yaa ‘Abidal Haramain

يا عابد الحرمين

يا عابد الحرمين لو أبصرتنا
لعلمت أنك في العبادة تلعب
من كان يخضب جيده بدموعه
فنحرونا بدماءنا تتخضب

أو كان يتعب خيله في باطل
فخيولنا يوم الكريهة تتعب
ريح العبير لكم و نحن عبيرنا
و هج السنابك و الغبار الأطيب

و لقد أتانا من مقال نبينا
قول صحيح صادق لا يكذب
لا يستوي غبار خيل الله في
أنف امرئ ودخان نار تلهب
هذا كتاب الله ينطق بيننا
ليس الشهيد بميت لا يكذب

 

Ya ‘Abidal Haramain

O ye who worships in the vicinity of the Two Holy Masjids! ‘O ye who worships in the vicinity of the Two Holy Masjids! If you but see us, you will realize that you are only jesting in worship. He who brings wetness to his cheek with his tears should know that our necks are being wet by our blood. He who tires his horses without purpose, now that our horses are getting tired in battle. Scent of perfume is yours, while ours is the glimmer of spears and the stench of dust [in battle]. We were narrated about in the speech of our Prophet, an authentic statement that never lies. That the dust that erupts by Allah’s horses and which fills the nostrils of a man shall never be combined with the smoke of a raging Fire. This, the Book of Allah speaks among us that the martyr is not dead, and the truth in Allah’s book cannot be denied

Wahai Hamba Allah yang Beribadah di Mesjid Al Haramain

Wahai manusia yang beribadah di Al Haramain (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi)
andaikan engkau melihat kami
Tentu akan mengerti bahwa engkau bermain-main dalam ibadah
Barang siapa lehernya bersimpah air mata
Maka, pangkal leher kami berlimpah darah tertumpah

Atau kudanya bersusah payah dalam kebatilan
Maka, kuda-kuda kami berletih lesu pada hari tiada kesenangan
Kalian menghirup aroma wewangian ,
sedangkan wewangian kami adalah kilatan kuku kuda dan debu yang paling semerbak

Dan telah datang kepada kita sabda Nabi kita
Sabda yang benar, jujur, tidak bisa didustakan
Tiada bersemayam debu kuda Allah pada hidung seseorang
Bersama asap api neraka yang menyala-nyala

Inilah Kitab Allah berwacana kepada kita
Tak bisa didustakan; Tidaklah para syuhada’ itu mati

Apa yang bisa dipelajari dari kisah ini :

1. Saling nasihat menasihati serta saling mengingatkan adalah sebuah kebiasaan yang selalu dilakukan oleh orang – orang shalih terdahulu. Se-shalih apapun seseorang masih membutuhkan nasihat dari saudaranya. Nasihat juga hendaknya disampaikan dengan bahasa dan cara yang baik serta dibingkai oleh kecintaan kepada Allah.

2. Ibnu Mubarak ingin mengingatkan kepada kita agar jangan merasa cukup mengisi kehidupan ini hanya dengan sekedar shalat dan berdo’a meskipun sampai membanjiri wajah dengan air mata, namun hendaknya hendaknya kehidupan ini juga diisi dengan berjuang di jalan Allah

3. Jika beribadah di Al Haramain (Mesjidil haram dan mesjid nabawi) dengan berlinang air mata saja masih dipandang belum cukup karena tidak ikut berjuang di jalan Allah, apalagi ibadah kita yang jauh dari kekhusyu’ an dan jauh dari linangan air mata takut kepada Allah.

4. Jadi apa cukup hanya dangan khusyu’ beribadah? tapi kita menolak untuk berpartisipasi menegakkan da’wah dan agama Allah.

# Disarikan dari buku : « Apa Cukup dengan Khusyu’ » karangan Ust. Saiful Islam Mubarak, Lc.

Sahabat-sahabat KAMIL Pascasarjana ITB tercinta, mari kita bermuhasabah dan menginstrospeksi diri kita masing-masing, jangan-jangan amal ibadah yang kita lakukan sampai saat ini masih sebatas main-main dan tidak ada nilainya di sisi Allah (astaghfirullahal ‘azhim). Oleh karena itu, di momen ramadhan sekarang ini marilah kita bersama meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah.

Salam Cinta untuk semua dari KAMIL Pascasarjana ITB

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>