Al Qur’an Menjadi Sesuatu yang Mahjura

Mari kita mencoba merenungi rintihan Rasulullah kepada Rabbnya dalam surah Al Furqan ayat 30 :

(30:وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً (الفرقان

“Berkatalah Rasul: wahai Rabbku sungguh kaumku telah menjadikan Alquran ini “mahjura” (sesuatu yang ditinggalkan)”.

Teman – teman dan sahabat – sahabat Kamil Pascasarjana ITB tercinta, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri
1. Mana yang lebih sering kita updet ? status FB atau bacaan Qur’an kita ?
2. Mana yang lebih sering kita sentuh ? Laptop ataukah Lembaran Al Quran ?
3. Mana yang membuat kita tidak tenang? Ketinggalan HP atau ketinggalan mushaf Al Quran ?
4. Dan banyak lagi pertanyaan – pertanyaan serupa ….. (ayo ngaku…. !, termasuk penulis sendiri hiks hiks hiks 🙁 )

Ya memang harus kita akui, bahwa selama ini kita telah salah memosisikan Al Quran. Al Quran hanya dibaca pada acara kematian atau pernikahan, Al Quran hanya sekedar dijadikan hiasan tanpa makna di tembok rumah kita. Al Quran hanya menjadi kitab usang berdebu di antara buku – buku di meja belajar kita hingga lembaran menguning. Maka wajarlah seandainya Rasul kita tercinta “mengadu” kepada Allah seperti yang diungkapkan pada ayat ke 30 dari surah Al Furqan di atas, “wahai Rabbku sungguh kaumku telah menjadikan Alquran ini “mahjura” (sesuatu yang ditinggalkan)”.

Menurut beberapa ulama, ada beberapa tahapan “mahjura” :
1. Tidak mau mendengarkannya
2. Tidak mau membacanya
3. Tidak mau mengimaninya
4. Tidak mau mengkaji dan mentadaburinya
5. Tidak mau mengamalkannya
6. Ada yang lebih dicintai selain bacaan Al Quran (nah lo ….. kena deh gue….. hiks hiks hiks)

Ketika kita meninggalkan Al Quran, maka wajar jika Al Quran pun meninggalkan kita, ia tak mau lagi menjadi cahaya penerang hidup kita, ia tak mau lagi menjadi obat bagi hati kita, ia tak mau lagi inspirasi setiap aktivitas kita….. subhanallah, betapa malangnya hidup ini jika Al Quran telah menjauh dari diri kita (na’udzubillah min dzalik).

Sahabat – sahabat Kamil tercinta, di bulan Ramadhan Al Mubarak ini, bulannya Al Qur’an, mari kita mencoba kembali untuk hidup sepenuhnya di bawah naungan Al Quran, semoga Allah tidak mengelompokkan kita ke dalam golongan manusia yang telah menjadikan Al Quran sebagai sesuatu yang “Mahjura”, yaitu golongan orang-orang yang mengabaikan Al Qur’an.

Salam Cinta …. Kamil Pascasarjana ITB selalu dekat di hati.

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>