Kamil Trip: Serunya Berkuda dan Memanah di Daarus Sunnah, Eco Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

Kamil Trip 2017 Horse Riding and Archery di Daarus Sunnah, Eco Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

BANDUNG – Ahad, 17 September 2017, menjadi hari yang menyenangkan bagi para peserta Kamil Trip 2017 yang mengikuti kegiatan berkuda dan memanah di Eco Pesantren Daarut Tauhiid, tepatnya di Daarus Sunnah – Horse Riding and Archery, Parongpong, Kabupaten Bandung. Kamil Trip merupakan kegiatan yang diusung oleh Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarjana 2017 dimana pada tahun sebelumnya juga telah diadakan di tempat yang sama. Peserta Kamil Trip tidak hanya berasal dari pengurus Kamil tetapi juga berasal dari peserta umum yaitu SMA, mahasiswa S1, S2 dan S3 yang terdiri dari 29 peserta. Masing-masing peserta dibebaskan untuk membawa perlengkapan lain seperti masker atau topi.

Titik kumpul awal yaitu di depan Monumen Kubus ITB pada pukul 07.00 WIB. Kemudian setelah registrasi ulang, para peserta secara bersama berangkat menuju Eco Pesantren Daarut Tauhiid. Setibanya disana, peserta langsung menuju Mesjid Eco Pesantren Daarut Tauhiid untuk melaksanakan salat Dhuha, kemudian berjalan bersama menuju tempat berkuda dan memanah. Setelah menyantap hidangan sarapan yang telah disediakan, para peserta Kamil Trip berkumpul untuk mendengarkan pengarahan dan pengenalan tentang berkuda oleh salah satu pengurus disana. Beliau menjelaskan tentang tips awal untuk berkuda, dimulai dari pendekatan kepada kuda itu sendiri, “Kuda paling suka dielus ubun-ubunnya, sebagai bentuk rasa kasih sayang. Setelah kita beri makan di atas telapak tangan, kemudian elus ubun-ubunnya, “ucapnya sambil memberi contoh. Setiap peserta Kamil Trip juga diberi kesempatan untuk memberi makan dengan wortel dan mengelus ubun-ubun kuda tersebut.  “Apabila telah lama berinteraksi dengan kuda, maka kuda tersebut mampu mengenali kita dari aroma badan yang khas,” tambahya.

Pengenalan Teknik Dasar Berkuda. Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

Setelah penjelasan singkat mengenai teknik dasar menunggang kuda serta resiko yang mungkin tejadi saat berkuda, peserta akhwat (wanita) dan ikhwan (pria) dipisah. Ikhwan berkesempatan untuk menunggangi kuda terlebih dahulu, sedangkan akhwat diarahkan untuk mendapat penjelasan dan praktik memanah. Sama seperti penjelasan mengenai teknik berkuda, sebelum mulai memanah, dijelaskan terlebih dahulu mengenai filosofi dalam memanah serta hal-hal apa saja yang menjadi dasar dalam memanah. “Sebelum memanah, kita harus menentukan tujuan atau target terlebih dahulu. Sehingga setelah tujuan tersebut diketahui, kita akan semakin mudah mengontrol sasaran arah anak panah. Kemudian saat melepaskan anak panah, ibaratkan bahwa itu adalah ikhtiar yang kemudian kita serahkan hasilnya kepada Allah. Belajar ikhlas, gitu, Teh.” ucap Kang Ahmad, sebagai pelatih memanah kali ini.

Kegiatan Berkuda dan Memanah. Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

Kegiatan berkuda dan memanah berlangsung hingga pukul 11.30 WIB. Acara ditutup dengan makan nasi liwet, foto bersama dan salat Dhuhur berjamaah. Kamil Trip menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh peserta, salah satunya bagi Ririn, mahasiswi S1 semester tiga Universitas Padjajaran, “Kegiatannya asik, seru.  Akang dan Teteh-nya juga ramah. Jadi ada cerita dan pengalaman baru.” ungkapnya.

Dhana, anggota Departemen Syiar dan Pelayanan yang menjadi PJ (Penanggung Jawab) acara Kamil Trip ini menyatakan perasaan syukur dan bahagia karena kegiatan dapat berlangsung tertib dan lancar. “Sebagai PJ yang bekerjasama dengan Daarus Sunnah, merasakan disana sangat kooperatif dengan paket kegiatan yang komplit. Peserta juga sangat bersemangat dan aktif saat kegiatan. Antusiasme dari peserta buat saya merasa senang bisa membuat Kamil Trip terlaksana. Hingga banyak peserta yang ingin diadakan Kamil Trip berkuda dan memanah lagi. Sebagai peserta saya juga merasakan hal yang sama dengan peserta lainnya yaitu pengalaman berkuda dan memanah sangat menyenangkan dan seru. Berkuda dan memanah sebagai sunnah dari Rasulullah SAW juga memberikan pahala dan kebaikan. Di setiap sisi kita dapat mengambil hikmah dari kegiatan berkuda dan memanah. Itulah mengapa Rasulullah SAW menjadikan berkuda dan memanah sebagai olahraga sunnah.” Ungkap Dhana.

Penulis: Mutiara

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>