KAMIL Berbagi untuk Negeri: BAKSOS Bersama “Anak Singa” Pesantren Kolong

Ahad, 30 Juni 2013

KARENA AKU INGIN SEPERTI KAMU

karena aku ingin seperti kamu
menenteng buku….
menggenggam pensil….
dan duduk manis dengan seragam manis itu….
tapi aku tidak bisa…

karena aku ingin seperti kamu
bercanda….
bersenda gurau…
dan berlari-lari di kantin…
tapi aku tidak bisa…..

karena aku ingin seperti kamu
melangkahkan kaki memainkan sepatu…
berpijak menatap langit….
mencari kebahagiaan dengan ilmu…

tapi aku tidak bisa….

dan
merapihkan sepatu…
memandang dan berkhayal di atas simpang jalan…
terus melirik ke kantong tangan kosong
berharap penuh agar pulang membawa uang

andai kau tau…..

tapi aku tidak bisa karena aku harus bantu emak.. karena bapak sudah tak ada..
-Segores pena memandang anak jalanan-

Tulip

Anak jalanan di Kota Bandung Sumber: Antara Foto

Anak jalanan di Kota Bandung
Sumber: Antara Foto

Fenomena anak jalanan tidak lepas dari hiruk-pikuk pesatnya perkembangan kota metropolitan. Di sudut-sudut kota besar yang berlomba-lomba bersolek untuk me-labeli dirinya sebagai kota metropolitan seperti  Jakarta, Bandung, Jogja, dan Surabaya, sudah sangat biasa dijumpai anak-anak jalanan ini. Pergeseran budaya pun menjadi salah satu penyebab munculnya fenomena anak jalanan. Egoisme, materialisme, dan paham liberal lainnya membuat budaya hanyalah sebuah atribut untuk mempromosikan pariwisata di negeri ini.

Namun, di sisi lain masih ada sekelompok masyarakat yang peduli terhadap fenomena anak jalanan ini. Mereka meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga, berusaha sekeras mungkin untuk menekan dan bahkan mengurangi pertumbuhan anak-anak jalanan. Sekelompok orang ini memperlihatkan bahwa anak-anak jalanan perlu bimbingan yang baik agar hidup mandiri kelak. Salah satu kelompok warga yang peduli akan perkembangan anak-anak jalanan ini adalah YAYASAN PESANTREN KOLONG.

Dedikasi luar biasa yang telah diusahakan oleh mereka patut diberi apresiasi tinggi, disebabkan kepedulian mereka merupakan ujung tombak untuk mengurangi jumlah anak-anak jalanan di kota Bandung. Karena alasan tersebut, KAMIL Pascasarjana ITB menyambut Ramadhan dengan acara BAKSOS bersama anak jalanan yang tinggal di Pesantren Kolong. Tujuannya untuk berbagi empati, berbagi cinta, sekaligus bersilaturahmi dengan penghuni dan pengasuh Pesantren Kolong yang berada tepat di bawah jalan layang Pasopati, Tamansari, Bandung.

BAKSOS Kamil Pascasarjana ITB di Pesantren Kolong ini diikuti oleh sekitar dua puluh lima anak dengan rentang usia dari tujuh hingga enam belas tahun. Mereka memiliki latar belakang akademis yang berbeda-beda, ada yang putus sekolah, dan ada juga yang masih sekolah hingga jenjang sekolah menengah. Keceriaan nampak jelas di wajah lugu mereka ketika masing-masing mendapat kado yang berisi hadiah yang disediakan oleh kakak-kakak pengurus KAMIL ITB. Ada yang mendapat perlengkapan makan, buku, pensil warna, baju, peci, handuk, dll. Antusiasme anak-anak ini menjawab pertanyaan menyebabkan wajah kakak-kakak KAMIL ITB menjadi sumringah dan tertawa lepas. Bagaimana tidak, yang berhasil menjawab akan dapat hadiah. Dalam prosesi kuis cerdas-cermat ini, anak-anak pesantren kolong menunjukkan keantusiasannya sebagai “anak singa” (julukan mereka).

Awalnya, malu-malu kucing tapi begitu kuis dimulai, panitia baru berteriak: “siapa yang mau jawab???!!!”

Dengan respon yang cepat anak-anak langsung mengangkat tangan sambil teriak “saya!!!”, “saya!!!”, subhanallah.

Maka dipilihlah beberapa orang yang tercepat mengangkat tangan, salah satunya masih kecil; kira-kira usia 7 tahun “sebutkan 5 nama nabi!!”,” e,,,,nabi,,, nabi musa!!, nabi i,,,iii,,,iiii,,em,,, nabi iblis!! !@#$^&$%# >_< ”HAHAHAHHA, ”nabi idris, nak”,,, ”iya nabi idris!!” (pen. maaf ya? namanya juga anak-anak ^_^’).

baksos 1

Cepat-tepat menjawab pertanyaan ^_^

Banyak ibroh yang bisa didapatkan di pesantren kolong. Lihatlah anak-anak yang lugu ini, harus tidur di kolong jembatan setelah lima kali pindah dan setelah jadi anak tarsan; karena tidur beralaskan selimut yang diikat di tiang. Lihatlah mereka yang rata-rata tak punya orang tua lengkap bahkan tak punya orang tua sama sekali. Tak ada tempat menangis, bersandar, mengeluh dan merajuk. Di usia yang sangat belia, mereka sudah harus menjadi singa yang bisa melindungi diri sendiri, cari makan sendiri, mengurusi diri sendiri di jalanan dengan kehidupan yang keras.

Tidak ada yang memilih untuk hidup di jalanan, termasuk mereka. Jika pun ada, maka ini adalah pilihan terakhir karena pilihan yang lain lebih menyakitkan. Kita do’akan semoga di pesantren kolong mereka bisa tumbuh mandiri, sholih, sholihah, keluar dari jalan dan membantu saudaranya yang lain untuk keluar dari hidup di jalan, sukses dunia dan akhirat,,, Aaamin.

KAMIL Pascasarjana ITB juga mengucapkan terima kasih banyak,,, syukron jazakumulloh khoiron katsiro bagi teman-teman magister dan doktor, teman-teman kos, teman-teman pengajian, ibu kos, ibu tetangga sebelah dan juga saudara yang lain yang sudah berinfak tunai maupun menitip kado cinta untuk anak-anak. Semoga segala titipan tersebut termasuk juga titipan do’a, mendapat pahala yang berlipat ganda karena niat yang ikhlas mengharap keridhoan Allah subhanahu wata’ala. Tidak lupa ucapan terima kasih juga dihaturkan pada segenap panitia baksos dan keluarga besar KAMIL Pascasarjana ITB yang telah mengawal agenda berbagi ini dengan semangat yang luar biasa. Semoga setiap langkah dan gerak adalah pahala, semoga setiap titik gerimis saat jalan kaki ke TKP menjadi saksi kebaikan, dan semoga Allah senantiasa menjaga hati agar tetap ikhlas di awal, di saat, dan di akhir amal sholeh kita. Aamiin. Allahu Akbar!!!!

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ‌ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّـهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya

(QS. Ali Imran: 92)

Foto bareng 'anak-anak singa' dari Pesantren Kolong

Foto bareng ‘anak-anak singa’ dari Pesantren Kolong

Just_desy

Saat ini pesantren kolong membutuhkan SDM pengajar, syaratnya:

  • Mau belajar dan mengajar dengan hati (jangan diartikan lugas >_<, maksudnya niatnya ikhlas)
  • Muslim atau muslimah (berjilbab)
  • Mau dan dapat mengajar IPA dan Calistung SD, mapel SMP, serta keterampilan.

Bagi yang berminat bisa menghubungi beliau, CP: Riqi Basyarahil 081910351848 / 085721740999

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>