Kajian Departemen Syiar: Pengembangan Sains dan Teknologi Harus Sejalan dengan Al-Quran dan Sunnah

BANDUNG – Departemen Syiar Kamil Pascasarjana ITB 2017 mengadakan kajian yang bertemakan “Menggenggam Dunia dengan Al-Quran” di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB. Kajian disampaikan oleh Guru Besar FMIPA ITB Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks yaitu Prof. Dr. rer. nat. Umar Fauzi. Acara ini diadakan pada hari Selasa, 28 Maret 2017 pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.. Kajian ini merupakan rangkaian pembukaan Kamil Tahsin Tahfidz (KTT) yang merupakan program kerja Departemen Syiar.

Penyampaian Materi Kajian oleh Prof. Dr. rer. nat. Umar Fauzi

“Sebenarnya, para pemikir di negara kita sudah banyak. Persoalannya, kebanyakan kegiatan ilmiah yang dilakukan belum berprinsipkan nilai islam. Untuk dapat menguasai teknologi, harusnya dilakukan dalam prinsip dan nilai-nilai islam dengan menjadikan Al-Quran dan sunnah sebagai panduan. Bukan seperti sekarang.” jelas Prof. Umar Fauzi pada kutipan materi yang disampaikannya. Lulusan program doktoral Universitas zu Koeln Jerman ini juga menambahkan, “Kalau bukan kita orang islam, siapa lagi yang akan melakukan pengembangan.”

Antusiasme Peserta Kajian di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB

Acara berlangsung tertib dan kondusif. Peserta yang hadir berjumlah 74 orang. Pemateri menyampaikan kajian dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Diberikan beberapa contoh peristiwa disekitar kita sehingga mempermudah peserta untuk memahami pentingnya menjadikan Al-Quran dan sunnah sebagai landasan dalam pengembangan sains dan teknologi

Salah satu peserta kajian, Reza, mahasiswa pascasarjana School of Business and Management (SBM) ITB menuturkan bahwa kajian ini menarik, mencerahkan dan membakar semangat. “Khususnya untuk menggunakan sumber Qur'an dan hadits dalam riset kita. Semoga acara berikutnya bisa membicarakan teknis bagaimana kita bisa menggunakannya dlm riset kita,” tambahnya. Kajian ditutup dengan nasehat dari Prof. Umar Fauzi, “Jangan lupa berdoa, agar Allah berkenan memilih kita sebagai pengembang Al-Quran dan sunnah. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Sadarlah, saat ini kita dikuasai oleh sains, teknologi, manajemen, ekonomi dan semua yang tidak didasari oleh Al-Quran dan sunnah.”

 

Penulis dan Editor: Mutiara

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>