Indonesia Postgraduate Students Conference 2015

jimlie

Kuliah umum dengan Prof. Dr. Jimlie Asshiddique

Indonesia Postgraduate Students Conference 2015:
Kontribusi Mahasiswa Pascasarjana untuk Kesejahteraan Indonesia

Sekitar 200 mahasiswa pascasarjana Indonesia menghadiri Indonesia Postgraduate Students Conference (IPSC) dengan tema “Menakar Kepemimpinan untuk Kesejateraan Indonesia” yang diadakan oleh Forum Mahasiswa Pascasarjana (Forum Wacana) IPB di Balaikota Bogor, 12 April 2015.

photoPeserta Konferensi

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB),
  2. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya,
  3. Universitas Gadjah Mada (UGM),
  4. Universitas Indonesia (UI),
  5. Institut Pertanian Bogor (IPB),
  6. Universitas Hasanuddin Makassar,
  7. Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,
  8. Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan
  9. Universitas Brawijaya (UB) Malang

Beberapa tokoh bangsa dan pakar di berbagai bidang ikut hadir.

  1. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H (Pakar Hukum, Mantan Ketua MK),
  2. Dr. Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH, M.Si (Peneliti Ekonomi),
  3. Prof, Dr. R. Siti Zuhro, MA (Pakar Hukum, Peneliti LIPI),
  4. Dr. Irman Putra Sidin (Pakar Hukum dan Tata Negara),
  5. Prof. Ir. Mukhtasor,
  6. M.Eng., Ph.D (Pakar Energi ITS),
  7. Prof. Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc, Ph.D (Pakar Energi/Perminyakan ITB),
  8. Dr. Drh. Hasim Danuri, DEA,
  9. Dr, Ir. Rachmat Pambudy, MS,
  10. Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS (Pakar Bidang Pertanian),
  11. Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc,
  12. Dr. Y. Paoangan (Pakar Kemaritiman), dan
  13. Dr.Yessy Yanita (Pakar Pendidikan).

Kegiatan ini mendiskusikan persoalan-persoalan bangsa dalam bidang energi, pendidikan, maritim, pertanian, ekonomi, hukum & politik bersama para pakar serta menemukan solusi-solusi dari berbagai permasalahan tersebut.

noorsy

Diskusi bidang ekonomi dengan Dr. Ichsanuddin Noorsy, Bsc, SH, M.Si

Acara ini dibuka oleh Dekan Pascasarjana IPB, Dr. Ir. Dahrul Syah, M.Sc. Agr. Dalam sambutannya beliau meminta mahasiswa agar mampu tampil menjadi sosok negarawan masa depan yang mampu membawa perubahan serta mampu memecahkan berbagai persoalan bangsa dan negara. Beliau menekankan bahwa menjadi negarawan berarti menjadi sosok yang menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas. Selain itu, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H dalam kuliah umumnya dihadapan mahasiswa menekankan perlunya menjadikan Al-Quran sebagai imam dalam kehidupan bernegara. Kepemimpinan harus bertumpu kepada sistem dimana seorang pemimpin harus tunduk kepada sistem aturan bukan kepada sekelompok orang. Pemimpin harus mampu menata sistem dengan baik dimana penataan sistem adalah fungsi dari kepemimpinan itu sendiri. Dalam pandangan beliau demokrasi yang dterapkan di Indonesia itu terlalu bebas yang mengakibatkan terjadinya liberalisasi ekonomi, perburuan jabatan dengan menghalalkan segala cara bahkan jabatan di lelang hingga tingkat lurah. Hukum dalam demokrasi menjadi alat kelompok tertentu untuk meraih kekuasaan dan menguasai ekonomi, serta pemimpin yang diciptakan oleh media (created by media).

Pada konferensi ini peserta dibagi dalam enam bidang strategis yaitu energi, maritim, pendidikan, pertanian, ekonomi, politik dan hukum. Para mahasiswa sesuai keahlian bidangnya berdiskusi dengan para pakar terkait persoalan-persoalan bangsa dalam bidang tersebut. Team mahasiswa dari KAMIL Pascasarjana ITB yang terdiri dari Dedi Cahyadi, Yulida Amri, Topan Setiawan, Kostiawan Sukamto, Yordan Wahyu Christanto, Muhammad Fawzy Ismullah, Siti Amatullah Karimah, dan Suwarti menjadi team pemakalah dalam bidang kedaulatan energi. Team yang diwakili oleh Kostiawan Sukamto dihadapan para pakar energi dan mahasiswa pascasarjana Indonesia mempresentasikan tentang prospek Blok Mahakam yang saat ini dikuasai oleh perusahaan asing, yaitu Total (Perancis) dan Inpex (Jepang), berlokasi di Kalimantan Timur yang kontraknya akan berakhir pada tahun 2017. Mahasiswa sepakat bahwa Blok Mahakam ini harus diambil alih oleh negara dan diserahkan pengelolaannya ke Pertamina, karena potensinya sebagai sumber migas dan pendapatan nasional sangat besar.

Diantara solusi-solusi yang dapat dijalankan oleh pemerintah untuk kesejahteraan Indonesia adalah:

  1. Kepemimpinan harus tunduk kepada sistem aturan bukan sekelompok orang dan Al-Quran harus menjadi petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
  2. Sistem multipartai harus ditinjau kembali dan perlu dirampingkan sehingga hanya menyisakan 2-3 partai sehingga menghasilkan partai-partai politik yang solid dan kuat,
  3. Hukum harus ditegakkan sebagai instrumen keadilan bukan sebagai alat sekelompok orang untuk meraih kekuasaan dan menguasai ekonomi
  4. Menghentikan liberalisasi ekonomi dan menghentikan privatisasi sumber daya alam kepada swasta/asing
  5. Menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam (sumber migas nasional) yang kontraknya berakhir pada tahun 2017 kepada Pertamina,
  6. Mengembangkan energi alternatif seperti nuklir melalui kerjasama dengan negara-negara maju,
  7. Dalam menyukseskan program swasembada pangan pemerintah harus fokus pada salah satu sektor tanpa mengabaikan sektor-sektor lain,
  8. Pemerintah harus segera membuat peraturan untuk mempertahankan lahan pertanian, mengingat sekarang lahan pertanian semakin berkurang seiring bertambahnya pembangunan perumahan maupun industri yang diikuti oleh pertumbuhan populasi,
  9. Pemerintah harus fokus dalam mengelola pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dengan tujuan untuk membuat pelabuhan-pelabuhan di Indonesia sebagai pusat perekonomian pertama,
  10. Pemerintah harus memajukan dan mengembangkan industri perkapalan di Indonesia untuk memajukan industri nasional dan memperkuat pertahanan keamanan laut yang mampu melindungi dan menegakkan kedaulatan nasional,
  11. Ditengah dekadensi moral remaja akhir-akhir ini, pemerintah harus membuat cetak biru pendidikan bangsa yang berbasis pada karakter dan pembentukan akhlak dengan melibatkan pemuka-pemuka agama,
  12. Perlu adanya perhatian serius dari pemerintah untuk menyetarakan kualitas dan mutu pendidikan hingga daerah-daerah terpencil di pelosok negeri dengan menyediakan fasilitas belajar mengajar yang cukup dan guru yang berkualitas sehingga kualitas pendidikan tidak hanya berpusat di perkotaan saja.

Konferensi ini juga dirangkai dengan kegiatan audiensi ke DPR RI di Jakarta tanggal 13 April 2015 yang diterima oleh Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, SE. Dalam pertemuan dengan pimpinan DPR tersebut, mahasiswa pascasarjana mengkritisi kinerja anggota DPR yang belum menunaikan janji-janjinya kepada rakyat saat kampanye dulu. Mahasiswa meminta DPR agar peka dengan kondisi rakyat yang hidup dalam kemiskinan ditengah mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan. Dalam pertemuan itu, para perwakilan mahasiswa meminta DPR agar benar-benar mengawasi kinerja pemerintahan agar tidak semena-mena dalam membuat kebijakan ditengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, mahalnya harga bahan pokok dan naiknya harga BBM. Fahri Hamzah dihadapan mahasiswa mengatakan akan terus berupaya berbuat yang terbaik untuk rakyat. DPR akan selalu menampung aspirasi rakyat dan mengajak kalangan akademisi/mahasiswa untuk selalu berdiskusi dengan DPR RI terkait permasalahan bangsa. Jika mahasiswa/akademisi memiliki konsep, maka dipersilan untuk disampaikan langsung ke komisi terkait. Fahri Hamzah juga meminta mahasiswa untuk tidak apatis dengan politik dan selalu kritis terhadap DPR dan pemerintah. DPR sendiri kata Fahri Hamzah menyatakan siap berdiskusi dan menerima kritik dari siapa saja. (am).

fahrie

Foto bersama dengan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, SE.


kamil

Delegasi KAMIL Pascasarjana ITB

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>