Hidupkan Ramadhanmu

IMG-20140612-WA0010Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan, kajian Kamil Pascasarjana ITB kembali telah dilaksanakan pada Kamis, 12 Juni 2014 lalu, dengan tema “Hidupkan Ramadhanmu”. Bulan yang datangnya sangat membahagiakan dan dinanti-nanti bagi orang-orang mukmin, diibaratkan seperti datangnya kekasih yang telah lama dirindukan. Maka sudah menjadi keharusan bagi manuasia yang termasuk golongan orang-orang yang beriman untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk menyambut kedatangannya, salah satunya dengan ilmu. Berikut sedikit rangkuman dari majelis ilmu  Kamil Pascasarjana ITB, semoga bermanfaat.

Esensi Shaum atau berpuasa pada hakikatnya adalah sebagai perisai dan benteng terhadap godaan keburukan dari golongan jin dan manusia (faktor eksternal) dan terhadap diri sendiri atau hawa nafsu diri (faktor internal).

Karakter negatif manusia yang dijelaskan dalam Al Qur’an, diantaranya adalah :

  1. Lemah pendirian (4 : 28)
  2. Tergesa-gesa (17 : 11)

Tergesa-gesa adalah dari syaitan, kecuali untuk 3 hal yg harus disegerakan:

  • Shalat pada awal waktu, lebih baik lagi berjamaah di masjid (terutama bagi laki-laki)
  • Penyelenggaraan jenazah
  • Menikahkan anak perempuan
  1. Gelisah (70 : 19)
  2. Berkeluh – kesah (70 : 20)
  3. Kikir (70 : 21)

Posisi shaum salah satunya adalah untuk mengimbangi atau memberikan perlawanan terhadap karakter negatif manusia itu sendiri, apalagi jika ditambah godaan dari kalangan jin dan manusia yang berasal dari luar diri manusia.

Puasa akan membuat manusia lebih sabar dan tenang dalam menghadapi tantangan dalam hidupnya.

Manfaat shaum yang lain adalah untuk membangun kesehatan bagi manusia.

Sehat menurut WHO ,” Health is a state of complete physical, mental and social well being and not merely the absence of disease or infirmity

Parameter sehat menurut WHO mengandung tiga unsur :

  1. Fisik sehat
  2. Mental sehat
  3. Sosial sehat

Tapi kesemua itu belum menjamin manusia untuk meraih kebahagiaan akhirat, sehingga perlu ditambahkan satu parameter lagi yakni Kesehatan Iman atau Islamic spiritual, salah satunya dapat diraih melalui puasa ramadhan, karena dengan puasa ramadhan insyaAllah kita akan meraih 4 parameter sehat tersebut, jika puasa kita benar.

Peran shaum yang lain adalah pembentukan karakter dari kanak-kanak menjadi dewasa.

Ciri sifat kekanak-kanakan pada manusia adalah :

  1. Meminta, tidak bisa mandiri atau lebih suka dilayani
  2. rapuh, mudah frustasi
  3. keluh-kesah, resah gelisah
  4. sombong
  5. kikir

Sedangkan ciri kedewasaan adalah :

  1. Memberi,
  2. Tenang tentram, mantap hati
  3. Tawadhu’
  4. Tegar (3 : 139),
  5. kerja dan do’a (62 : 10),
  6. kalimat tarji’ jika tertimpa musibah atau hal menyedihkan ( 2 : 155-156 ) yaitu kalimat innalillahi wa innaillaihi raji’un atau lebih baik lagi bisa selalu mengucap Alhamdulillah atau rasa syukur pada segala kondisi.

Sehingga fungsi shaum terkhusus puasa ramadhan yang akan kita jumpai sebentar lagi, pada dasarnya adalah dzikir dari pagi hingga petang, sepanjang hari, sehingga meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, dampaknya membentuk pribadi yang sehat secara fisik dan spiritual.

Lalu bagaimana cara menghidupkan Ramadhan agar barokah Allah dapat kita raih dengan maksimal?

Beberapa aktivitas yang perlu kita perhatikan dan lakukan adalah :

1. ZHAHIR

  • Akhirkan makan sahur
  • Percepat buka puasa
  • Buka dengan makanan manis, karena sukrosa mudah dicerna dan diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga
  • Buka dengan makanan kecil terlebih dulu

2. BATHIN

  • Cegah dusta
  • Cegah mengumpat
  • Cegah menggunjing atau mengadu domba
  • Cegah sumpah serapah
  • Cegah pandangan syahwat

Jika melanggarnya, maka tidak didapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903)

3.  SOSIAL

  • Saling memberi ta’jil
  • Mengeluarkan infaq
  • Silaturahim
  • Zakat fitrah

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>