Results for category "Home"

491 Articles

Fardu kifayah ternyata tidak hanya mengurus jenazah

+1

Ditulis oleh Muhammad Fatkhurrozi

Ketika kita ditanya, “apa saja fardhu kifayah dalam Islam?”. Tentu jawaban yang pertama terlintas (karena pendidikan agama yang monoton sejak SD hingga SMA) dalam sebagian besar benak kita adalah “mengurusi jenazah, memandikan, menyolatkan, hingga menguburkan.” Ini jawaban yang sangat cliché, yang bahkan muslim intelektual sekelas mahasiswa ITB pun juga menjawab demikian.

Memang jawaban ini tak salah. Namun kalau kita definisikan dan kita gali kembali, ternyata fardhu kifayah dalam Islam jumlahnya sangat banyak.

Fardhu kifayah sendiri berarti fardhu yang ketika kaum muslim telah berhasil menunaikannya, terlepas yang menyempurnakan itu satu, dua, atau semua muslim, maka kewajiban tersebut gugurlah bagi yang lain. Varian lain dari fardhu adalah fardhu ‘ain, fardhu yang dibebankan pada tiap-tiap diri muslim. Fardhu tetaplah fardhu, yang berarti kewajiban, yang berarti pahala bagi yang menunaikan dan ancaman (dosa) bagi yang meninggalkan. Dalam kasus jenazah misalnya, maka dosa akan terus mengalir bagi seluruh kaum muslim, sebelum jenazah tersebut sempurna pengurusannya hingga dikuburkan. Bisa dibilang fardhu kifayah adalah kewajiban kolektif bagi semua umat muslim, tanpa terkecuali.

Ulama pernah mengadakan hitung-hitungan sederhana berapa prosentase perbandingan fardhu kifayah versus fardhu ‘ain. Jawabannya adalah 90% untuk fardhu kifayah dan sisanya, 10% untuk fardhu ‘ain. Melihat jawaban ini, kita pun bertanya-tanya, “masa iya sih?

Mari kita mencoba hitung-hitungan sederhana. Dalam ibadah sholat saja misalnya:

–          Sholat sendiri? – Fardhu ‘ain kan.

–          Bagaimana tentang menyediakan masjid (tempat sholat)?

–          Bagaimana tentang mengetahui arah kiblat?

–          Bagaimana tentang membuat alat pencari arah kiblat (kompas)?

–          Bagaimana tentang mengetahui waktu sholat?

–          bagaimana tentang membuat alat penunjuk waktu (jam)?

–          bagaimana tentang menyediakan air wudhu?

–          bagaimana tentang menyediakan sumur / instalasi PAM?

–          bagaimana tentang melantunkan adzan?

–          bagaimana tentang menyediakan pengeras suara utk adzan?

–          bagaimana tentang menyediakan aliran listrik?

–          bagaimana tentang membangun pembangkit listrik ?

–          bagaimana tentang menyediakan insinyur yang membuat pembangkit listrik?

–          dsb.

Itu saja masih dalam hal sholat. Coba beberapa fardhu lain, misalnya: zakat, puasa, haji, menuntut ilmu, menutup aurat, dsb.

Fardhu kifayah dibangun dalam kerangka “sesuatu kewajiban yang tidak akan sempurna tanpa sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib”. Berangkat dari kerangka ini ternyata banyak sekali fardhu-fardhu turunan yang tidak yang tertulis di nash menjadi kewajiban baru yang harus dilaksanakan kaum muslim.

Kebangkitan ummat muslim terdahulu tidak terlepas dari upaya menegakkan kewajiban besar yang direpresentasikan dengan adanya sebuah institusi besar ummat Islam, yakni Daulah Islam (negara Islam) yang dijaga dalam rangka menegakkan banyak fardhu kifayah. Ummat saat itu tidak lupa, untuk menjadi yang terbaik, haruslah ada dakwah Islam bertaraf internasional, yang mempraktekkan QS Ali Imran ayat 110:

Kalian adalah ummat yang terbaik yang diturunkan kepada manusia yang menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar …

Ummat saat itu sadar, untuk mengatasi rintangan dakwah, ummat harus menggencarkan teknologi militer. Kemajuan teknologi tidak akan sempurna tanpa intelektual. Intelektual tidak bisa dicapai tanpa pusat-pusat iptek berkelas dunia dan iklim berkarya yang didukung penguasa. Semua muslim saat itu seolah berpacu menjadi bata-bata yang melengkapi bangunan penegakan fardhu kifayah yakni mengadakan teknologi pendukung dakwah ke seluruh dunia. Inilah kondisi ummat yang bangkit, yang menjadikan iman dan taqwa sebagai sandarannya.

Kita tidak lupa, Perpustakaan Baitul Hikmah yang dibangun di Baghdad pada masa Harun Ar Rasyid memiliki lebih dari 4.000.000 koleksi manuskrip. Khalifah setelahnya, Al Ma’mun  (813-833 M) menghadiahkan emas bagi orang yang menerjemahkan buku di Baitul Hikmah. Universitas-universitas besar dibangun di Kairo, Baghdad, dan Codoba yang menampung ribuan kaum muslim dari segala penjuru dunia. Aljabar, alkohol, kimia, astronomi, kopi, dan atlas adalah sedikit dari banyak temuan-temuan kaum muslim kelas dunia.

Alhasil, kunci kebangkitan ummat tidak lain adalah mengembalikan ummat pada jati dirinya yang beriman dan bertaqwa, yang menegakkan segala kewajiban-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Ummat kini perlu berkaca pada generasi pendahulunya, generasi yang penuh dengan tipe-tipe manusia muttaqin yang hanya takut pada Allah saja, yang tidak hanya tahu bahwa fardhu kifayah hanya mengurus jenazah saja, namun juga faham bahwa fardhu kifayah ada di banyak ajaran-Nya.

Qualitas ummat terbaik adalah ditemui pada generasi Nabi, generasi  sesudahnya (Tabiin) dan generasi sesudahnya lagi (Tabiit-Tabiin).  (HR Bukhari, dll).

Wallahua’lam bish shawwab.[]

 

Referensi:

  1. Ismail, Muhammad. 2011. Fikrul Islam (Bunga Rampai Pemikiran Islam). Bogor: Al Azhar Press.
  2. Science and Islam. London: Al-Khilafah Publications.
  3. Wikipedia. Baitul Hikmah.http://en.wikipedia.org/wiki/Baitul_Hikmah (diakses 5 Mei 2014)
  4. Republika.co.id Daulah Abbasiyah: Al-Makmun, Khalifah Pengembang Sains. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/04/26/lk9cb7-daulah-abbasiyah-almakmun-813833-m-mengembangkan-sains (diakses 5 Mei 2014)
  5. Hawalluddian. Khulafah Abbasiyah Melingdungi Ilmu dan Ilmuwan. http://hawalludian.blogspot.com/2013/02/khulafa-abbasiah-melindungi-ilmu-dan_13.html (diakses 5 Mei 2014).
  6. Amhar, Fahmi. Fardhu Kifayah 90%: Fardhu Ain 10%. http://www.fahmiamhar.com/2013/04/fardhu-kifayah-90-fardhu-ain-10.html (diakses 5 Mei 2014)
  7. Amhar, Fahmi. Diganosis Kemunduran Umat. http://www.fahmiamhar.com/2012/12/diagnosis-kemunduran-umat.html (diakses 5 Mei 2014)
+1

” Kanvas Up Grading “

0

Image

Ditulis oleh Aptika OTD

Bismillahirrohmanirrohim…

Alhamdulillah satu lagi acara KAMIL Pascasarjana ITB yang spesial diselenggarakan untuk pengurus, telah terlaksana dengan baik. Up Grading Pengurus yang dilaksanakan tanggal 18-19 April 2014 masih meninggalkan semangatnya hingga sekarang, insyaAllah.

Agenda tersebut diawali dengan mabit (bermalam) khusus pengurus ikhwan di aula utama masjid Salman ITB tanggal 18 April 2014. Berteman dengan dingiinnya udara malam rasanya justru semakin menambah keakraban antara satu dengan yang lainnya. Semangat kebersamaan dan perjuangan makin digelorakan dengan hadirnya ust. Ishmir Kamili yang memberikan tausiyah mengenai tugas seorang muslim sebagai seorang da’i sebelum tugas yang lain. Setiap muslim membawa misi agama yang tidak hanya berorientasi pada kepuasan hati diri sendiri, namun juga berusaha mengingatkan yang lain tentang amar ma’ruf nahi munkar, mencoba menyentuh hati sasaran dakwahnya. Tugas yang terkesan sulit dilakukan seorang diri, namun insyaAllah lebih mudah direalisasikan bersama melalui berbagai bentuk peran dakwah, baik di ranah pemerintahan, akademik, profesi, hukum, dll.

Keesokan harinya, agenda dilanjutkan dengan materi mengenai “Sejarah Kamil Pascasarjana ITB” yang disampaikan oleh Pak Azrul Azwar selaku ketua Kamil Pascasarjana ITB periode 2013-2014 sekaligus Dewan Penasehat Kamil periode 2014-2015. Acara terasa lebih ramai dan semangat dengan penambahan personil dari pengurus akhwat yang sudah mulai berkumpul sekitar pukul 7.00 pagi.

Berbicara tentang sejarah tak selalu membosankan, salah satunya membicarakan sejarah Kamil Pascasarjana ITB. Lembaga yang lahir dari sebuah mimpi para pendahulu pada tahun 1998 dimana “keran” keterbukaan islam mulai terasa. Semangat aktualisasi keislaman juga merasuk ke mahasiswa muslim pascasarjana ITB saat itu, kegiatan-kegiatan islam perlahan mulai masif hingga dibentuklah struktur organisasi yang diberi nama IMMPAS (Ikatan Mahasiswa Muslim Pascasarjana) yang bermarkas di Mihrab Salman, dengan personil tidak hanya mahasiswa Pascasarjana ITB tapi juga dari beberapa universitas di luar ITB. Namun seiring berjalannya waktu, karena terkendala SDM, lembaga ini terasa benar-benar impas, tidak ada output yang dihasilkan dan vakum selama beberapa waktu. Akhirnya pada tahun 2007 Allah mengirimkan kembali tentara-Nya dan mulai hidup lagi dengan nama baru yaitu HIMMPAS (Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana), lahir di Pusdiklat Geologi, Cisitu, dengan ketua terpilih adalah Pak Taqibul Fikri Niyartama, mahasiswa S3 Fisika ITB. Meski belum begitu terlihat prestasinya, namun Alhamdulillah lembaga ini bisa mempertahankan keberadaannya dan berhasil melegalkan diri sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa di ITB dan namanya berganti lagi menjadi KAMIL (Keluarga Mahasiswa Islam) Pascasarjana ITB di masa kepemimpinan Pak Fikri.

Selanjutnya pada tahun 2012 tampuk kepemimpinan beralih ke Pak azrul Azwar, mahasiswa S3 Fisika ITB. Pada tahun ini misi eksistensi KAMIL di Kampus ITB benar-benar terasa auranya. Dengan berbagai kegiatan yang berhasil terselenggara dengan baik dan dihadiri oleh cukup banyak mahasiswa Pascasarjana ITB. Selain eksistensi di dalam kampus, Pak azrul juga tidak lupa membangun kebersamaan yang kuat di dalam timnya. Dengan Prinsip “Kamil adalah Keluarga” beliau berhasil menumbuhkan keluarga KAMIL yang solid dan hal tersebut bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi generasi KAMIL selanjutnya. Dan Akhirnya pada tahun 2014 kepemimpinan dipergilirkan kembali ke generasi setelahnya. Akh Fadly Irmawan, mahasiswa S2 SITH ITB terpilih dalam menjalankan amanah sebagai Ketua KAMIL Pascasarjana ITB periode 2014 – 2015. Dengan misi “ekspansi” semoga bisa meneruskan semangat perjuangan dan menambah deret prestasi yang telah dicapai oleh KAMIL pada kepengurusan sebelumnya. Aamiin.

Akhirnya agenda Up Garading ini ditutup dengan Teamwork Building Traning, yang dipandu oleh Kang Igun Gunawan dan kawan-kawan yang luar biasa keren dan semangat hingga peserta up grading tak terasa larut dalam suasana keceriaan, semangat, dan kekompakan. Banyak hikmah dan pelajaran yang didapat dari games yang dilakukan, yang InsyaAllah menambah bekal yang tidak ternilai harganya untuk KAMIL Pascasarjana dalam menjalankan visi dan misinya ke depan. Semoga Allah semakin menambah berkah-Nya bagi organisasi ini, sehingga bisa semakin banyak menyebarkan manfaat bagi yang lain. Terimakasih atas semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Wallahua’lam.

0