Category Archives: Home

  • 0

Ramadhan Ceria Bersama Panti Mitra Muslim

Category : Eksternal , Home , News

View post on imgur.com

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, KAMIL mengajar mengadakan kegiatan “Ramadhan Ceria bersama Adik-adik Panti Mitra Muslim” yang beralamat di Jalan Ligar Rimbun, Cieubenying Bandung.  Acara ini diikuti oleh adik-adik panti mitra muslim, para volunteer KAMIL mengajar, dan mahasiswa KAMIL Pascasarjana ITB. Acara dilaksanakan pada Minggu, 27 Mei 2018 pukul 13.00 WIB dan ditutup dengan sholat tarawih berjamaah di panti tersebut.  Kegiatan Ramadah Ceria ini terdiri dari beberapa lomba dan games. Dalam kegiatan ini, KAMIL mengajar juga membuka donasi untuk panti yang terdiri dari anak-anak yatim dan duafa. Tujuan utama diadakan acara ini adalah meningkatkan antusias adek-adek dalam belajar agama, berbagi keceriaan, dan berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan. Kegaiatan ini sangat disambut hangat oleh pengurus beserta anak-anak panti asuhan.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan Alqur’an oleh oleh dek Yoga, salah satu anak dari Panti Mitra Muslim, sambutan oleh ketua umum KAMIL Pascasarjana ITB, Reka Adi Prayoga, dilanjut sambutan oleh pegurus panti yang diwakilkan oleh Pak Hari. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan lomba-lomba dan games. Lomba Tahfidz menjadi kegiatan pembuka dalam acara ini. Peserta diberikan tiga soal dengan tingkat soal yang berbeda-beda yang diambil dari surah juz 29 dan 30. Dalam lomba Tahfidz ini peserta diminta untuk melanjutkan ayat yang dibaca oleh juri. Ada tiga kriteria dalam penilaian Hifdzil Qur’an ini yaitu bidang tahfidz (ketepatan dan kelancaran hafalan), bidang tajwid, serta suara dan lagu. Para peserta yang terdiri dari adek-adek panti ini sangat antusias dan semangat dalam mengikuti perlombaan. Raut tegang juga tampak dari beberapa peserta, karena memang lomba ini disetting dengan pakem metode MTQ (Musabaqhoh Tilawatil Qur’an), namun tidak megurangi keantusiasan mereka dalam mengikuti lomba. “Lomba ini menjadikan motivasi tersendiri baik bagi para volunteer KAMIL megajar maupun para mahasiswa KAMIL pascasarjana sebagai audiens untuk senantiasa dapat menghafal Al-Qur’an, dapat memberikan mahkota kepada kedua orang tua”, imbuh salah satu peserta kegiatan Ramadhan Ceria. Lomba ini kemudian diakhiri dengan sholat ashar berjamaah.

View post on imgur.com

Sebelum dilanjut ke perlombaan selanjutnya, diadakan games tebak kata sebagai selingan dalam perlombaan. Games ini diikuti oleh semua peserta acara ini, baik adik-adik, para volunteer, maupun kakak-kakak dari KAMIL Pascasarjana ITB. Games ini dibuat untuk semakin mengakrabkan kakak-kakak peserta dengan adek-adek panti. Selain melatih kerja sama, games ini juga melatih wawasan adik-adik dalam membuat clue dari kata yang harus dijawab oleh kelompoknya. Keceriaan dan keseruanpun mewarnai games ini.

Acara kemudian disambung dengan lomba Pildacil. Peserta diminta menyampaikan tausiyah selama 3 menit dengan tema yang telah ditentukan sebelumnya yaitu tentang “Ramadhan” dan “Pergaulan Remaja Jaman Now”. Kriteria penilaian meliputi penyampaian, kesesuaian isi tausiyah dengan tema, dan ketepatan waktu. Penyampaian tausyiah sangat lucu, seru, dan mengena. Mereka sangat pandai dan kreatif dalam menyampaikan materi tausyiah dan audiens sangat semangat dalam menyimak tausiyah yang disampaikan. Ada beberapa dari mereka dalam menyampaikan tausyiah menggunakan istilah unik, seperti kutil “Kuliah Tilu Menit”, dan ada juga yang menggunakan pantun.  Beberapa dari mereka ada yang masih terlihat grogi, namun ini bisa menjadi ajang latihan mental buat adek-adek untuk dapat tampil di depan umum.

View post on imgur.com

Kegiatan lomba selesai, acara dilanjut dengan ngabuburit yang diisi dengan pembagian hadiah para pemenang lomba dan games, pemberian santunan, dan disambung dengan ceramah oleh Pak Jojo, selaku pembina Panti Mitra Muslim. Kegiatan ngabuburit ini akhiri dengan segelas es buah dan beberapa kurma sebagai menu ta’jil berbuka puasa bersama. Ba’da sholat magrib berjamaah, acara dilanjut dengan makan bersama.  Acara Ramadhhan Ceria ini ditutup dengan sholat trawih bersama di panti yang dipimpin oleh imam muda salman, Rifki Alfiansyah, dengan penceramah Rifqi Arul Sani, yang keduanya merupakan mahasiswa ITB.

Penulis : Estri Trimayanti


  • 0

Sehari Bersama Pencinta Al Qur’an

Category : Home

View post on imgur.com

Bertepatan pada tanggal 3 Ramadhan 1439H, Departemen PPSDM KAMIL Pascasarjana ITB menyelenggarakan acara ‘1 Hari Bersama Pencinta Al-Qur’an’ yang diadakan di Masjid Baitul Ilmi, LIPI Bandung, yaitu berlangsung dari pukul 08.00 pagi sampai dengan buka puasa bersama.  Acara ini mempunyai konsep yang istimewa karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan sehingga outputnya adalah masing-masing peserta diusahakan untuk membaca Al-Qur’an dengan target sebanyak 5 Juz, tidak hanya itu acara ini juga membahas cara pandang dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an yang disampaikan melalui pematerian oleh Ustadz Nur Ihsan Jundulloh, L.c. Disamping itu talkshow yang sangat inspiratif juga dihadirkan pada acara ini yaitu Kisah Keluarga Ummi Ruli yang senantiasa membumikan Al-Qur’an dalam keluarga rabbani. Keluarga Ummi Ruli ini menceritakan bagaimana tiap-tiap anggota keluarga berusaha mempunyai waktu khusus dengan Al-Qur’an di selah kesibukan aktivitasnya dan juga menceritakan hikmah hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah suatu nikmat yang tidak dimengerti kecuali oleh orang yang merasakannya, yaitu nikmat yang mengangkat harkat usia manusia, menjadikannya diberkahi dan menyucikannya. Setelah acara talkshow berakhir, peserta melanjutkan membaca Al-Qur’an nya hingga waktu yang telah ditentukan, sampai akhirnya waktu hendak berbuka puasa, panitia telah menyediakan ta’jil untuk kemudian peserta membagikannya kepada orang-orang yang berada di luar lingkungan Majid Baitul Ilmi LIPI Bandung. Setelah itu acara dilanjutkan kembali di dalam masjid dengan memberikan kenang-kenangan dari panitia bagi peserta yang sudah menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an sebanyak 5 Juz. Tidak lama kemudian, adzan magrib berkumandang  yang pertanda sudah berada di akhir penghujung acara. Acara ini diakhiri dengan sholat magrib berjama’ah lalu kemudian berbuka puasa bersama.

Penulis: Mushthofa Kamal (Magister Perencanaan Kepariwisataan ITB)


  • 0

“Mengawal 20 Tahun Reformasi, Sudahkah Indonesia Berdaulat Saat Ini?”

Category : Home

View post on imgur.com

20 Tahun yang lalu perjuangan itu dimulai, ketika kegelisahan yang muncul sebagai dampak dari adanya rezim kediktatoran, disertai adanya krisis finansial yang melanda Indonesia di tahun 1997, hingga geramnya rakyat terhadap praktek KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang merajalela membuat gejolak perlawanan terhadap pemerintah orde baru  kala itu tak bisa dibendung lagi. Tragedi Mei 1998 seolah menjadi saksi, di mana titik awal gerakan reformasi di negeri ini terlahir dari gerakan mahasiswa. Sebuah catatan di mana sejarah menuliskan bahwa perjuangan reformasi di negeri ini harus dibayar mahal bukan semata disebabkan oleh banyaknya kerusakan yang ditimbulkan, akan tetapi duka yang masih harus teringiang manakala teringat jatuhnya korban jiwa demi menuntut sebuah perubahan.

Enam tuntutan reformasi yang menjadi kunci perjuangan, bahwa 32 tahun kursi kepemimpinanan Indonesia kala itu telah menemui sebuah titik kejenuhan. Kegelisahan yang mengawali sebuah perjuangan, kegelisahan yang menimbulkan sikap kritis mahasiswa untuk mau bergerak, kegelisahan yang menjadi tonggak untuk suatu perubahan hingga tepat 21 Mei 1998, rezim kekuasaan orde baru resmi sudah ditumbangkan.

21 Mei 1998 atau tepatnya 20 tahun yang sudah berlalu, reformasi digadang-gadang menjadi titik perubahan di mana Indonesia bisa mencapai tujuan untuk bisa hidup lebih baik nyatanya menimbulkan suatu pertanyaan besar, sudahkah 20 tahun reformasi ini memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan bangsa Indonesia? atau justru 20 tahun reformasi yang kini tengah kita nikmati semakin melenakan kita dari cita-cita besar untuk terus berjuang mencapai Indonesia yang berdaulat?. Sebuah cita-cita besar di mana terminologi ‘berdaulat’ yang meliputi berbagai aspek, bukan semata bangga dengan terealisasinya program kerja dengan fokus pada pembangunan infrastruktur atau terlena akan euforia dikuasainya blok mahakam oleh Indonesia setelah 50 tahun dikuasai asing hingga kita abai bahwa pada aspek penegakan hukum, pendidikan, kesejahteraan, kesehatan hingga kemiskinan dan  keadilan menjadi PR besar yang hingga kini menunggu untuk segera diselesaikan.

Sebuah evaluasi terkait kebijakan pemerintah terbaru dalam 20 tahun reformasi salah satunya terjadi di awal tahun 2018, di mana hadiah 20 tahun reformasi justru diawali dengan sebuah kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras di tengah kondisi surplusnya stok beras di negeri ini, kebijakan yang dirasa cukup kontradiktif terkait strategi pemerintah dalam mencapai pangan Indonesia yang berdaulat sementara kebijakan impor beras masih saja diterapkan, meski catatan statistik menunjukan bahwa kebijakan impor beras tersebut tak urung telah dilakukan Indonesia pasca-reformasi dalam kurun waktu 15 tahun kebelakang (tahun 2000-2015). Hal ini tentunya menjadi kontradiktif jika ketika berbicara terkait kedulatan pangan semasa rezim pemeritahan orba, meski persoalan terkait kebebasan berpendapat pada era tersebut menjadi sesuatu yang langka, namun fakta sejarah membuktikan bahwa Indonesia pernah menuliskan prestasi berupa swasembada beras dalam kebijakan pemerintah dengan dilaksanakannnya program kerja bernama ‘REPELITA’.

Mengawal reformasi tak terlepas daripada turut sertanya rakyat dalam mengawal serta kebijakan-kebijakan pemerintah, di mana kata “Indonesia yang berdaulat adil dan makmur” yang merupakan konsep dan gagasan yang diusung para founding fathers di negeri ini kiranya tidak akan tercipta jika tidak adanya sinergisasi strategi yang baik di antara pemangku kebijakan dengan seluruh elemen yang ada, tak terlepas daripada peran mahasiwa itu sendiri untuk turut serta berpartisipasi aktif dalam mengawal kebijakan-kebijakan dan produk hukum yang ada dengan cara tidak apatis dalam menyikapi  permasalahan yang tengah bangsa ini hadapi, bukan semata menjadi mahasiswa yang cerdas dalam beropini dan menyampaikan bentuk daripada sebuah aspirasi, akan tetapi diharapkan juga mampu berpastisipasi aktif sebagai agent of change yang mampu memberikan solusi, wujud daripada realisasi  keinginan untuk mau bergerak, mengambil bagian dan berkontribusi.

View post on imgur.com

20 tahun reformasi yang sarat akan makna perjuangan, bahwa 20 tahun berlalu belumlah menandai perjuangan reformasi di negeri ini telah selesai, masih ada banyak catatan-catatan penting yang harus bisa diakselerasi bangsa ini untuk bisa mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Kegelisahan dan ideologi mahasiswa yang seyogyanya patut untuk terus dipelihara, bukan semata kesibukan akan tuntutan akademik yang setiap hari menyertai aktivitas keseharian yang wajib untuk ditunaikan, akan tetapi perlu dipupuknya rasa kepekaan dan kepedulian terkait kondisi dan permasalahan bangsa dengan tidak menutup  mata, hati, mulut juga telinga, untuk mau membaca,  merasa, mendengar, lantang bersuara “saatnya kita lawan semua bentuk kedzholliman dan ketdakadilan!”.

Tragedi Mei 1998 banyak memberikan pelajaran, bahwa pada masanya gerakan mahasiwa pernah mencatat sejarahnya yang menjadi pelopor untuk terwujudnya sebuah gerakan reformasi di Indonesia.

Salam pergerakan!

Penulis : Ihsanti Dwi Rahayu

REFERENSI :

Badan Pusat Statistik, 2017,  Impor Beras Menurut Negara Asal Utama, 2000-2015, https://www.bps.go.id/statictable/2014/09/08/1043/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2015.html (diakses 21 Mei 2018)

Bayu Galih, 2018, 20 Tahun Reformasi, Kisah Mahasiswa Kuasai Gedung DPR pada 18 Mei, https://nasional.kompas.com/read/2018/05/18/06060041/20-tahun-reformasi-kisah-mahasiswa-kuasai-gedung-dpr-pada-18-mei-1998?page=all (diakses 21 Mei 2018)

BBC, 2018, Hari-Hari Jelang Reformasi, 20 Tahun Lalu, Dalam Gambar Dan Catatan

http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44192970 (diakses 21 Mei 2018)

Fauzi, Achmad, 2018, Begini Perjalanan Impor Beras Indonesia Sejak Tahun 2000 hingga 2018, https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/16/161052826/begini-perjalanan-impor-beras-indonesia-sejak-tahun-2000-hingga-2018 (diakses 21 Mei 2018)

Koran Sindo, 2018, Panen Masih Surplus, Indonesia Belum Perlu Impor Beras, https://economy.okezone.com/read/2018/01/08/320/1841640/panen-masih-surplus-indonesia-belum-perlu-impor-beras (diakses 21 Mei 2018)

Sumedi dan Djauhari, Achmad, 2014, Reformasi Kebijakan Desentralisasi Sektor Pertanian, Badan Litbang Pertanian Kementrian Pertaanian Republik Indonesia www.litbang.pertanian.go.id/buku/reformasi-kebijakan-menuju/bab-iv-1.pdfhttp://www.litbang.pertanian.go.id/buku/reformasi-kebijakan-menuju/bab-iv-1.pdf (diakses 21 Mei 2018)

Tempo, 2018 Ironi Enam Tuntutan, https://majalah.tempo.co/read/155491/ironi-enam-tuntutan?read=true (diakses 21 Mei 2018)

Wicaksono, Pebrianto Eko., 2018, 50 Tahun Dikuasai Asing, Blok Mahakam Akhirnya Jatuh ke Pertamina, https://www.liputan6.com/bisnis/read/3211738/50-tahun-dikuasai-asing-blok-mahakam-akhirnya-jatuh-ke-pertamina, (diakses 21 Mei 2018)


Pencarian

Kalender

July 2018
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Email Subscription

Kamil Twitter

Address

Sekretariat
Gedung Kayu Lt. 2, Komplek Masjid Salman
Jl. Ganesha No. 7 Bandung 40132, Indonesia

Contact

phone: 0857-8286-7789
e-mail: kamil.pascasarjanaitb@gmail.com