Results for category "Syiar & Pelayanan"

31 Articles

Kajian Islam Tematik: Let’s Move Up!

0

Kajian Islam Tematik Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarajana ITB bersama Kang Abe. Foto: Kamal

BANDUNG – Departemen Syiar dan Pelayanan kembali mengadakan Kajian Islam Tematik pada Sabtu, 28 Oktober 2017 bertempat di ruang utama Masjid Salman ITB, Jl. Ganeca No.7, Lb. Siliwangi, Coblong Kota Bandung. Tema kajian kali ini yaitu “Let’s move up!” bersama Ustadz Nur Ihsan Jundullah, Lc atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Abe. Beliau merupakan alumni Ummul Quro’ Mekkah dan juga menjadi pemateri pada Kajian Islam Tematik pada bulan sebelumnya, yaitu pada tanggal 26 September 2017. Kang Abe menjelaskan mengenai urgensi hijrah, tingkatan hijrah serta tips agar istiqomah dalam berhijrah.

“Ada lima tips yang dapat dilakukan apabila ingin terus beristiqomah dalam hijrah. Pertama, siapkan orang yang mau menegur kita. Lebih baik orang tersebut ialah yang dekat dengan kita, yang mengerti diri kita. Kemudian sadarlah bahwa istiqomah itu harus dipaksa dan rajinlah mencari ilmu. Selanjutnya, bergaul dengan orang-orang yang sedang hijrah. Caranya adalah dengan berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan mereka. Yang keempat, jangan melebihi batas. Maksudnya adalah beramal sesuai dengan kesanggupan kita. Lebih baik sedikit tetapi continue. Dan yang terakhir adalah beramal dan percaya bahwa Allah sedang melihat kita.” jelas Kang Abe dalam petikan kajiannya kepada lebih dari 100 peserta yang hadir.

Suasana Kajian “Lets Move Up!” di Ruang Utama Masjid Salman ITB

Kajian dimulai setelah shalat Ashar dan diakhiri pada pukul 17.15 dengan diskusi seputar materi. Peserta tampak serius dan menyimak setiap penjelasan dari Kang Abe karena tema kajian kali ini dinilai sangat penting, khususnya untuk anak muda yang sedang mencari jati diri. Bagaimana untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan kualitas iman setiap harinya.

Nanda, Sekretaris Departemen Syiar dan Pelayanan menyatakan bahwa kajian ini merupakan kajian kelima yang diadakan Departemen Syiar dan Pelayanan, “Alhamdulillah, berjalan lancar dan semakin bertambah antusiasme peserta di setiap kajiannya. Semoga peserta dapat mengambil ilmu dan manfaat dari kajian ini untuk meningkatkan diri, berhijrah ke kondisi yang lebih baik dan istiqomah dalam hijrah.” pungkasnya.

Penulis: Mutiara Fajar

0

Syiar Kamil Pascasarjana ITB Adakan Kajian Tematik Bersama Kang Abe

0

Foto : Kegiatan Kajian Tematik Syiar Kamil Pascasarjana ITB di Gedung Serba Guna Salman ITB (Fotografer : Dadang)

BANDUNG – Menjadi cermin yang baik, kalimat tersebut menjadi tema acara kajian Islam tematik yang diadakan oleh Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarjana ITB. Kajian ini diisi oleh Ustadz Nur Ihsan Jundullah, Lc  atau yang familiar dengan panggilan Kang Abe. Beliau merupakan alumni Ummul Quro’ Mekkah. Dalam materinya, Kang Abe menjelaskan tentang sirah nabawiyah nabi Muhammad SAW yang hijrah ke Gua Tsur bersama Abu Bakar. Selain itu Kang Abe juga menyampaikan tentang hubungan konsep integritas dalam Islam yang terdiri dari tiga komponen yakni akhlaq, ibadah dan aqidah. Dalam materinya ketiga komponen ini dianalogikan dengan sebatang pohon yang mana aqidah itu sebagai akar pohon yang mencerminkan pola pikir manusia, ibadah itu sebagai batang pohon yang mencerminkan pola perilaku manusia dan akhlaq itu sebagai daun yang mencerminkan pola sikap manusia.

Acara ini diadakan di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB pada Selasa, 26 September 2017 yang dihadiri kurang lebih 118 peserta yang merupakan mahasiswa ITB dan umum. Hablul Barri atau yang biasa dipanggil Cak Barri ini, Mahasiswa Pascasarjana ITB Jurusan Instrumentasi dan Kontrol Fakultas Teknik Industri, yang merupakan koordinator acara ini mengungkapkan bahwa tujuan acara ini sebagai penyeimbang antara kehidupan dunia kampus dengan agama bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa pascasarjana ITB. ”Mahasiswa diharapkan dapat mencontoh ilmuan-ilmuan muslim terdahulu seperti Imam Aljazari, Ibnu Sina, Alkhawarizmi dan lain sebagainya,” ungkap Barri. “Jadi bukan hanya sainteknya yang di tonjolkan tapi aqidah dan akhlaq juga harus seimbang, kebetulan sekarang lagi momentum tahun baru Hijriah jadi peserta diharapkan dapat memulai hidup yang lebih positif kedepannya dan bisa menularkan ke teman-teman di sekitarnya dan lingkungannya,” tambah Barri. La Ode Hilman Kurnia, mahasiswa Pascasarjana ITB jurusan Rekaya Tambang Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan yang merupakan peserta acara ini mengungkapkan bahwa materi acaranya bermanfaat sekali. Sesuai dengan kebutuhan sekarang. “Semoga Kamil sering sering lagi bikin acara seperti ini,” ungkap Hilman.

Penulis: Damara

0

Ngariung Bareng Al-Quran dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan

0

Ngariung Bersama Kamil Pascarjana ITB. Foto oleh: Ramadhana

BANDUNG – Dalam rangka mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan, Departemen Syiar dan Pelayanan beserta Departemen PPSDM Kamil Pascasarjana ITB berkolaborasi mengadakan acara “Ngariung Bareng Al-Quran”, pada hari Kamis, 18 Mei 2017, bertempat di Masjid Nurul Jamil Bandung. Acara yang dihadiri sekitar 38 orang ini belangsung dengan lancar dan khidmat. Luthfi, mahasiswa pascasarjana Teknik Kimia ITB, selaku koordinator acara menyampikan tujuan acara ini adalah untuk memberikan edukasi singkat kepada peserta tentang ilmu tahsin dan tahfidz sebagai bekal dalam menyambut bulan suci Ramadhan (bulan diturunkannya Al-Quran) dan memberikan waktu kepada peserta untuk seharian penuh bersama Al-Quran.

“Harapannya peserta dapat memperoleh bekal ilmu dari acara serta sebagai penyuntik motivasi agar senantiasa belajar Al-Quran lebih dalam lagi hingga menjadi ahlul Quran”, tambah lutfi. Panitia mengundang Syaikh Khanova Maulana Alhafizh, pembina utama IAC dan pewaris ijazah dan sanad Al-Qur'an dengan Qiraat Asyrah 28 generasi antara beliau dengan Rasulullah, serta Ustad Ahmad Muhammad Yusuf, Lc. M.IRK yaitu Al-Hafizh lulusan IIUM (International Islamic University of Malay). Pemateri menyelipkan pesan untuk mempelajari ilmu tahsin dengan baik dan benar, serta jadilah ahlul Quran, “Perbanyak baca Al-Quran di bulan Ramadhan, dimana bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Quran”.

 

Penulis: Damara

Editor: Mutiara

0