Results for category "Syiar & Pelayanan"

26 Articles

Ngariung Bareng Al-Quran dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Ngariung Bersama Kamil Pascarjana ITB. Foto oleh: Ramadhana

BANDUNG – Dalam rangka mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan, Departemen Syiar dan Pelayanan beserta Departemen PPSDM Kamil Pascasarjana ITB berkolaborasi mengadakan acara “Ngariung Bareng Al-Quran”, pada hari Kamis, 18 Mei 2017, bertempat di Masjid Nurul Jamil Bandung. Acara yang dihadiri sekitar 38 orang ini belangsung dengan lancar dan khidmat. Luthfi, mahasiswa pascasarjana Teknik Kimia ITB, selaku koordinator acara menyampikan tujuan acara ini adalah untuk memberikan edukasi singkat kepada peserta tentang ilmu tahsin dan tahfidz sebagai bekal dalam menyambut bulan suci Ramadhan (bulan diturunkannya Al-Quran) dan memberikan waktu kepada peserta untuk seharian penuh bersama Al-Quran.

“Harapannya peserta dapat memperoleh bekal ilmu dari acara serta sebagai penyuntik motivasi agar senantiasa belajar Al-Quran lebih dalam lagi hingga menjadi ahlul Quran”, tambah lutfi. Panitia mengundang Syaikh Khanova Maulana Alhafizh, pembina utama IAC dan pewaris ijazah dan sanad Al-Qur'an dengan Qiraat Asyrah 28 generasi antara beliau dengan Rasulullah, serta Ustad Ahmad Muhammad Yusuf, Lc. M.IRK yaitu Al-Hafizh lulusan IIUM (International Islamic University of Malay). Pemateri menyelipkan pesan untuk mempelajari ilmu tahsin dengan baik dan benar, serta jadilah ahlul Quran, “Perbanyak baca Al-Quran di bulan Ramadhan, dimana bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Quran”.

 

Penulis: Damara

Editor: Mutiara

26 views

Peringati Isra’ Mi’raj bersama Ustad Djalal As-Syatibi

Penyerahan kenang-kenangan oleh Ketua Umum Kamil Pascasarjanan ITB kepada Pemateri

Foto oleh : Dadang

BANDUNG – Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa besar dalam agama Islam. Dari peristiwa inilah asal mulanya diwajibkan sholat 5 waktu bagi umat Islam. Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarjana ITB peringati Isra’ Mi’raj dengan mengadakan kajian bersama Ustad Djalal As-Syatibi yang merupakan pengisi ceramah di MQ TV dan beberapa stasiun radio. Kegiatan ini bertema “Kado Terindah dari Perjalanan Agung” dan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB pada hari Selasa tanggal 25 April 2017 dari pukul 16.00 – 17.30 WIB. Acara berlangsung dengan lancar dan dihadiri sekitar 50 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Pemateri menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan apa yang dialami beliau dalam perjalanannya. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan tsaqofah keilmuan peserta, meningkatkan keimanan dari pelbagai pelajaran yang bisa diambil dari momen Isra' Mi'raj, demikian diungkapkan oleh Nanda Hanifa Maulida, mahasiswa Pascasarjana Teknik Panas Bumi ITB, saat diwawancara. Ketua Umum Kamil Pascasarjana juga mengungkapkan bahwa banyak hikmah yang dapat diambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini, diantaranya tentang hakikat memaknai perjalanan dan bagaimana interaksi kita dengan sholat. Hal-hal ini sudah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pentingnya kita tahu tentang sirah nabawiyah akan menimbulkan rasa cinta kita terhadap Rasulullah. Dan ini perlu kita pupuk terus dalam aktifitas sehari-hari. Tutup Faruq.

Penulis : Damara

Editor: Mutiara

27 views

Kajian Departemen Syiar: Pengembangan Sains dan Teknologi Harus Sejalan dengan Al-Quran dan Sunnah

BANDUNG – Departemen Syiar Kamil Pascasarjana ITB 2017 mengadakan kajian yang bertemakan “Menggenggam Dunia dengan Al-Quran” di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB. Kajian disampaikan oleh Guru Besar FMIPA ITB Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks yaitu Prof. Dr. rer. nat. Umar Fauzi. Acara ini diadakan pada hari Selasa, 28 Maret 2017 pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.. Kajian ini merupakan rangkaian pembukaan Kamil Tahsin Tahfidz (KTT) yang merupakan program kerja Departemen Syiar.

Penyampaian Materi Kajian oleh Prof. Dr. rer. nat. Umar Fauzi

“Sebenarnya, para pemikir di negara kita sudah banyak. Persoalannya, kebanyakan kegiatan ilmiah yang dilakukan belum berprinsipkan nilai islam. Untuk dapat menguasai teknologi, harusnya dilakukan dalam prinsip dan nilai-nilai islam dengan menjadikan Al-Quran dan sunnah sebagai panduan. Bukan seperti sekarang.” jelas Prof. Umar Fauzi pada kutipan materi yang disampaikannya. Lulusan program doktoral Universitas zu Koeln Jerman ini juga menambahkan, “Kalau bukan kita orang islam, siapa lagi yang akan melakukan pengembangan.”

Antusiasme Peserta Kajian di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB

Acara berlangsung tertib dan kondusif. Peserta yang hadir berjumlah 74 orang. Pemateri menyampaikan kajian dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Diberikan beberapa contoh peristiwa disekitar kita sehingga mempermudah peserta untuk memahami pentingnya menjadikan Al-Quran dan sunnah sebagai landasan dalam pengembangan sains dan teknologi

Salah satu peserta kajian, Reza, mahasiswa pascasarjana School of Business and Management (SBM) ITB menuturkan bahwa kajian ini menarik, mencerahkan dan membakar semangat. “Khususnya untuk menggunakan sumber Qur'an dan hadits dalam riset kita. Semoga acara berikutnya bisa membicarakan teknis bagaimana kita bisa menggunakannya dlm riset kita,” tambahnya. Kajian ditutup dengan nasehat dari Prof. Umar Fauzi, “Jangan lupa berdoa, agar Allah berkenan memilih kita sebagai pengembang Al-Quran dan sunnah. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Sadarlah, saat ini kita dikuasai oleh sains, teknologi, manajemen, ekonomi dan semua yang tidak didasari oleh Al-Quran dan sunnah.”

 

Penulis dan Editor: Mutiara

65 views