Results for category "Syiar & Pelayanan"

26 Articles

Kajian Islam Tematik: Let’s Move Up!

Kajian Islam Tematik Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarajana ITB bersama Kang Abe. Foto: Kamal

BANDUNG – Departemen Syiar dan Pelayanan kembali mengadakan Kajian Islam Tematik pada Sabtu, 28 Oktober 2017 bertempat di ruang utama Masjid Salman ITB, Jl. Ganeca No.7, Lb. Siliwangi, Coblong Kota Bandung. Tema kajian kali ini yaitu “Let’s move up!” bersama Ustadz Nur Ihsan Jundullah, Lc atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Abe. Beliau merupakan alumni Ummul Quro’ Mekkah dan juga menjadi pemateri pada Kajian Islam Tematik pada bulan sebelumnya, yaitu pada tanggal 26 September 2017. Kang Abe menjelaskan mengenai urgensi hijrah, tingkatan hijrah serta tips agar istiqomah dalam berhijrah.

“Ada lima tips yang dapat dilakukan apabila ingin terus beristiqomah dalam hijrah. Pertama, siapkan orang yang mau menegur kita. Lebih baik orang tersebut ialah yang dekat dengan kita, yang mengerti diri kita. Kemudian sadarlah bahwa istiqomah itu harus dipaksa dan rajinlah mencari ilmu. Selanjutnya, bergaul dengan orang-orang yang sedang hijrah. Caranya adalah dengan berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan mereka. Yang keempat, jangan melebihi batas. Maksudnya adalah beramal sesuai dengan kesanggupan kita. Lebih baik sedikit tetapi continue. Dan yang terakhir adalah beramal dan percaya bahwa Allah sedang melihat kita.” jelas Kang Abe dalam petikan kajiannya kepada lebih dari 100 peserta yang hadir.

Suasana Kajian “Lets Move Up!” di Ruang Utama Masjid Salman ITB

Kajian dimulai setelah shalat Ashar dan diakhiri pada pukul 17.15 dengan diskusi seputar materi. Peserta tampak serius dan menyimak setiap penjelasan dari Kang Abe karena tema kajian kali ini dinilai sangat penting, khususnya untuk anak muda yang sedang mencari jati diri. Bagaimana untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan kualitas iman setiap harinya.

Nanda, Sekretaris Departemen Syiar dan Pelayanan menyatakan bahwa kajian ini merupakan kajian kelima yang diadakan Departemen Syiar dan Pelayanan, “Alhamdulillah, berjalan lancar dan semakin bertambah antusiasme peserta di setiap kajiannya. Semoga peserta dapat mengambil ilmu dan manfaat dari kajian ini untuk meningkatkan diri, berhijrah ke kondisi yang lebih baik dan istiqomah dalam hijrah.” pungkasnya.

Penulis: Mutiara Fajar

16 views

Syiar Kamil Pascasarjana ITB Adakan Kajian Tematik Bersama Kang Abe

Foto : Kegiatan Kajian Tematik Syiar Kamil Pascasarjana ITB di Gedung Serba Guna Salman ITB (Fotografer : Dadang)

BANDUNG – Menjadi cermin yang baik, kalimat tersebut menjadi tema acara kajian Islam tematik yang diadakan oleh Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarjana ITB. Kajian ini diisi oleh Ustadz Nur Ihsan Jundullah, Lc  atau yang familiar dengan panggilan Kang Abe. Beliau merupakan alumni Ummul Quro’ Mekkah. Dalam materinya, Kang Abe menjelaskan tentang sirah nabawiyah nabi Muhammad SAW yang hijrah ke Gua Tsur bersama Abu Bakar. Selain itu Kang Abe juga menyampaikan tentang hubungan konsep integritas dalam Islam yang terdiri dari tiga komponen yakni akhlaq, ibadah dan aqidah. Dalam materinya ketiga komponen ini dianalogikan dengan sebatang pohon yang mana aqidah itu sebagai akar pohon yang mencerminkan pola pikir manusia, ibadah itu sebagai batang pohon yang mencerminkan pola perilaku manusia dan akhlaq itu sebagai daun yang mencerminkan pola sikap manusia.

Acara ini diadakan di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB pada Selasa, 26 September 2017 yang dihadiri kurang lebih 118 peserta yang merupakan mahasiswa ITB dan umum. Hablul Barri atau yang biasa dipanggil Cak Barri ini, Mahasiswa Pascasarjana ITB Jurusan Instrumentasi dan Kontrol Fakultas Teknik Industri, yang merupakan koordinator acara ini mengungkapkan bahwa tujuan acara ini sebagai penyeimbang antara kehidupan dunia kampus dengan agama bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa pascasarjana ITB. ”Mahasiswa diharapkan dapat mencontoh ilmuan-ilmuan muslim terdahulu seperti Imam Aljazari, Ibnu Sina, Alkhawarizmi dan lain sebagainya,” ungkap Barri. “Jadi bukan hanya sainteknya yang di tonjolkan tapi aqidah dan akhlaq juga harus seimbang, kebetulan sekarang lagi momentum tahun baru Hijriah jadi peserta diharapkan dapat memulai hidup yang lebih positif kedepannya dan bisa menularkan ke teman-teman di sekitarnya dan lingkungannya,” tambah Barri. La Ode Hilman Kurnia, mahasiswa Pascasarjana ITB jurusan Rekaya Tambang Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan yang merupakan peserta acara ini mengungkapkan bahwa materi acaranya bermanfaat sekali. Sesuai dengan kebutuhan sekarang. “Semoga Kamil sering sering lagi bikin acara seperti ini,” ungkap Hilman.

Penulis: Damara

19 views

Kamil Trip: Serunya Berkuda dan Memanah di Daarus Sunnah, Eco Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

Kamil Trip 2017 Horse Riding and Archery di Daarus Sunnah, Eco Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

BANDUNG – Ahad, 17 September 2017, menjadi hari yang menyenangkan bagi para peserta Kamil Trip 2017 yang mengikuti kegiatan berkuda dan memanah di Eco Pesantren Daarut Tauhiid, tepatnya di Daarus Sunnah – Horse Riding and Archery, Parongpong, Kabupaten Bandung. Kamil Trip merupakan kegiatan yang diusung oleh Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarjana 2017 dimana pada tahun sebelumnya juga telah diadakan di tempat yang sama. Peserta Kamil Trip tidak hanya berasal dari pengurus Kamil tetapi juga berasal dari peserta umum yaitu SMA, mahasiswa S1, S2 dan S3 yang terdiri dari 29 peserta. Masing-masing peserta dibebaskan untuk membawa perlengkapan lain seperti masker atau topi.

Titik kumpul awal yaitu di depan Monumen Kubus ITB pada pukul 07.00 WIB. Kemudian setelah registrasi ulang, para peserta secara bersama berangkat menuju Eco Pesantren Daarut Tauhiid. Setibanya disana, peserta langsung menuju Mesjid Eco Pesantren Daarut Tauhiid untuk melaksanakan salat Dhuha, kemudian berjalan bersama menuju tempat berkuda dan memanah. Setelah menyantap hidangan sarapan yang telah disediakan, para peserta Kamil Trip berkumpul untuk mendengarkan pengarahan dan pengenalan tentang berkuda oleh salah satu pengurus disana. Beliau menjelaskan tentang tips awal untuk berkuda, dimulai dari pendekatan kepada kuda itu sendiri, “Kuda paling suka dielus ubun-ubunnya, sebagai bentuk rasa kasih sayang. Setelah kita beri makan di atas telapak tangan, kemudian elus ubun-ubunnya, “ucapnya sambil memberi contoh. Setiap peserta Kamil Trip juga diberi kesempatan untuk memberi makan dengan wortel dan mengelus ubun-ubun kuda tersebut.  “Apabila telah lama berinteraksi dengan kuda, maka kuda tersebut mampu mengenali kita dari aroma badan yang khas,” tambahya.

Pengenalan Teknik Dasar Berkuda. Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

Setelah penjelasan singkat mengenai teknik dasar menunggang kuda serta resiko yang mungkin tejadi saat berkuda, peserta akhwat (wanita) dan ikhwan (pria) dipisah. Ikhwan berkesempatan untuk menunggangi kuda terlebih dahulu, sedangkan akhwat diarahkan untuk mendapat penjelasan dan praktik memanah. Sama seperti penjelasan mengenai teknik berkuda, sebelum mulai memanah, dijelaskan terlebih dahulu mengenai filosofi dalam memanah serta hal-hal apa saja yang menjadi dasar dalam memanah. “Sebelum memanah, kita harus menentukan tujuan atau target terlebih dahulu. Sehingga setelah tujuan tersebut diketahui, kita akan semakin mudah mengontrol sasaran arah anak panah. Kemudian saat melepaskan anak panah, ibaratkan bahwa itu adalah ikhtiar yang kemudian kita serahkan hasilnya kepada Allah. Belajar ikhlas, gitu, Teh.” ucap Kang Ahmad, sebagai pelatih memanah kali ini.

Kegiatan Berkuda dan Memanah. Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

Kegiatan berkuda dan memanah berlangsung hingga pukul 11.30 WIB. Acara ditutup dengan makan nasi liwet, foto bersama dan salat Dhuhur berjamaah. Kamil Trip menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh peserta, salah satunya bagi Ririn, mahasiswi S1 semester tiga Universitas Padjajaran, “Kegiatannya asik, seru.  Akang dan Teteh-nya juga ramah. Jadi ada cerita dan pengalaman baru.” ungkapnya.

Dhana, anggota Departemen Syiar dan Pelayanan yang menjadi PJ (Penanggung Jawab) acara Kamil Trip ini menyatakan perasaan syukur dan bahagia karena kegiatan dapat berlangsung tertib dan lancar. “Sebagai PJ yang bekerjasama dengan Daarus Sunnah, merasakan disana sangat kooperatif dengan paket kegiatan yang komplit. Peserta juga sangat bersemangat dan aktif saat kegiatan. Antusiasme dari peserta buat saya merasa senang bisa membuat Kamil Trip terlaksana. Hingga banyak peserta yang ingin diadakan Kamil Trip berkuda dan memanah lagi. Sebagai peserta saya juga merasakan hal yang sama dengan peserta lainnya yaitu pengalaman berkuda dan memanah sangat menyenangkan dan seru. Berkuda dan memanah sebagai sunnah dari Rasulullah SAW juga memberikan pahala dan kebaikan. Di setiap sisi kita dapat mengambil hikmah dari kegiatan berkuda dan memanah. Itulah mengapa Rasulullah SAW menjadikan berkuda dan memanah sebagai olahraga sunnah.” Ungkap Dhana.

Penulis: Mutiara

81 views