Category Archives: News

  • 0

RAKER DAN SARASEHAN KAMIL 2018 : FONDASI PENTING PERJALANAN SATU TAHUN KEPENGURUSAN KAMIL.

View post on imgur.com

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” Surat As-Saff Ayat 4.

Bandung- KAMIL Pascasarjana ITB 2018 telah menggelar rangkaian kegiatan Raker dan Sarasehan pada Sabtu (10/2) di Mesjid Maaimmaskuub, PDAM Bandung. Kegiatan ini untuk memperkenalkan Badan Pengurus Harian (BPH) yang baru sekaligus pemaparan program kerja tiap departmen. Ketua MPO, Decky Ferdiansyah, S.Farm., Apt, menyebutkan bahwa ini adalah amanah dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang rutin dilaksanakan minimal sekali setiap tahun dan bertindak sebagai fondasi yang penting untuk memulai perjalanan satu tahun kepengurusan kamil. “Pencapaian sukses organisasi selalu dimulai dari langkah pertama berupa perencanaan dan komitmen bersama,” ucap bung Decky.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB, diawali dengan sambutan oleh Ketua KAMIL Pascasarjana ITB 2018, Reka Ardi Prayoga, S.T dan dihadiri sekitar 80 orang anggota KAMIL Pascasarjana ITB 2018. Dalam paparannya tentang kebijakan umum organisasi, Reka memperkenalkan “KAMIL at-Thalib Rabbani, Lc” sebagai haluan dakwah yang akan diikuti selama satu tahun kepengurusan. “Lc, Leading dan Caring, adalah visi yang harus dimiliki setiap anggota kamil agar dapat mewujudkan kampus ITB dan Indonesia yang madani,” tutur Reka. Dalam kegiatan tersebut turut juga hadir Pembina KAMIL Pascasarjana ITB, Ibu Dewi Larasati ZR, Ph.D serta ketua BMK Salman ITB, Luthfi Maula.
Agenda pemaparan program kerja tujuh departemen oleh masing-masing kepala dan sekertaris departemen ditanggapi antusias oleh peserta. Pertanyaan dan saran secara bergiliran disampaikan, baik itu dari anggota kamil maupun alumni dengan harapan pelaksanaan program kerja selama satu tahun kedepan dapat bersinergi dengan visi dan cita-cita kepengurusan KAMIL Pascasarjana ITB 2018. Dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sarasehan berupa games dari tim PPSDM yang bertujuan untuk mengeratkan ukhuwah antara sesama anggota KAMIL. “Alhamdulillah, peserta sangat antusias mengikuti acara RAKER ini sampai akhir karena terbantu dengan sub acara Sarasehan yang cukup rileks & menyenangkan”, ujar Dimas Jalaluddin, penanggung jawab kegiatan ini.
Kegiatan Raker dan Sarasehan ini ditutup dengan pengesahan program kerja dan pelantikan badan pengurus harian KAMIL Pascasarjana ITB 2018. Ikrar pengurus KAMIL dibacakan oleh Reka dan diikuti oleh semua peserta sambil berdiri dan bepegangan tangan. Semangat mengemban amanan serta desah haru yang menyatu dengan pekikan Takbir, nampak di seluruh anggota KAMIL yang hadir saat itu.

[penulis: Rahmat Hidayah, Departemen MEDIA]


  • 0

Talkshow Annisa : “Menilik Kembali Kiprah dan Peran Wanita sebagai Pencetak Karakter Bangsa”

Pemaparan materi pada Talkshow Annisa Kamil Pascasarjana ITB

BANDUNG – Kamil Pascasarjana ITB kembali mengadakan kegiatan talkshow di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB pada Sabtu, 2 Desember 2017. Talkshow kali ini mengangkat isu perempuan dan perannya di tengah era globalisasi dengan tiga pemateri luar biasa yaitu Maimon Herawati, dosen Universitas Padjajaran (Unpad) sekaligus pendiri Forum Lingkar Pena (FLP); Nadia Karina Hakman, dosen Fakultas Ekonomi Unpad yang pernah menerima Beasiswa Foundation Sampoerna dan Ummu Balqis, penulis serta Co-Founder Smart Eduplace. Talkshow dihadiri kurang lebih 153 peserta dari berbagai universitas dan masayarakat umum di Bandung dan sekitarnya.

Talkshow dimulai pukul 08.40 WIB dengan pemateri pertama yaitu Teh Maimon. Akan tetapi beliau berhalangan hadir, sehingga peserta talkshow mendapat penjelasan melalui rekaman voice note Teh Maimon. Alumni Abertay University dan Newcastle University ini menjelaskan bagaimana peran wanita dalam mengubah dunia melalui tulisan, “Menulis itu penting karena dapat mengubah opini dunia. Namun, menulis harus diiringi dengan banyak membaca. Khususnya bagi wanita diharapkan mampu untuk lebih banyak membaca. Dengan banyak membaca, maka pengetahuan kita akan semakin bertambah dan kita mampu beropini berdasarkan landasan teori.” salah satu kutipan pernyataan Teh Maimon dalam voice note-nya.

Materi kedua disampaikan oleh Teh Karin tentang merajut asa di tanah impian. Beliau sempat dijuluki “ratu beasiswa” karena senang berburu info dan sering mendapat beasiswa. Dalam pemaparan materinya, Teh Karin menegaskan bahwa yang harus dibentuk terlebih dahulu adalah asa, “Ada dua hal yang perlu kita pahami dalam menentukan harapan. Yang pertama, kita harus mengetahui apa potensi diri yang dititipkan Allah kepada kita. Kedua, kita harus jujur melihat potensi diri, ikuti dan tidak perlu menjadi orang lain.” jelas Teh Karin.

Pemateri terakhir yaitu Ummu Balqis, mengambil tema tentang pentingnya peran seorang ibu dalam membangun generasi. Banyak tokoh hebat yang terlahir dari ibu yang tak kalah hebatnya. Misalnya ibunda dari Imam Syafii yaitu Fathimah binti Ubaidillah Azdiyah. Beliau mendidik Imam Syafii hingga mampu menghafal Al-Quran ada usia 7 tahun. Penulis buku “Bukan Ibu Biasa” ini juga menuturkan bahwa seorang ibu hendaklah memiliki aqidah yang kuat, ikhlas, penyayang, mengetahui bagaimana ilmu mendidik anak, amanah kemudian juga mampu memanajemen diri dan waktu dengan baik, “Jangan lupa untuk memberi reward pada diri sendiri saat semua tugas berjalan sesuai yang diinginkan. Selain itu, bangunlah konsep me time yang berkualitas dengan pasangan dengan cara tetap membahas perkembangan anak di sela percakapan. Dengan begitu kita dapat melakukan tindakan yang tepat.”

Di penghujung materi, dibuka kesempatan untuk berdiskusi. Tema kali ini sangat menarik. Hal ini terlihat dari antusias peserta saat sesi diskusi. Pertanyaan yang diajukan juga beragam, seperti pertanyaan tentang homeschooling, support system dalam keluarga dan pada intinya komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Talkshow ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pemateri dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Peserta Talkshow Annisa memadati GSG Masjid Salman ITB

Nur Illahi, salah seorang peserta talkshow yang berasal dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Kota Bandung mengatakan bahwa kegiatan talkshow Annisa ini sangat bagus dan temanya sangat menarik, sehingga dapat menambah pengetahuan peserta yang hadir. Mulya, mahasiswi pascasarjana angkatan 2017 jurusan Fisika yang merupakan penanggung jawab kegiatan ini menjelaskan latar belakang diangkatnya tema “Menilik Kembali Kiprah dan Peran Wanita sebagai Pencetak Karakter Bangsa” ini yaitu berangkat dari kenyataan bahwa wanita merupakan kunci dalam membangun sebuah peradaban, “Dari rahim perempuan yang mulia akan dihasilkan generasi insan berkualitas yang mampu membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh umat. Harapannya kedepan semoga kegiatan ini menjadi lebih baik lagi. ” jelas Mulya.

Penulis: Mutiara


  • 0

Ngaji bareng Ust. Evie : Siapkan Bekal Kehidupan Di Hari Akhir

BANDUNG – Closer to the end, menjadi tema kajian islam tematik yang diadakan oleh Departemen Syiar Kamil Pascasarjana ITB. Kajian tematik kali ini menghadirkan Ustad Evie Effendie, Ustad gaul Bandung yang memiliki gaya penampilan kekinian dengan ciri khas kupluk. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan di ruang utama Masjid Salman ITB pada hari Sabtu, 25 November 2017 pukul 15.30 WIB. Acara ini dipandu oleh moderator, Rahmat Hidayat, Mahasiswa Pascasarjana jurusan Fisika ITB. Dalam materinya, Ust. Evie menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kuota dalam kehidupannya, setiap saat kuota kehidupan itu akan berkurang, untuk itu persiapkanlah bekal sebelum kuota hidup kita habis karena kita tidak akan selamanya tinggal di dunia ini. Dunia ini bukan tempat tinggal tetapi tempat meninggal. Mari kita hisab diri kita sebelum Allah menghisab kita.

Foto : Ust. Evie Memberikan Materi (Fotografer : Dadang)

Kegiatan berlangsung dengan lancar. Peserta yang hadir lebih dari 250 orang. “Mereka terlihat sangat antusias,” ujar Nanda Hanyfya Maulida, Mahasiswa Pascasarjana jurusan teknik panas bumi ITB, Koordinator kegiatan ini. Nanda menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah sebagai pengingat bagi kita sebagai manusia bahwa kehidupan hanya sementara dan setiap harinya kita semakin dekat dengan akhir dari hidup kita. “Harapannya melalui kegiatan ini para peserta memahami pentingnya mempersiapkan bekal untuk hari akhir, tidak hanya sibuk dengan urusan dunia,” Ujar Nanda.

Foto : Antusias Peserta (Fotografer : Dadang)

Warsita, Peserta kegiatan ini, Mahasiswa Pascasarjana jurusan teknik lingkungan ITB, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat sekali. Dengan ikut kegiatan ini, secara pribadi jadi bahan intropeksi diri, sebenarnya bekal apa yang yang sudah dipersiapkan untuk kehidupan setelah mati. “Semoga kita semua tetap istiqomah dan terus berusaha lebih baik lagi untuk mendapatkan kebahagiaan di akhir hidup kita,” tutup Warsita.

Penulis: Damara Saputra


Pencarian

Kalender

April 2018
M T W T F S S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Email Subscription

Kamil Twitter

Address

Sekretariat
Gedung Kayu Lt. 2, Komplek Masjid Salman
Jl. Ganesha No. 7 Bandung 40132, Indonesia

Contact

phone: 0857-8286-7789
e-mail: kamil.pascasarjanaitb@gmail.com