Results for category "Akpro"

47 Articles

Penyambutan Mahasiswa Baru ITB 2016

a b c d

Sabuga ITB, 2-5 Agustus 2016

Terlihat sekelompok putra dan putri sedang berdiskusi di bawah pohon di selasar Sabuga ITB di pagi hari tanggal 2 Agustus 2016, ternyata mereka adalah anggota Keluarga Mahasiswa Islam Pascasarjana ITB (KAMIL Pascasarjana ITB). Sedang apa mereka di Sabuga? Mereka sedang mempersiapkan rangkaian Penyambutan Mahasiswa Baru Pascasarjana ITB 2016 rupanya, alias PMB 2016. PMB 2016 merupakan salah satu program kerja dari Departemen PPSDM KAMIL Pascasarjana ITB 2016.

 

Selasa, 2 Agustus 2016 Pukul 08.00 WIB mahasiswa baru mulai berdatangan untuk melakukan pendaftaran ulang. Terlihat mahasiswa memenuhi pintu masuk utama Sabuga untuk segera masuk. Tak lama kemudian ada beberapa mahasiswa terlihat keluar yang menandakan bahwa proses pendaftaran ulang mereka sudah selesai. Iyaaaak saatnya kami beraksi. Mulai kami dekati mereka, mulai dari bertanya apakah dia mahasiswa pascasarjana, program studi, asal daerah dan kemudian baru kami menjelaskan tentang KAMIL Pascasarjana ITB itu apa. Setelah kami mengenalkan secara singkat tentang KAMIL Pascasarjana ITB beserta kegiatan-kegiatannya, kami meminta mahasiswa baru untuk mengecek Buku Sakti KAMIL Pascasarjana ITB yang ada di dalam KIT Pendaftaran dan memberitahu agenda–agenda terdekat KAMIL Pascasarjana ITB. Setelah itu baru kami berikan Form Pendataan Mahasiswa Baru ITB untuk diisi dan ditukarkan dengan souvenir berupa sticker ITB dan KAMIL Pascasarjana ITB di Stand KAMIL yang berada di samping stand BRI.

 

Pendaftaran ulang mahasiswa baru berlangsung dari pukul 08.00-12.00 WIB. Begitu pula dengan kami, stand kami berakhir pukul 12.00 setiap hari dari tanggal 2-5 Agustus 2016. Berbeda di hari terakhir pendaftaran ulang mahasiswa baru Pascasarjana ITB 2016 yang kebetulan jatuh pada hari Jumat. Kami memang merencanakan untuk makan bersama setelah PMB KAMIL selesai di hari sebelumnya. Kesepakatan kami, anggota putri membawa makanan, camilan, dan buah dan acara makan makan dimulai setelah anggota putra melakukan sholat Jumat. Terealisasikan rencana kami, penutupan PMB KAMIL berlangsung sambil makan bersama di stand KAMIL di Sabuga ITB.

 

Testimoni Mahasiswa Baru Pascasarjana ITB 2016:

  1. Aang Suhendar – Kimia
    1. PMB disambut oleh KAMIL baik secara langsung tatap muka maupun dengan buku saktinya menurut saya sangat membantu, apalagi bagi teman-teman yang baru menginjak Bandung.
      • Buku Sakti sudah cukup memberi informasi yang pokok yang memang pada saat itu dibutuhkan oleh MaBa.
      • Usul, pada saat penyebaran form diusahakan panitia menggunakan dresscode yang sama, misal jaket KAMIL sehingga kami akan mudah mengenali harus ke mana mengumpulkan form tersebut.
    2.  Sarasehan
      • Sudah sesuai tujuannya, memberi gambaran bagaimana untuk bertahan di pasca ITB.
      • Mungkin pengeras suara kurang optimal mnurut saya. Karena suara-suara lembut dari ibu dekan kita kemarin sangat butuh konsentrasi tinggi agar dapat didengar dengan baik. Selain itu, beberapa peserta ada yang sedang tidak fokus/ngobrol yg akhirnya beberapa pesan tidak terlalu di serap.
      • Ke depan saran saya sarasehan diadakan lagi dengan beberapa perubahan kecil.
        • Akses masuk kemarin terkesan padat. Kenapa ya?
        • Konsumsi dan air langsung digabung jadi tidak ada pemecah konsentrasi di tengah-tengah.
        • Pengeras suara lebih dioptimalkan suaranya.
      • Saya sangat mendukung acara-acara KAMIL. Insya Allah berdampak positif pada peserta dan panitia/pengurus kegiatan.
      • Semoga terus belajar dan memperbaiki. Saling mengingatkan dalam kebaikan
  2. Ainul Maghfirah – Kimia
    Yang asyik dari sarasehan KAMIL itu adalah menambah mutual friend. Apalagi, salah satu pesertanya ternyata teman se-kos, yg awalnya saling gak peduli, sekarang jadi saling sapa hangat di kosan. KAMIL mendekatkan yg sepertinya “jauh”. Simpel. Terimakasih KAMIL.
  3. Arfin – MIPA
    Bagus. Jadi mahasiswa baru setidaknya bisa mengenal serba serbi kampus itb khususnya program pasca sarjananya.
  4. Afianti Sulastri – Farmasi
    Klo ttg PMB, saya kira sudah ok yaa…akan sgt membantu terutama utk yg org luar bandung tentunya.
35 views

Telisik Pendidikan Indonesia

srjn

 

Bangsa Indonesia telah berusia lebih dari 70 tahun, di usia yang sudah cukup matang sebagai suatu negara tentunya tolak ukur kemajuannya bergantung dari beberapa aspek seperti kemajuan teknologi, kestabilan keuangan, kedaulatan atas kemerdekaan dll. Salah satu aspek penting dalam perkembangan suatu negara adalah aspek pendidikan. Pendidikan memiliki peranan sangat krusial dalam perjalanan suatu negara dengan mendasari semua elemen yang dibutuhkan negara untuk terus berdaulat secara utuh sebagai suatu bangsa dalam menjalakan roda pemerintahan. Pendidikan merupakan akselerator perkembangan peradaban dengan menciptakan cendekiawan melalui sistem pendidikan yang selalu berkembang. Namun perkembangan dunia pendidikan diharapkan tidak hanya menciptkan kaum terpelajar dengan keahlian dibidangnya, namun juga memiliki pribadi dan moral yang luhur.

Dibutuhkan kesinerjian antara pendidikan ilmu pengetahuan dan pendidikan spiritual, sehingga tidak hanya memiliki kecerdasaan namun juga memiliki budi pekerti yang baik. Institut Teknologi Bandung memiliki kolaborasi yang kuat dalam upaya mencetak insan yang paripurna. ITB memiliki peran utama dalam pengembangan intelektual mahasiswa. Namun intelektual saja tidak cukup, dibutuhkan kecerdasan emosional dan spiritual dan peran itu dapat dioptimalkan oleh Masjid Salman ITB. Hal ini terintegrasi dalam matakuliah Pendidikan Agama Islam yang harus diambil oleh mahasiswa ITB di tahun ke-2 dan berbagai program kerohanian lainya.

Salah satu bentuk nyata dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia adalah dengan cara memperbaiki manajemen guru, siswa, dan sistem pendididkan. Peran inilah yang diimplementasikan Salman melalui berabagai program kerja berbasis islami dengan meningkatkan kesejahteraan guru, memberikan beasiswa pada siswa berprestasi, hingga peran Salman untuk mencoba merubah paradigma yang selama ini tertanam di masyarakat dengan mempekerjakan anak-anaknya secepat mungkin dapat mengatasi masalah ekonomi dengan paradigma baru bahwa pendidikan adalah kunci kesuksesan lewat program Rumah Inkubasi Sayang Anak (RISKA).

Berbagai masalah terkait bangsa Indonesia hari ini bermuara pada sistem pendidikan kita. Dimana sistem pendidikan dituntut untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang cerdas serta diimbangi dengan kecerdasan spriritual sebagai kontrol terhadap moral dan mental bangsa. Keseimbangan ini dapat terwujud dengan adanya peran serta masjid yang tidak hanya sebagai media ibadah namun juga sebagai pusat pendidikan berbasis spiritual yang terintegrasi dengan baik dengan pendidikan berbasis ilmu pengetahunan.

8 views