Bincang Adiwidya #4 – Smart Green City

Adiwidya Adiwidya 8 Departemen Akpro
0


Bincang Adiwidya #4 – Smart Green City

Bincang Adiwidya 4 kali ini akan membahas mengenai konsep kota cerdas yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan kota dengan tetap memperhatikan aspek-aspek lingkungan atau disebut juga dengan Smart Green City.


Pelaksanaan

  • Hari/Tanggal
    Sabtu / 19 September 2020
  • Waktu
    Pukul 13.00 – 15.30 WIB


Kegiatan Adiwidya 8

Ikuti kegiatan adiwidya lainnya.
.


Follow Instagram Adiwidya

ig-adiwidya


Bincang Adiwidya 4 - Smart Green City

Pengaplikasian smart city dan green city dalam sebuah konsep Smart Green City dapat menjadi suatu akselerasi dari pembangunan berkelanjutan dikarenakan adanya pemanfaatan teknologi dalam memonitor, mengelola dan mengendalikan dapat memudahkan melakukan efisiensi baik dari pengelolaan ruang hijau, sumber daya vital seperti air dan energi, dan upaya mitigasi terhadap lingkungan lainnya.
Silahkan baca Prolog Bincang Adiwidya 4 – Smart Green City .



Ada Apa di Bincang Adiwidya 4 – Smart Green City


Diskusi Bincang Adiwidya 4 telah dilaksanakan. Dihadiri oleh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa pascasarjana. Hadir pula pak Ridwan, kang Ucup, dan kang Biondi sebagai pemantik dalam diskusi ini. Diskusi mengenai smart green city berlangsung kurang lebih 2 setengah jam, dipandu secara langsung oleh Aditya P. Aji selaku moderator. Dalam Bincang Adiwidya ini, peserta diskusi membahas beberapa hal, sebagai berikut:

Mengetahui definisi dan tantangan yang dihadapi oleh kota (Where are we now? and where are we going?)
  1. Apa itu kota? Siapa saja yang ada di dalamnya? Apa tujuan dibuatnya suatu kota? Sejauh apa scope-nya? Bagaimana indikator pemenuhan tujuan suatu kota?
  2. Apa yang terjadi dengan kota sekarang? (where are we now?)
  3. Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut? Dimana letak keypoint dari isu-isu tersebut?
Bagaimana cara menyelesaikan isu perkotaan sekarang? (how we are going to get there? and how to implement and know we are on the track?)
Pengenalan konsep smart city dan green city untuk menjawab isu lingkungan dalam kota
  1. Apa itu smart city dan green city? Bagaimana latar belakang-nya??
  2. Apa saja kriteria-nya? Bagaimana mengukur efektifitas smart city dan green city secara umum?
  3. Apa ada kota yang sudah menerapkan 2 konsep ini?
Perencanaan idan Implementasi penyelesaian isu (how we are going to get there?)
  1. Bagaimana cara mengenali stakeholder dalam isu? Bagaimana cara pendekatannya? Bagaimana cara mengambil keputusan?
  2. Bagaimana cara menyusun rencana penyelesaian isu? Bagaimana cara menentukan prioritas dalam rencana tersebut?
  3. Bagaimana strategi implementasi? Apa saja faktor-faktor yang harus dipertimbangkan?
  4. Bagaimana kolaborasi antar stakeholder dalam tahapan ini?
  5. Bagaimana cara mem-promosikan perencanaan ini?
Tolak ukur keberhasilan implementasi (how to know we are on the track?)
  1. Bagaimana cara memonitor dan mengevaluasi dari strategi implementasi?
  2. Bagaimana cara mendapatkan, mengolah, dan mengeksekusi feedback untuk meningkatkan implementasi kedepannya?
Peluang di Indonesia (see the vision of development)
  1. Sejauh apa konsep ini dapat diterapkan di Indonesia?
  2. Apakah konsepan ini dapat diterapkan pada daerah-daerah lain? (misal kabupaten/kecamatan/pedesaan)



Apa yang kami lihat?


” Mungkin baiknya jika kemajuan kota disertai dengan budaya yang masih melekat pada setiap penduduknya ”

” Dengan pembangunan infrastruktur yang merata (dari kota ke desa) apakah dapat menjamin kualitas konservasi alam terutama air (yang notabene nya desa adalah pengumpul source water dengan pepohonan dan lahan yang lapang untuk daerah pertanian). ”

” Dalam pelaksanaan konsep green city ini, kota harus terjangkau oleh warganya sehingga konsep green city tidak hanya menjadi jargon pengembang sementara masyarakat tidak merasakan apa itu green city ”

” Perlunya sinergisitas dalam pembangunan. Baik dari sisi manusia dan teknologi. Sinergi pembangunan tersebut berlaku juga untuk wilayah yang lebih luas agar dapat terjadi sebuah kesinambungan. ”

” Pandangan saya perihal smart city yang belum merata di indonesia saya yakin indonesia sudah mampu merealisasikan smart city

” Objek macet adalah mobil. Jadi simple, Mengurangi macet akan sangat efektif jika kepemilikam mobil dibatasi, salah satu caranya seperti 1 keluarga 1 mobil dan pemerintah menyediakan bus dg arah yg banyak dan waktu sering. Dan mobil hanya boleu di pakai di area sesuai nomor plat untuk menghindari datang mobil tambahan dari luar kota. ”

” Jika berbicara mengenai urban khususnya dalam mencapai green, memang sangat kompleks sehingga menjadi tugas besar utk segala pihak. Tidak hanya stakeholder yang disuruh untuk berperan, namun semua masyarakat perlu berkontribusi untuk membantu menyelesaikan tantangan ini. Dimulai dari hal2 yang kecil, terutama terkait alat transportasi yang digunakan, jadi lebih dituntut kesadaran utk menggunakan transportasi umum sehingga setidaknya mampu membantu menghindari kemacetan bahkan berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon. Itu hanya sebagian kecil. Jika kita lihat dari kacamata arsitek yang memiliki peran terkait desain bangunan, maka akan lebih banyak lagi hal yang akan dijelaskan. Karena bangunan dan kawasan memang dituntut utk harmoni satu sama lain. Bangunan yang green akan mempengaruhi kawasan untuk menjadi green, sebaliknya desain bangunan juga tentunya sangat dipengaruhi atau mempertimbangkan kondisi kawasan agar tetap sinergis. Sehingga itulah yang dinamakaj sustainabilitas atau menciptakan keberlanjutan di area urban tsb. ”

” Menurut saya Indonesia perlu mulai mengembangkan spatial big database management system untuk semua lini perencanaan sehingga kebijakan yg diambil bisa lebih cerdas karena berdasarkan data yang akurat. ”

” sebenarnya green city smart itu bisa diwujudkan berdasarkan keadaan tempatnya sendiri. misalkan di kota untuk tampak sangat hijau itu cukup dengan 1 rumah satu pohon yang sesuai dengan pekarangan kita atau bisa juga dengan budidaya tanamaan berupa taman kecil atau berupa hidroponik. berbeda dengan daerah pedesaan, penghijauan sudah dilakukan oleh sebagian banyak orang akan tetapi penataan yang harus ditingkatkan. dengan demikian dibutuhkan peran serta dari pihak pemerintah setempat untuk hal tersebut. sehingga dipedesaan terdapat sebuah tempat yang menjadi lahan yang tertata dan hijau.
terkait dengan kemacetan, mungkin sebaiknya masing-masing kita harus menyadari bahwa semakin banyak kendaraan maka akan timbul masalah kemacetan. salah satu mungkin upaya dari pemerintah adalah menyediakan transportasi umum yang betul bisa mewadahi masyarakat perkotaan. ”

” Pandangan saya terkait hal yang tadi didiskusikan terutama yang disampaikan pak ridwan pada sesi awalnya yang nenyampaikan isu utama permasalahan perkotaan salah satunya tidak memilikinya identitas kawasan yang jelas. Hal ini bisa disangkutpautkan dengan tema diskusinya yakni smart green city. Banyak kota di Indonesia yang tidak jelas konsep arahan pembangunannya ada yang sudah ada konsepnya tapi tidak sesuai dengan potensi daerahnya atau arahan rencana tata ruangnya jadi konsep tersebut dibuat hanya sekedar mengikuti keinginan kepala daerahnya setelah kepala daerah tersebut selesai maka selesai juga konsep yang dicanangkannya. Jadi diperlukan riset mendalam bagi masing-masing daerah untuk tau potensi serta masalah yang perlu diselesaikannya apa sehingga dapat mengeluarkan arahan konsep kota yang jelas. Selain itu harus diintegritaskan peran-peran kota tersebut agar bisa mengakselerasi perkembangan serta pertumbuhan bagi kota-kota disekitarnya. ”

” Konsep smart city ini bisa jadi sebagai tools untuk mencapai keberlanjutan lingkungan. Bisa menaungi bermacam isu lingkungan (kebencanaan, degradasi kulitas lingkungan, perubahan iklim, dll). Ketika toolnya efisien melalui teknologi-teknologi dalam konsep smart, diharapkan bisa memberi respons yang lebih baik untuk manajemen lingkungan, dan pada outputnya bisa mendorong kualitas lingkungan yang lebih baik. ”

Smart Green City menjadi tingkat selanjutnya yang dapat di implementasikan pada kota2 besar yang aktivitasnya sudah sering bersinggungan dengan teknologi dan budaya di kota besar yang dapat menerima gagasan ini agar membuat kehidupan yang lebih baik, semoga kesejahteraan dan kesehatan menjadi acuan untuk gagasan ini. ”

” Inovasi tetap harus memperhatikan Dan menjaga keasrian lingkungan

Smart green city bukan sekedar kota cerdas dan dalam mindset sebagian orang merupakan kota yg memiliki teknologi cukup maju, karena yang membuat kota itu cerdas adalah kontribusi orang-orang cerdas didalamnya. Kecerdasan itu dimulai dari ide-ide yang dimiliki serta kemampuan dalam implementasi ide-ide tersebut. Untuk itu diperlukan wadah untuk menyalurkan ide-ide brilian tersebut, salah satu nya dengan submit ide di Call for Ideas. Jadilah orang-orang yang tidak hanya cerdas tapi juga berkontribusi. Luv. ”

” Pandangan saya mengenai Smart Green City diantaranya perlunya kolaborasi dari Berbagai pihak untuk mendukung implementasi smart green city. Tidak hanya Terbatas di pemerintah. Para pengusaha pun yang notabene banyak menyerap energi sdm Dan SDA di Indonesia perlu ikut andil dalam mewujudkannya ”

Perkembangan smart city terutama di beberapa daerah di Indonesia dihadapkan pada persoalan terbatasnya anggaran daerah. Apabila 80% dari total APBD dialokasikan untuk belanja rutin pemerintah daerah maka akan sulit untuk mengembangkan smart city. Pasalnya, hanya tersisa 20% anggaran dari total APBD yang dapat digunakan untuk belanja barang guna menunjang smart city. Terkait dengan hal tersebut, maka perlu dicari sumber-sumber pendanaan alternatif diluar APBD yang dapat membiayai program smart city ini, seperti Dana CSR atau TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Perusahaan, dan Public Private Partnerships sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Kota Bandung. ”

” Smart Green City menurut saya merupakan suatu paket lengkap yang menggabungkan antara good looking/eye catching, keindahan, kenyamanan dan kecerdasan dalam manajemen dan pelayanan publik guna membangun kota masa depan yang lebih nyaman dan friendly bagi masyarakat yang mendiaminya. ”


Lihat diskusi kemarin


Silahkan akses dokumentasi diskusi pada Channel Youtube KAMIL Pascasarjana ITB






Catatan Penulis:
Tahun ini katanya tahun yang paling banyak muncul hal baru pada tiap-tiap individu. Selain sebagai dokumentasi, foto-foto diatas hadir sebagai legacy yang menunjukkan semangat tetap belajar tanpa memandang kondisi. Semoga Allah selalu memudahkan langkah-langkah mu kedepan sahabatku.

0

1 thought on “Bincang Adiwidya #4 – Smart Green City

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *