Bincang Adiwidya #1 – Idea(k)si

Adiwidya Adiwidya 8 Departemen Akpro
0


Bincang Adiwidya #1 – IDEA(K)SI

Dalam menentukan solusi dari suatu masalah, seringkali dihadapkan oleh begitu banyak informasi baik yang mendukung ataupun bias akan dasar persmasalahan. Melalui topik diskusi ini, peserta diharapkan memiliki gambaran untuk mengolah informasi menjadi dasar masalah hingga mensitesis gagasan menjadi solusi.


Pelaksanaan

  • Hari/Tanggal
    Sabtu / 8 Agustus 2020
  • Waktu
    Pukul 13.00 – 15.30 WIB


Kegiatan Adiwidya 8

Ikuti kegiatan adiwidya lainnya.
.


Follow Instagram Adiwidya

ig-adiwidya


ideaksi-1

Dalam menentukan solusi dari suatu masalah, seringkali dihadapkan oleh begitu banyak informasi baik yang mendukung ataupun bias akan dasar persmasalahan. Melalui topik diskusi ini, peserta diharapkan memiliki gambaran untuk mengolah informasi menjadi dasar masalah hingga mensitesis gagasan menjadi solusi.
Silahkan baca Prolog Bincang Adiwidya 1 – Idea(k)si.



Ada Apa di Bincang Adiwidya 1 – Idea(k)si?


Diskusi Bincang Adiwidya 1 telah dilaksanakan. Dihadiri oleh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa pascasarjana. Hadir pula Anisa Azizah dan Dasapta Erwin Irawan sebagai pemantik dalam diskusi ini. Diskusi mengenai ideasi berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dipandu secara langsung oleh Muhammad Azri selaku moderator. Apa saja yang dibicarakan? Berikut cuplikan pendapat dan pandangan yang terpantik dalam kegiatan Bincang Adiwidya 1.


Konsepsi


Keresahan perlu disampaikan, gagasan perlu disalurkan. Namun menyampaikan dan menyalurkan saja tidak cukup, gagasan perlu diperkaya dan diasah, salah satunya dengan diskusi dengan lingkungan yang tepat”

Seringkali keresahan muncul karena merasa harus bisa menyelesaikan solusi sendirian. Dengan kemajuan teknologi internet, maka semua terkoneksi, maka mestinya satu masalah tidak perlu dan memang tidak bisa lagi diselesaikan sendirian. Seringnya pula, solusi sudah ada, tapi kita tidak tahu cara mencarinya. Memang masih perlu adaptasi solusi itu agar benar pas dengan masalah lokal, setidaknya kita tidak mulai dari awal.”

Proses pencarian solusi perlu iterasi, tidak bisa langsung ketemu. Belum lagi dibutuhkan eksperimen. Ini menambah lagi alasan kenapa ide atau bahkan solusi jangan disimpan-simpan, justru harus disebarkan. Agar orang lain bisa dengan mudah menemukannya.”

Idea atau ilmu pengetahuan itu tidak murni bisa diaplikasikan, salah satu penghambat dari aplikasi Ide adalah Politik. Di masa Hitler berkuara, dunia engineering Jerman yang Acc hanya dunia Militer, sedangkan Engineering lainnya malah banyak ditinggalkan. Bisa jadi, hari ini pun sudah banyak ide-ide yang dapat berdampak bagi kemaslahatan banyak orang, terbarukan, serta ramah lingkungan– tapi bukankah hal ini akan mengusik para Kapilitalis Global?”


Apa yang kami lihat?


Semuanya sudah keren sekali. Namun saya masih struggle dengan hal yang dikemukakan bahwa kita harus tau apa minat kita dan minimal 1 saja ada dijurusan yang diambil. Namun pada kenyataanya hingga saat ini saya masih belum menemukan apa minat saya pada jurusan yang saya ambil. Semua saya ambil pelajaran namun saya merasa tidak biss fokus pada hal yg dikategorikan “suka/minat” Sehingga sulit bagi saya untuk memperoleh sebuah ide khusus karena menjadi distorsi”

Membuat techno-park sebagai sarana wisata, edukasi, pertanian dan manfaat lainnya untuk masyarakat sekitar.”

Kalau saya berpendapat di indonesia sudah banyak orang orang yg sudah mengcreate karya/produk tentang energi baru terbarukan tetapi masih terkendala dengan birokrasi untuk berkembang. di indonesia pun masih blm banyak industri yg fokus pada bidang EBT. terimakasih cmiiw ”

Pendapat saya terkait krisisnya sumber air di beberapa daerah, yang tidak hanya dialami oleh masyarakat di perkotaan akan tetapi juga dialami oleh masyarakat pedesaan, dimana air merupakan kebutuhan pokok yang sangat fundamental bagi keberlangsungan hidup umat manusia dan makhluk hidup lainnya, saya pribadi sangat tertarik dan setuju dengan inovasi yang ditawarkan oleh Pemantik Teh Anisa melalui hasil karyanya yaitu Paving Berpori, yang bisa mengurangi terjadinya banjir khususnya di perkotaan dan juga bisa memaksimalkan adanya serapan air di daerah paving berpori tersebut sehingga harapannya bisa menampung air tadahan yang selanjutnya bisa menjadi sumber air bagi daerah tersebut dan sekitarnya. Adapun untuk memberikan solusi lain dalam mengatasi krisisnya sumber air, pertama saya pribadi sangat berharap bagi ilmuwan khususnya yang ahli dalam mengetahui keberadaan air bawah tanah atau sungai bawah tanah (Hidrogeologist, dll) agar bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan sumber air melalui penggalian sumur ataupun pengeboran di spot terbaik untuk mendapatkan sumber air tersebut. Kedua, solusi lain dari sedikit pemikiran brutal saya yaitu bagaimana kita bisa menciptakan alat penyaring untuk mengubah dan mengolah air laut menjadi air tawar, steril dan higinies kemudian menyalurkannya ke daerah2 yang kekurangan sumber air. Wallahu a’lam bishshowab”

Problem sampah plastik yg menjadi ancaman dunia . Maka perlu pengolahan tepat guna dengan pendekatan: 1. Komersialisasi hasil penelitian; 2. Penyesuaian; 3. Inspirasi dan evaluasi hasil lapangan. (Teh nisa)”


Lihat diskusi kemarin


Silahkan akses dokumentasi diskusi pada Channel Youtube KAMIL Pascasarjana ITB



Catatan Penulis:
Tahun ini katanya tahun yang paling banyak muncul hal baru pada tiap-tiap individu. Selain sebagai dokumentasi, foto-foto diatas hadir sebagai legacy yang menunjukkan semangat tetap belajar tanpa memandang kondisi. Semoga Allah selalu memudahkan langkah-langkah mu kedepan sahabatku.

0

1 thought on “Bincang Adiwidya #1 – Idea(k)si

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *