Author Archives: humed

  • 0

Hidupkan Ramadhanmu

IMG-20140612-WA0010Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan, kajian Kamil Pascasarjana ITB kembali telah dilaksanakan pada Kamis, 12 Juni 2014 lalu, dengan tema “Hidupkan Ramadhanmu”. Bulan yang datangnya sangat membahagiakan dan dinanti-nanti bagi orang-orang mukmin, diibaratkan seperti datangnya kekasih yang telah lama dirindukan. Maka sudah menjadi keharusan bagi manuasia yang termasuk golongan orang-orang yang beriman untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk menyambut kedatangannya, salah satunya dengan ilmu. Berikut sedikit rangkuman dari majelis ilmu  Kamil Pascasarjana ITB, semoga bermanfaat.

Esensi Shaum atau berpuasa pada hakikatnya adalah sebagai perisai dan benteng terhadap godaan keburukan dari golongan jin dan manusia (faktor eksternal) dan terhadap diri sendiri atau hawa nafsu diri (faktor internal).

Karakter negatif manusia yang dijelaskan dalam Al Qur’an, diantaranya adalah :

  1. Lemah pendirian (4 : 28)
  2. Tergesa-gesa (17 : 11)

Tergesa-gesa adalah dari syaitan, kecuali untuk 3 hal yg harus disegerakan:

  • Shalat pada awal waktu, lebih baik lagi berjamaah di masjid (terutama bagi laki-laki)
  • Penyelenggaraan jenazah
  • Menikahkan anak perempuan
  1. Gelisah (70 : 19)
  2. Berkeluh – kesah (70 : 20)
  3. Kikir (70 : 21)

Posisi shaum salah satunya adalah untuk mengimbangi atau memberikan perlawanan terhadap karakter negatif manusia itu sendiri, apalagi jika ditambah godaan dari kalangan jin dan manusia yang berasal dari luar diri manusia.

“Read More”


  • 0

Penuntun Presentasi Ilmiah

akproJika perkataan itu keluar dari relung hati, maka ia akan masuk relung hati pula. Jika perkataan keluar dari ujung lidah, maka untuk mencapai telingapun akan sulit” kutipan Budi Rahardjo dari buku kumpulan Khutbah Syaikh Al-Qardhawi menggambarkan kekuatan komunikasi lisan yang disampaikan dengan baik. Penyampaian informasi dari komunikasi lisan yang baik dapat membekas dalam hati audiens. Salah satu metode komunikasi lisan yang sering dimanfaatkan mahasiwa yaitu presentasi. Mahasiswa melakukan presentasi dalam keadaan formal seperti presentasi sidang thesis ataupun informal seperti seminar ilmiah atau hasil tugas kuliah. Kemampuan memberikan presentasi yang baik merupakan hal yang esensial bagi mahasiswa khususnya mahasiswa pascasarjana. Keesensialan kemampuan presentasi bagi mahasiswa menuntun kami (Departemen Akpro Kamil Pascasarjana) untuk melakukan workshop penuntunan presentasi ilmiah. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 26 Mei 2014 di Ruang Serba Guna lantai 1 (American Corner) Perpustakaan Pusat ITB dengan pembicara Dr. Yogi Wibisono Budhi.

Sebelum melaksanakan presentasi ilmiah, penyaji harus memperhatikan beberapa hal yaitu kemampuan teknis pendengar dan waktu presentasi. Presentasi bagi pendengar yang memahami materi kita secara teknis tidak terlalu suka dengan presentasi yang bertele-tele. Sedangkan pendengar dengan kemampuan teknis yang berbeda dengan materi kita akan sangat kesulitan memahami materi dengan penggunaan bahasa teknis yang banyak. Waktu presentasi yang disediakan harus jad perhatian penyaji karena presentasi yang terlalu lama akan mengakibatkan penyampaian informasi tidak optimal bahkan dalam kasus presesntasi sidang thesis dapat dihentikan sebelum kesimpulan tersampaikan. Presentasi dengan penggunaan waktu yang terlalu singkat mengindikasikan pengetahuan penyaji yang kurang.

Presentasi lisan ilmiah bertujuan menyampaikan tentang ilmu pengetahuan bagi audiens. Ketertarikan audiens dalam mendengarkan presentasi berkolerasi dengan ketersampaian informasi secara utuh bagi mereka. Beberapa kendala yang dapat mengalihkan ketertarikan pendengar atas presentasi yang diberikan disebabkan kesulitan memahami dan kehilangan minat. Perhatian pendengar dalam mendengarkan presentasi memiliki pola tertentu. Perhatian pendengar akan tinggi disaat presentasi dimulai. Perhatian akan menurun ketika materi pokok disampaikan dan akan meningkat kembali ketika bagian kesimpulan dibicarakan. Kondisi ini menuntun kita presenter untuk mengkondisikan perhatian pendengar untuk tetap tinggi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu

  1. Pendengar memiliki ketertarikan tinggi pada bagian awal sehingga harus menjadi perhatian utama presenter untuk menarik minat pendengar dengan menyampaikan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan secara jelas dan singkat.
  2. Pembagian materi menjadi beberapa bagian dapat dilakukan sehingga kita bisa menyampaikan kesimpulan sela di masing-masing materi dan perhatian pendengar dapat dikondisikan tinggi disaat penyampaikan materi pokok.

Kesalahan-kesalahan yang dapat menyebabkan perhatian pendengar teralihkan juga harus dihindari dalam presentasi oral. Kesalahan tersebut dapat disebabkan oleh penyaji dan penyajiannya ataupun hal lainnya. Kesalahan yang disebabkan diluar kendali penyaji seperti sound system, overhead projector (OHP) atau infocus, temperatur ruangan yang terlalu dingin atau panas. Kesalahan ini harus diperhatikan penyaji dan ditangani sebelum mulai presentasi. Kesalahan yang disebabkan oleh penyaji seperti asumsi pendengar memiliki kesamaan dengan penyaji, penggunaan kata-kata yang tidak umum. Kesalahan yang disebabkan oleh penyajiannya meliputi visualisasi slide yang tidak baik seperti tranparansi slide tidak tepat sehingga tulisan tidak terbaca jelas, ukuran tulisan terlalu kecil, kapasitas slide yang terlalu padat dan jumlah slide yang terlalu banyak.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kesalahan di atas yang diuraikan pada workshop “Penuntun Presentasi” sebagai berikut:

  1. Persiapkan bahan presentasi secara matang dengan memulai pembuatan materi presentasi sedini mungkin dan tidak tergesa-gesa, memahami pokok pembahasan materi dan latar belakang pendengar;
  2. Pelajari bidang yang disampaikan sehingga dapat dikuasai dengan cara perbanyak latihan, buat daftar tanya jawab dan pahami makna kata demi kata;
  3. Pemilihan materi yang dianggap penting dan menarikserta buatlah urutan sehingga pesentasi dapat mengalir untuk mempermudah petakan dalam bentuk “outline”;
  4. Pembukaan presentasi lakukan secara perlahan-lahan dengan salah satu contoh kalimat pembuka “Terima kasih saudara moderator atas kesempatan yang diberikan, Bapak dan Ibu sekalian (ikuti dengan beberapa detik diam untuk melihat apakah pendengar sudah siap sambil memaksa pendengar mendengarkan)”;
  5. Penataan slide presentasi harus dilakukan secara baik dengan mengisi seluruh ruang slide dengan penggunaan tulisan seminimal mungkin dan hindari penggunaan tabel. Ruang slide sebaiknya diisi dengan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Penggunaan video atau movie dapat dilakukan untuk menarik perhatian pendengar;
  6. Penggunaan visual aids memenuhi kriteria huruf besar dan jelas, latar belakang tidak terlalu ramai dan kontras dengan tulisan, penjelasan gambar secukupnya dan hindari kalimat lengkap, sebaiknya gunakan pokok-pokoknya saja. Penomoran slide harus dilakukan dan tiap slide diberikan judul;
  7. Pengkondisian komunikasi dengan menciptakan komunikasi dua arah terhadap pendengar dengan kontak mata, tidak berdiri kaku, terlalu jauh atau menghalangi layar dan bicaralah dengan keras dan jelas;
  8. Pengaturan manajemen waktu yang baik, perkirakan jumlah slide dengan waktu yang tersedia dan hindari buru-buru dalam presentasi
  9. Mayoritas orang akan gugup saat presentasi, untuk itu selain latihan perlu siapkan mental seperti berdoa dan minta doa restu serta yakin bahwa anda adalah person in charge.
  10. Penutupan presentasi dapat dilakukan dengan menggunakan kalimat “Bapa dan Ibu sekalian, saya harap saya telah memberikan informasi terbaik tentang ……………… Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Jika ada pertanyaan yang ingin disampaikan, saya akan senang hati mencoba menjawabnya”.

Dua hal utama yang harus diperhatikan pemateri adalah penyampaian informasi dari pemateri ke pendengar bukan menyampaikan laporan secara keseluruhan dan pemahaman bagaimana pendengar mengerti pesan yang disampaikan.


  • 0

Taukah kamu, Cara Mengkalibrasi Arah Kiblat??

KiblatDitulis oleh Latifah Nurul Q

Rabu lalu (28/05/14) pukul 16.18 WIB terdapat sebuah fenomena alam yang dapat dimanfaatkan umat Islam untuk mengkalibrasi arah kiblat. Fenomena apa itu? Fenomena tersebut adalah fenomena di mana matahari berada tepat di atas Ka’bah yang merupakan kiblat shalat umat Islam di seluruh dunia. Matahari tepat di atas Ka’bah terjadi dua kali dalam satu tahun yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 12.18 waktu Arab Saudi dengan waktu toleransinya pada tanggal 26 s.d. 30 Mei atau tanggal 16 Juli pukul 12.27 waktu Arab Saudi (16.27 WIB atau 17.27 WITA atau 18.27 WIT) dengan waktu toleransinya adalah tanggal 14 s.d 18 Juli. Jadi, bagi yang belum berkesempatan melakukan kalibrasi, masih ada kesempatan lagi tanggal 16 Juli. Fenomena ini terjadi akibat gerak semu matahari dari posisi 23,5o Lintang Selatan (LS) ke 23,5o Lintang Utara (LU) sehingga pada tanggal dan waktu tertentu, matahari akan berada pada posisi tepat di atas suatu bangunan atau kota yang berada di antara 23,5o Lintang Selatan (LS) ke 23,5o Lintang Utara (LU) salah satunya yaitu matahari tepat di atas Ka’bah (Ka’bah berada pada posisi 21o 25’ 21” LU dan 39o 49’ 34” BT).

Lantas, bagaimana cara mengkalibrasinya? Pertama, sesuaikan jam yang akan digunakan untuk kalibrasi dengan jam atom BMKG (http://jam.bmkg.go.id). Selanjutnya, gunakan alat yang dapat diposisikan tegak lurus dengan tanah datar, bisa berupa tiang atau dinding bangunan yang benar-benar tegak lurus dengan tanah. Proses kalibrasi dilakukan 5 menit sebelum waktu yang ditentukan di atas hingga 5 menit sesudahnya. Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Nah, garis itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi. Bagaimana? Mudah kan?!

Bagi yang berada di Indonesia bagian Tengah dan Timur, waktu-waktu tersebut adalah saat matahari sudah mulai terbenam. Namun, tidak perlu berkecil hati karena kalibrasi Ka’bah dapat pula dilakukan meski pada waktu yang berbeda dan dengan fenomena yang sedikit berbeda yaitu fenomena saat matahari tepat berada di wilayah yang merupakan antipodal dari Ka’bah (wilayah pada posisi 21o 25’ 21” LS dan 140o 10’ 26” BT). Fenomena ini akan terjadi pada tanggal 14 Januari pukul 00.30 waktu Arab Saudi atau pukul 04.30 WIB atau pukul 05.30 WITA atau 06.30 WIT dengan waktu toleransi tanggal 12 s.d 16 Januari. Selain itu, dapat pula diamati tanggal 29 November pukul 00.09 waktu Arab Saudi atau 04.09 WIB atau 05.09 WITA atau 06.09 WIT. Cara kalibrasinya hampir sama, hanya saja berbeda pada cara menarik garisnya. Garis untuk menentukan arah kiblat ditarik dari posisi alat ke ujung bayangan. Perlu diperhatikan bahwa jangan melihat matahari secara langsung tanpa penapis cahaya, karena berbahaya bagi mata. Semoga bermanfaat…

Sumber: Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG


Pencarian

Kalender

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Email Subscription

Kamil Twitter

Address

Sekretariat
Gedung Kayu Lt. 2, Komplek Masjid Salman
Jl. Ganesha No. 7 Bandung 40132, Indonesia

Contact

phone: 0857-8286-7789
e-mail: kamil.pascasarjanaitb@gmail.com