Author

154 posts

Kamil Trip: Serunya Berkuda dan Memanah di Daarus Sunnah, Eco Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

Kamil Trip 2017 Horse Riding and Archery di Daarus Sunnah, Eco Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

BANDUNG – Ahad, 17 September 2017, menjadi hari yang menyenangkan bagi para peserta Kamil Trip 2017 yang mengikuti kegiatan berkuda dan memanah di Eco Pesantren Daarut Tauhiid, tepatnya di Daarus Sunnah – Horse Riding and Archery, Parongpong, Kabupaten Bandung. Kamil Trip merupakan kegiatan yang diusung oleh Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarjana 2017 dimana pada tahun sebelumnya juga telah diadakan di tempat yang sama. Peserta Kamil Trip tidak hanya berasal dari pengurus Kamil tetapi juga berasal dari peserta umum yaitu SMA, mahasiswa S1, S2 dan S3 yang terdiri dari 29 peserta. Masing-masing peserta dibebaskan untuk membawa perlengkapan lain seperti masker atau topi.

Titik kumpul awal yaitu di depan Monumen Kubus ITB pada pukul 07.00 WIB. Kemudian setelah registrasi ulang, para peserta secara bersama berangkat menuju Eco Pesantren Daarut Tauhiid. Setibanya disana, peserta langsung menuju Mesjid Eco Pesantren Daarut Tauhiid untuk melaksanakan salat Dhuha, kemudian berjalan bersama menuju tempat berkuda dan memanah. Setelah menyantap hidangan sarapan yang telah disediakan, para peserta Kamil Trip berkumpul untuk mendengarkan pengarahan dan pengenalan tentang berkuda oleh salah satu pengurus disana. Beliau menjelaskan tentang tips awal untuk berkuda, dimulai dari pendekatan kepada kuda itu sendiri, “Kuda paling suka dielus ubun-ubunnya, sebagai bentuk rasa kasih sayang. Setelah kita beri makan di atas telapak tangan, kemudian elus ubun-ubunnya, “ucapnya sambil memberi contoh. Setiap peserta Kamil Trip juga diberi kesempatan untuk memberi makan dengan wortel dan mengelus ubun-ubun kuda tersebut.  “Apabila telah lama berinteraksi dengan kuda, maka kuda tersebut mampu mengenali kita dari aroma badan yang khas,” tambahya.

Pengenalan Teknik Dasar Berkuda. Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

Setelah penjelasan singkat mengenai teknik dasar menunggang kuda serta resiko yang mungkin tejadi saat berkuda, peserta akhwat (wanita) dan ikhwan (pria) dipisah. Ikhwan berkesempatan untuk menunggangi kuda terlebih dahulu, sedangkan akhwat diarahkan untuk mendapat penjelasan dan praktik memanah. Sama seperti penjelasan mengenai teknik berkuda, sebelum mulai memanah, dijelaskan terlebih dahulu mengenai filosofi dalam memanah serta hal-hal apa saja yang menjadi dasar dalam memanah. “Sebelum memanah, kita harus menentukan tujuan atau target terlebih dahulu. Sehingga setelah tujuan tersebut diketahui, kita akan semakin mudah mengontrol sasaran arah anak panah. Kemudian saat melepaskan anak panah, ibaratkan bahwa itu adalah ikhtiar yang kemudian kita serahkan hasilnya kepada Allah. Belajar ikhlas, gitu, Teh.” ucap Kang Ahmad, sebagai pelatih memanah kali ini.

Kegiatan Berkuda dan Memanah. Foto oleh: Dept. Syiar dan Pelayanan

Kegiatan berkuda dan memanah berlangsung hingga pukul 11.30 WIB. Acara ditutup dengan makan nasi liwet, foto bersama dan salat Dhuhur berjamaah. Kamil Trip menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh peserta, salah satunya bagi Ririn, mahasiswi S1 semester tiga Universitas Padjajaran, “Kegiatannya asik, seru.  Akang dan Teteh-nya juga ramah. Jadi ada cerita dan pengalaman baru.” ungkapnya.

Dhana, anggota Departemen Syiar dan Pelayanan yang menjadi PJ (Penanggung Jawab) acara Kamil Trip ini menyatakan perasaan syukur dan bahagia karena kegiatan dapat berlangsung tertib dan lancar. “Sebagai PJ yang bekerjasama dengan Daarus Sunnah, merasakan disana sangat kooperatif dengan paket kegiatan yang komplit. Peserta juga sangat bersemangat dan aktif saat kegiatan. Antusiasme dari peserta buat saya merasa senang bisa membuat Kamil Trip terlaksana. Hingga banyak peserta yang ingin diadakan Kamil Trip berkuda dan memanah lagi. Sebagai peserta saya juga merasakan hal yang sama dengan peserta lainnya yaitu pengalaman berkuda dan memanah sangat menyenangkan dan seru. Berkuda dan memanah sebagai sunnah dari Rasulullah SAW juga memberikan pahala dan kebaikan. Di setiap sisi kita dapat mengambil hikmah dari kegiatan berkuda dan memanah. Itulah mengapa Rasulullah SAW menjadikan berkuda dan memanah sebagai olahraga sunnah.” Ungkap Dhana.

Penulis: Mutiara

45 views

Membangkitkan Kembali Semangat Dakwah Melalui LPJ Tengah Tahun Kamil Pascasarjana ITB 2017

Penyampaian LPJ Oleh Masing-masing Departemen

BANDUNG – Kepengurusan Kamil Pascasarjana ITB 2017 telah memasuki masa tengah tahun. Hal ini ditandai dengan diadakannya LPJ TT (Laporan Pertanggung Jawaban Tengah Tahun) pada Ahad, 10 September 2017 di Masjid Al-Istiqlal, Sekeloa, Kota Bandung yang dihadiri oleh pengurus Kamil Periode 2017. Pelaporan LPJ dilakukan oleh masing-masing Ketua Departemen atau yang mewakili.

Pelaporan LPJ dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan kata sambutan oleh Faruq, Ketua Umum Kamil Pascasarjana ITB 2017. Kemudian dilanjutkan dengan pelaporan oleh masing-masing departemen yaitu Departemen Akpro (Akademik dan Profesi), Annisa, Eksternal, Fundraising (FR), Media, PPSDM (Pembinaan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) serta Departemen Syiar dan Pelayanan mengenai progres kegiatan dan kondisi terkini dari masing-masing departemen. LPJ ini bersifat sharing, sehingga setiap peserta LPJ dipersilakan untuk memberikan pertanyaan, tanggapan maupun saran terkait pelaporan. Hal ini berguna sebagai bentuk evaluasi dan sarana pengembangan selanjutnya. 

Seperti yang diutarakan Faruq, “Selain momen silaturahmi pengurus pada perhelatan Laporan Pertanggung Jawaban Tengah Tahun Kamil Pascasarjana ITB, agenda ini juga bagian dari bentuk kepedulian anggota terhadap organisasi ini. Kenapa? karena melalui LPJ ini para anggota mengetahui proker dan progress dari setiap departemen, dan karenanya kritik, saran dan solusi akan keluar dari pengurus yang hadir. Dengan ini, perbaikan untuk kepengurusan akan menjadi lebih terasa.”

Selain anggota Kamil, juga hadir Ketua Umum Kamil Pascasarjana ITB periode 2016, Firdha Cahya Alam atau yang akrab disapa Alam. Beliau hadir sebagai undangan sekaligus memberikan taujih di hadapan peserta LPJ. “Ada tiga tahapan dalam konsolidasi secara berjamaah. Motivasi, orientasi dan integrasi. Ketika melihat sungai, terdapat air yang mengalir dan bebatuan disana. Mereka berbeda, tetapi tetap bisa berkonsolidasi dalam suatu eksositem. Seperti halnya setiap individu memiliki peran masing-masing, sekecil apapun perannya, tetaplah bersinergis, karena kita tidak tahu peran mana yang paling mulia di hadapan Allah SWT. Begitu pula hendaknya di Kamil.” ucap Alam dalam petikan taujihnya.

Selama penyampaian LPJ, diselipkan kata-kata motivasi yang dapat dijadikan bahan renungan bagi para pengurus Kamil agar lebih semangat dalam menjalankan amanah serta memprioritaskan tujuan dakwah. "Saya yakin bahwa setiap pengurus KAMIL Pascasarjana ITB mempunyai pengalaman dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan ini menjadi sumber daya sendiri untuk perbaikan Kamil kedepannya dan Kamil menjadi tempat untuk bereksplorasi lebih, dengan kultur kekeluargaannya.” tambah Faruq.

Sebagai ketua umum Kamil periode sebelumnya, Alam menyampaikan bahwa LPJ Tengah Tahun itu momen yang tepat untuk refleksi perjalanan satu semester ke belakang, evaluasi apa yang kurang, dan menguatkan kembali barisan untuk berjuang bersama. Semangat menjalani sisa akhir kepengurusan. “Kamil tahun ini harus makin solid, makin bermanfaat, dan makin terdengar di setiap penjuru kampus ITB.” tutupnya.

Penulis: Mutiara

33 views

LPDP ITB dan Departemen Eksternal Kamil Pascasarjana ITB Selenggarakan Kegiatan Berbagi Sepatu ke Pesantren Mitra Muslim Bandung

Berbagi Sepatu bersama LPDP ITB dan Kamil Pascasarjana ITB

BANDUNG – Di Padang Mahsyar nanti, jarak antara Rasulullah dengan penyantun anak yatim ibarat jari telunjuk dan ibu jari karena rasul sangat menyukai orang-orang yang menyayangi anak yatim. Ungkap Pak Jojo, Ketua pengelola Pesantren Mitra Muslim Bandung dalam acara berbagi sepatu yang diadakan oleh awardee LPDP ITB bekerjasama dengan Departemen Eksternal Kamil Pascasarjana ITB, Sabtu 26 Agustus 2017. Ito Purnomo, Mahasiswa Magister Metalurgi ITB, selaku koordinator acara mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan berbagi sepatu ini adalah untuk membantu adik-adik dalam hal keperluan sekolah, sekaligus memperkenalkan komunitas penerima beasiswa LPDP ITB kepada masyarakat dan juga meningkatkan kepedulian sosial awardee terhadap kehidupan sosial masyarakat. Pesantren Mitra Muslim Bandung menjadi tempat acara karena pertama lokasinya yang tidak begitu jauh dari ITB. Mengingat kegiatan akademik yang begitu padat, maka Pesantren Mitra Muslim Bandung menjadi lokasi yang strategis. Kedua, urgensi keperluan sekolah adik-adik disana. Karena peralatan sekolah mereka bisa dikatakan masih belum mencukupi. Yang ketiga, akad. Akad antara LPDP dengan donatur pada donasi sebelumnya adalah bantuan peralatan untuk adik-adik Pesantren Mitra Muslim Bandung, sebut Ito.

Acara berjalan cukup meriah dan penuh antusias dari adik-adik pesantren. Para awardee LPDP ITB dan anggota Kamil yang sempat hadir juga tak kalah antusias. Wahyu, Lurah LPDP ITB, Mahasiswa Magister Geologi ITB ini mengatakan pada dasarnya, acara ini tidak sekedar berbagi sepatu, seperti nama acaranya, tetapi juga berbagi inspirasi. Berbagi apa yang kita punya, sekecil apapun itu, termasuk sebuah senyuman sekalipun, itu bisa kita bagi. Apalagi objek acara ini adalah adik-adik pesantren yang sebenarnya mereka butuh motivasi dan cerita perjuangan dari orang-orang luar biasa. Kegiatan ini semakin mengokohkan posisi kita sebagai khalifah di muka bumi yang sejatinya khalifah bukan hanya pemimpin, lebih dari itu, memberikan manfaat, menjaga stabilitas dan mampu menciptakan kemakmuran di muka bumi. Karena satu perhatian kecil adalah awal dari perjalanan penuh cinta. Tambah Wahyu.

Faruq, Mahasiswa magister manajemen ITB, Ketua Umum Kamil Pascasarjanan ITB juga turut hadir dalam acara ini. Faruq mengungkapkan kerjasama seperti ini harusnya bisa menjadi program yang rutin dilakukan oleh lembaga-lembaga atau komunitas mahasiswa lain yang ada di kampus. Harapannya akan banyak mahasiswa yang lebih peduli dengan lingkungan sekitar, karena kita tentu tidak bisa selalu mengharapkan bantuan, perhatian lebih atau selalu menyalahkan pemerintah. Kita tahu, kita bantu. Ide-ide tersebut sudah coba dilakukan oleh komunitas LPDP ITB dan bekerjasama dengan Kamil Pascasarjana ITB. Mudah-mudahan bisa menjadi trend positif dikalangan mahasiswa di Bandung. Tambah Faruq. Semoga dengan diadakannya acara ini dapat meningkatkan kepekaan sosial dari para awardee untuk lebih peduli terhadap kehidupan sosial disekitarnya, bahwa masih banyak anak-anak yang kurang mampu yang membutuhkan bantuan, Tutup Ito.

(Damara Saputra/ Mutiara)

25 views