Apa itu Zakat Fitrah?

WhatsApp-Image-20160704
Asal kata zakat adalah az-zakah yang berarti tumbuh, suci dan berkah. Allah swt berfirman “Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka”. (at-Taubah [9]: 103)
Zakat membersihkan dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta. Zakat menyuburkan sifat-sifat kebaikan di dalam hati dan meperkembangkan harta.
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan pada hari Idul Fitri.
Ibnu Umar r.a berkata, “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha’ gandum kepada budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan,anak kecil dan orang besar dari kaum muslimin” (HR. Bukhari & Muslim)
Hikmah Zakat Fitrah :
Zakat fitrah pertama kali disyariatkan pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah. Ibnu Abbas r.a berkata, “Rasullah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak ada faedahnya dan perkataan kotor serta untuk memberi makan orang-orang miskin. Barang siapa yang membayarnya sebelum shalat (ied), apa yang dilakukakannya itu menjadi zakat yang diterima; dan barang siapa yang membayarnya setelah shalat, apa yang dilakukannya itu menjadi sedekah biasa. (HR Abu Dawud 1609, Ibnu Majah 1827, Daruquthni 1)
Maka, setiap muslim yang memiliki kadar satu sha’ setelah ia mampu mencukupi makanan pokoknya dan keluarganya pada malam dan siang hari raya WAJIB mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya dan orang-orang yang wajib ia nafkahi, seperti istrinya, abak-anaknya dan para pembantunya.
Kadar :
Abu Said al-Khudri berkata, “ketika kami masih semasa dengan Rasulullah, kami mengeluarkan zakat fitrah untuk anak kecil, orang besar, orang merdeka, dan budak sebesar satu sha’ makanan, satu sha’ keju, satu sha’ gandum, satu sha’ kurma, dan satu sha’ anggur kering. Kami selalu mengeluarkan zakat seperti itu hingga Muawiyah datang ketika ia melaksanakan ibadah haji atau umrah. Ia berbicara dihadapan banyak manusia dari atas mimbar. Di antara perkataannya adalah, ‘Sesungguhnya aku memandang setengah sha’ gandum qum sama dengan satu sha’ kurma’. Kemudian orang-orang mengikuti pandangan Muawiyah ini. Adapun aku masih selalu mengeluarkan zakat fitrah sebesar satu sha'”. (HR Bukhari & Muslim)
Tirmidzi berkata, “Demikian para ulama telah mengamalkan. Mereka berpendapat bahwa zakat fitrah dari segala jenis makanan adalah satu sha’. Hal itu juga merupakan pendapat Syafi’i dan Ishaq.”
Satu sha’ adalah ukuran takaran yang ada di masa Rasulullah. Para ulama berselisih pendapat lagi bagaimana ukuran timbangannya. Diperkirakan dengan ukuran timbangan sekitar 3Kg. Ulama lainnya mengatakan kira-kira 2,157Kg. Artinya jikat zakat fitrah dikeluarkan 2,5Kg sudah dianggap sah.
Waktu :
Para ahli fiqih sepakat bahwa waktu wajibnya zakat fitrah adalah ketika Ramadhan telah berakhir. Tsauri, Ahmad, Ishaq, Syafi’i dalam mazhab jadid-nya, dan Malik dalam salah satu riwayat berpendapat bahwa waktu wajib zakat fitrah dimulai dari tenggelamnya matahari pada malam Idul Fitri karena waktu tersebut adalah waktu berbuka puasa.
Wallahua’lam.
(Ref: Fiqih Sunnah 2 Sayyid Sabiq; rumaysho.com)

Jangan lupa, kunjungi akun official KAMIL ya.
FB: www.facebook.com/kamil.itb
IG: www.instagram.com/kamilpascasarjanaitb/
Twitter: www.twitter.com/kamilpascaitb
Web: www.kamilpasca.itb.ac.id
Line : @ocw5235y

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>