Bicara Perkara Wanita Shaliha : Al-Ummu Madrasatul Ula

  • 0

Bicara Perkara Wanita Shaliha : Al-Ummu Madrasatul Ula

Notulensi Cakrawala 3, Oleh Dept. Kemuslimahan Kamil, “Al-Ummu Madrasatul Ula” bersama Teh Karina Hakman


Cakrawala 3 menghandirkan Teh Karina Hakman pendiri komunitas Homeschooling Rabbani serta seorang istri dan ibu dari 3 anak homeschooler. Dalam kesempatan tersebut Teh Karina mencoba menguraikan seperti apa tantangan, cita serta peran muslimah dalam pendidikan khususnya sebagai seorang ibu. Dalam pertemuan cakrawala sebelumnya kita telah diberikan kiat menjadi pendamping dunia dan akhirat, maka dalam kesempatan ini muslimah diajakan untuk membuka mata mengenai tantangan dalam pendidikan anak bagi calon ibu kelak atau barangkali yang sedang menikmati rasanya menjadi orang tua. Kita telah mengenal peran wanita sebagai istri maka selanjutnya mempelajari peran muslimah sebagai ibu.

Sebuah syair Arab menuliskan “Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.” Memiliki arti Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Tantangan

Hidup di era globalisasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Informasi mengalir deras serupa air terjun yang berpasrah pada gravitasi, tunduk atas perinta tuhannya. Memberikan sejumlah kemewahan melalui serangkaian kemudahan tapi salah langkah kemudharatan menghantui. Seiring berkembangnya zaman, muslimah masa kini mau tidak mau harus menemui sejumlah tantangan dalam mendidik anak, diantaranya :

  1. Gadget

Penggunaan internet secara global rata-rata 6 jam, sedangkan di Indonesia pengguna internet rata-rata 8 jam. Begitu juga dengan penggunaan gawai, secara umum Indonesia lebih tinggi dalam penggunaan gawai dibandingkan penggunaan rata-rata secara global. Ketergantungan dengan gawai dan internet seringkali menjadi permasalahan bagi para ibu. Ketergatungan mempopulerkan gerakan tutup mulut alias diam seribu bahasa pada anak saat berada di rumah. Dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari penggunaan gawai ini ialah kesehatan mental anak yang terganggu. Anak menjadi lebih mudah marah, depredi dan kurang motivasi untuk bergerak dan belajar. Selain itu, efek negatif pada orang dewasa ialah kurang beretika, rentan anxiety dan kecanduan. Dampak lain yang mungkin ialah tumbuh kembang otak anak menjadi tidak dapat berkembang secara natural.

  1. Makanan

Makanan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Diketahui bahwa kasus stunting disebabkan karena kekurangan gizi seimbang pada anak dapat diakibatkan karena banyak faktor. Stunting merupakan kondisi gizi kronis yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak pada anak dibandingkan dengan anak seusinya, diantara faktor penyebabnya adalah :

  • Ekomoni terbatas
  • Kurangnya pengetahuan
  • Pola asuh yang tidak optimal
  • Menyerahkan pengasuhan pada ART tanpa kontrol yang baik
  1. Film dan Musik

Zaman sekarang ramai tontonan yang tidak layak untuk anak-anak Indonesia seperti adegan percintaan yang mendekati zina sudah menjadi hal lumrah yang dipertontonkan.

  1. Pendidikan

Tantangan dalam pendidikan dapat dikategorikan berdasarkan materi pendidikan, kesalahan klasifikasi umur serta penilaian. Dari segi materi pendidikan, perkembangan pendidikan ditumpangi oleh motif “equality” yang menyuarakan opini kesetaraan gender (feminisme) hingga LGBT. Sementara dalam klasifikasi umur dalam islam dikenal pembagian akil dan baligh. Akil berhubungan dengan cara berpikir maupun mampu dalam menampung beban sementara baligh berhubungan dengan fisik. Sebagai contoh seorang wanita baligh ketika telah haid. Berdasarkan sisi penilaian, semestinya penilaiantidak hanya sekedar penilaian akademik, lulus ujian dan masuk perguruan tinggi negri namun harus lebih dari itu.

  1. Akhir Zaman

Tantangan umat Nabi Muhammad pada akhir zaman sangatlah berat yakni fitnah dajjal yang sudah mulai dirasakan.

Cita-Cita

Apa sesungguhnya cita-cita pendidikan anak dalam Islam? Hendaknya cita-cita tersebut adalah akhirat. Berikut adalah cita-cita mendidik anak dalam Islam :

  1. Ikhlas (QS. Luqman :13-15)

Dalam Islam, fokus utama mendidik anak adalah bagaimana anak dapat tumbuh untuk mencari ridha Allah bukan manusia.

  1. Ihsan (QS. Luqman : 16)

Ihsan adalah sikap merasa bahwa Allah melihat kita tidak ada sekecil apapun perbuatan yang luput dari perhatian Allah. Hendaknya anak kita tumbuh dengan sifat ihsan tersebut.

  1. Sholat (QS. Al-Baqarah : 45)

Kita ingin menjadikan anak-anak yang mendirikan sholat.

  1. Amar Ma’ruf Nahi Munkar ( QS. Luqman : 16)

Mencetak anak-anak yang mengajak kepada kebenaran dan mencegah dari kemaksiatan

  1. Sabar (QS. Luqman : 16)

Sabarlah atas segala rintangan dalam berjalan pada agama Allah

  1. Tawadhu

Mendidik anak agar rendah hati dan tidak sombong

  1. Dzikrullah dan Syukur (QS. Luqman : 20-21)

Mendidik anak kita agar senantiasa bersyukur kepada Allah dan berdzikir kepadaNya

  1. Bertaqwa (Al-Furqon : 74)

Setelah melewati cita-cita diatas, semua itu akan bermuara menjadi insan yang bertaqwa.

Mari renungkan kembali, apakah cita-cita tersebut berlebihan?

“Sibukkanlah dengan perkara-perkara besar, maka perkara kecil takkan membuat risau”. Berjuanglaj untuk kedudukan di mata Allah yang belum pasti, maka kedudukan dan rezeki yang telah tetao takkan lagi menggalaukan hati”

Peran Muslimah

Bagaiman supaya kita ikhlas dan bersungguh-sunggu semampuny menjalani peran muslimah sebagai anak, istri dan ibu dalam keluarga. Juga, sekaligus menjadi agent and direcctor of change dalam tatanan masyarakat. Menjadi wanita terbaik bukan perkara menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir melainkan wanita yang bertaqwa dan bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana caranya?

  1. Love Relationship, Engage

Bangunlah ikatan hati yang kuat dengan anak

  1. Role Model

Jadilah teladan bagi anak. Setiap ibu dan ayah adalah para Da’i, minimal bagi anaknya. Apabila ingin menjadikan anak yang cinta Qur’an, maka jadilah orang tua yang cinta Qur’an terlebih dahulu

  1. Proposional, Be Wise

Bertahaplah dalam melakukan sesuatu

  1. Hope, Ask Allah

Kita tidak sempurna, maka senantiasa bertawakal kepada Allah

  1. Patient, Be Grateful

Senantiasa bersabar, Sesunggunya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahal mereka tanpa batas (QS Az-Zumar : 10).

Narasumber : Karina Hakman
Penulis : Sutra Eci Hutari
Editor : Wuddan Nadhirah Rodiana dengan sedikit perubahan oleh Mentari Kasih

 


Leave a Reply

Pencarian

Kalender

June 2020
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Email Subscription

Kamil Twitter

Address

Sekretariat
Gedung Kayu Lt. 2, Komplek Masjid Salman
Jl. Ganesha No. 7 Bandung 40132, Indonesia

Contact

phone: 0857-8286-7789
e-mail: kamil.pascasarjanaitb@gmail.com