Monthly archives "September"

6 Articles

Syiar Kamil Pascasarjana ITB Adakan Kajian Tematik Bersama Kang Abe

Foto : Kegiatan Kajian Tematik Syiar Kamil Pascasarjana ITB di Gedung Serba Guna Salman ITB (Fotografer : Dadang)

BANDUNG – Menjadi cermin yang baik, kalimat tersebut menjadi tema acara kajian Islam tematik yang diadakan oleh Departemen Syiar dan Pelayanan Kamil Pascasarjana ITB. Kajian ini diisi oleh Ustadz Nur Ihsan Jundullah, Lc  atau yang familiar dengan panggilan Kang Abe. Beliau merupakan alumni Ummul Quro’ Mekkah. Dalam materinya, Kang Abe menjelaskan tentang sirah nabawiyah nabi Muhammad SAW yang hijrah ke Gua Tsur bersama Abu Bakar. Selain itu Kang Abe juga menyampaikan tentang hubungan konsep integritas dalam Islam yang terdiri dari tiga komponen yakni akhlaq, ibadah dan aqidah. Dalam materinya ketiga komponen ini dianalogikan dengan sebatang pohon yang mana aqidah itu sebagai akar pohon yang mencerminkan pola pikir manusia, ibadah itu sebagai batang pohon yang mencerminkan pola perilaku manusia dan akhlaq itu sebagai daun yang mencerminkan pola sikap manusia.

Acara ini diadakan di Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Salman ITB pada Selasa, 26 September 2017 yang dihadiri kurang lebih 118 peserta yang merupakan mahasiswa ITB dan umum. Hablul Barri atau yang biasa dipanggil Cak Barri ini, Mahasiswa Pascasarjana ITB Jurusan Instrumentasi dan Kontrol Fakultas Teknik Industri, yang merupakan koordinator acara ini mengungkapkan bahwa tujuan acara ini sebagai penyeimbang antara kehidupan dunia kampus dengan agama bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa pascasarjana ITB. ”Mahasiswa diharapkan dapat mencontoh ilmuan-ilmuan muslim terdahulu seperti Imam Aljazari, Ibnu Sina, Alkhawarizmi dan lain sebagainya,” ungkap Barri. “Jadi bukan hanya sainteknya yang di tonjolkan tapi aqidah dan akhlaq juga harus seimbang, kebetulan sekarang lagi momentum tahun baru Hijriah jadi peserta diharapkan dapat memulai hidup yang lebih positif kedepannya dan bisa menularkan ke teman-teman di sekitarnya dan lingkungannya,” tambah Barri. La Ode Hilman Kurnia, mahasiswa Pascasarjana ITB jurusan Rekaya Tambang Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan yang merupakan peserta acara ini mengungkapkan bahwa materi acaranya bermanfaat sekali. Sesuai dengan kebutuhan sekarang. “Semoga Kamil sering sering lagi bikin acara seperti ini,” ungkap Hilman.

Penulis: Damara

25 views

Donasi Jadi Lebih Seru di Garage Sale Kamil Pascasarjana ITB

Suasana Garage Sale Kamil Pascasarjana ITB di Lapangan Gasibu, Bandung. Foto oleh: Dept. FR

BANDUNG – “Salam berkah melimpah, senyum penuh berkah”, begitulah jargon dari Departemen Fundraising (FR) Kamil Pascasarjana ITB 2017. Lapangan Gasibu Bandung terlihat berbeda dari hari biasanya. Hal ini dikarenakan adanya Garage Sale Kamil Pascasarjana ITB yang dikoordinir oleh Departemen FR. Barang-barang Garage Sale ini diperoleh dari donatur yang telah menyumbangkan barang-barang bekasnya untuk dijual kembali. Hasil dari penjualan ini sepenuhnya akan digunakan untuk kegiatan Kamil Pascasarjana ITB. Garage Sale dilaksanakan pada Ahad, 24 Spetember 2017 di Lapangan Gasibu Bandung. Garage Sale dimulai dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. “Barang-barangnya berupa baju, rok, celana, sepatu dan kerudung. Alhamdulillah, banyak yang beli dan kerudungnya habis semua. Terima kasih kepada teman-teman donatur, rekan-rekan FR serta teman-teman Kamil yang turut membantu suksesnya Garage Sale ini.” ucap Eka, anggota FR sekaligus penanggung jawab Garage Sale kali ini, bersama dua rekannya yaitu Syifa dan Dona

Eka juga menambahkan bahwa ia memandang Garage Sale Kamil ini sebagai salah satu kegiatan positif, dimana sebenarnya disini kita adalah sebagai penghubung antara orang-orang yang ingin mendonasikan barang-barangnya dengan orang yang membutuhkan. Barang-barang yang dijual telah disortir terlebih dahulu, dilihat dari kelayakannya. Pada umumnya barang-barang tersebut masih dalam kondisi layak untuk digunakan dan dijual kembali dengan harga yang lebih murah, “Rencananya Garage Sale Kamil insyaAllah akan diadakan kembali pada pertengahan Oktober 2017. Bagi teman-teman yang kemarin belum berkesempatan berdonasi, maka dapat bergabung di Garage Sale Kamil selanjutnya.” tutup Eka.

Penulis: Mutiara

 

 

12 views

SIP 3 Bahas Tuntas Teknik Presentasi Bersama Dr. Dasapta Erwin Irawan, S.T., M.T.

Penyerahan Kenang-kenangan Kepada Bapak Dr. Dasapta Erwin Irawan, S.T., M.T. oleh Ketua Departemen Akpro (Akademik dan Profesi) Kamil Pascasarjana ITB

BANDUNG – Sebelumnya telah diselenggarakan Sekolah Ilmiah Pascasarjana (SIP) Kelas 1 dan 2 pada tanggal 15 dan 29 April 2017. Materi yang dibahas yaitu tentang cara menemukan ide riset dan teknik penulisan riset, Departemen Akpro (Akademik dan Profesi) Kamil Pascasarjana ITB kembali mengadakan kelas lanjutan yaitu SIP Kelas 3 dengan tema “Oral Presentation Technique for Research Paper" yang disampaikan oleh Dr. Dasapta Erwin Irawan, S.T., M.T. Beliau merupakan dosen Hiderogeologi, Fakultas Teknologi dan Ilmu Kebumian (FITB) ITB. Pengalaman beliau dibidang penelitian tidak diragukan lagi. Telah banyak publikasi yang dihasilkan, baik skala nasional maupun internasional. Beliau juga sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar maupun konferensi.

SIP ini diadakan pada hari Jumat, 15 September 2017 di Auditorium CC Timur pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Peserta SIP kali ini yaitu sebanyak 81 orang. Materi yang disampaikan oleh pembicara yaitu mengenai definisi dari presentasi yang informatif, strategi dan langkah untuk membuat presentasi yang menarik serta penyampaian presentasi dengan memperhatikan aspek-aspek komunikasi. Materi disampaikan secara atraktif sehingga membuat peserta semakin tertarik dengan tema yang dibahas.

Isnaini, Sekretaris Departemen Akpro mengungkapkan perasaan bahagianya dengan berjalanannya SIP kali ini, “Amazed dengan animo peserta yang baru bergabung di SIP 3 ini, yaitu mahasiswa baru pascasarjana ITB 2017. Bahkan ada yang minta diinfokan kembali jika ada kegiatan yang serupa. Semoga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Departemen Akdemik dan Profesi (Akpro) bisa memfasilitasi para mahasiswa pascasarjana untuk menjadi para intelektual di bidangnya masing-masing sekaligus menjadi sarana penyebar kebaikan.” ucap Isnaini.

Penulis: Mutiara

15 views