Monthly archives "August"

4 Articles

LPDP ITB dan Departemen Eksternal Kamil Pascasarjana ITB Selenggarakan Kegiatan Berbagi Sepatu ke Pesantren Mitra Muslim Bandung

Berbagi Sepatu bersama LPDP ITB dan Kamil Pascasarjana ITB

BANDUNG – Di Padang Mahsyar nanti, jarak antara Rasulullah dengan penyantun anak yatim ibarat jari telunjuk dan ibu jari karena rasul sangat menyukai orang-orang yang menyayangi anak yatim. Ungkap Pak Jojo, Ketua pengelola Pesantren Mitra Muslim Bandung dalam acara berbagi sepatu yang diadakan oleh awardee LPDP ITB bekerjasama dengan Departemen Eksternal Kamil Pascasarjana ITB, Sabtu 26 Agustus 2017. Ito Purnomo, Mahasiswa Magister Metalurgi ITB, selaku koordinator acara mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan berbagi sepatu ini adalah untuk membantu adik-adik dalam hal keperluan sekolah, sekaligus memperkenalkan komunitas penerima beasiswa LPDP ITB kepada masyarakat dan juga meningkatkan kepedulian sosial awardee terhadap kehidupan sosial masyarakat. Pesantren Mitra Muslim Bandung menjadi tempat acara karena pertama lokasinya yang tidak begitu jauh dari ITB. Mengingat kegiatan akademik yang begitu padat, maka Pesantren Mitra Muslim Bandung menjadi lokasi yang strategis. Kedua, urgensi keperluan sekolah adik-adik disana. Karena peralatan sekolah mereka bisa dikatakan masih belum mencukupi. Yang ketiga, akad. Akad antara LPDP dengan donatur pada donasi sebelumnya adalah bantuan peralatan untuk adik-adik Pesantren Mitra Muslim Bandung, sebut Ito.

Acara berjalan cukup meriah dan penuh antusias dari adik-adik pesantren. Para awardee LPDP ITB dan anggota Kamil yang sempat hadir juga tak kalah antusias. Wahyu, Lurah LPDP ITB, Mahasiswa Magister Geologi ITB ini mengatakan pada dasarnya, acara ini tidak sekedar berbagi sepatu, seperti nama acaranya, tetapi juga berbagi inspirasi. Berbagi apa yang kita punya, sekecil apapun itu, termasuk sebuah senyuman sekalipun, itu bisa kita bagi. Apalagi objek acara ini adalah adik-adik pesantren yang sebenarnya mereka butuh motivasi dan cerita perjuangan dari orang-orang luar biasa. Kegiatan ini semakin mengokohkan posisi kita sebagai khalifah di muka bumi yang sejatinya khalifah bukan hanya pemimpin, lebih dari itu, memberikan manfaat, menjaga stabilitas dan mampu menciptakan kemakmuran di muka bumi. Karena satu perhatian kecil adalah awal dari perjalanan penuh cinta. Tambah Wahyu.

Faruq, Mahasiswa magister manajemen ITB, Ketua Umum Kamil Pascasarjanan ITB juga turut hadir dalam acara ini. Faruq mengungkapkan kerjasama seperti ini harusnya bisa menjadi program yang rutin dilakukan oleh lembaga-lembaga atau komunitas mahasiswa lain yang ada di kampus. Harapannya akan banyak mahasiswa yang lebih peduli dengan lingkungan sekitar, karena kita tentu tidak bisa selalu mengharapkan bantuan, perhatian lebih atau selalu menyalahkan pemerintah. Kita tahu, kita bantu. Ide-ide tersebut sudah coba dilakukan oleh komunitas LPDP ITB dan bekerjasama dengan Kamil Pascasarjana ITB. Mudah-mudahan bisa menjadi trend positif dikalangan mahasiswa di Bandung. Tambah Faruq. Semoga dengan diadakannya acara ini dapat meningkatkan kepekaan sosial dari para awardee untuk lebih peduli terhadap kehidupan sosial disekitarnya, bahwa masih banyak anak-anak yang kurang mampu yang membutuhkan bantuan, Tutup Ito.

(Damara Saputra/ Mutiara)

29 views

Sarasehan Mahasiswa Baru Pascasarjana ITB 2017: Surviving and Thriving

Pemateri Kegiatan Sarasehan Mahasiswa Baru Pascasarjana ITB 2017

Dari kiri Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah, Bimasatyaji Surya Ramadan dan Prof. Ir. Iwan Kridasantausa Hadihardaja, M.Sc, Ph.D

Foto oleh: Deni Tri

BANDUNG – Tahun ajaran baru 2017/2018 telah dimulai. Hal ini dijadikan sebagai momen untuk saling mengenal, baik terhadap rekan baru maupun kehidupan baru di bangku perkuliahan, khususnya perkuliahan pascasarjana di Institut Teknologi Bandung. Kamil Pascasarjana ITB, dibawah koordinator Departemen PPSDM, mengadakan acara Sarasehan Mahasiswa Baru Pascasarjana ITB 2017 dengan tema ”Surviving and Thriving” dengan menghadirkan tiga pemateri luar biasa, yaitu Prof. Ir. Iwan Kridasantausa Hadihardaja, M.Sc., Ph.D., merupakan Wakil Dekan Sekolah Pasca Sarjana bidang Akademik dan Penjaminan Mutu, kemudian Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah, peneliti bidang Ilmu Material LIPI serta Bimasatyaji Surya Ramadan, mahasiswa aktif pascasarjana ITB dan pernah menjadi  kandidat Japan Youth Exchange Program in Science pada tahun 2016. Kegiatan ini berlangsung pada Hari Sabtu, 26 Agustus 2017, bertempat di Gedung Kuliah Umum (GKU) Timur lantai 4. Acara dimulai pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Terdapat lebih kurang 118 peserta dari berbagai fakultas yang ada di Pascasarjana ITB.

Pembicara pertama, Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah, memaparkan penjelasan mengenai motivasi untuk kehidupan mahasiswa pascasarjana. Beliau menekankan bahwa hidup harus bahagia, aktif dan komunikatif, serta harus bisa menentukan langkah selanjutnya setelah lulus pascasarjana. Kemudian materi dilanjutkan oleh Bimasatyaji Surya Ramadan. Mahasiswa pascasarjana Teknik Lingkungan ini menuturkan bahwa banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk menunjang akademik selama di pascasarjana, seperti mengikuti student exchange, seminar nasional atau internasional serta workshop yang sering diadakan di lingkungan kampus. Selain kegiatan akademik di kampus, sama seperti pada saat perkuliahan S1, mahasiswa pascasarjana juga dapat mengembangkan kemampuannya dalam organisasi yang bersifat intrakampus atau ekstrakampus, kegiatan sosial dan hal-hal bermanfaat lainnya, akan tetapi tidak melupakan tujuan utama yaitu menuntut ilmu pascasarjana. Pemateri terakhir yaitu Prof. Ir. Iwan Kridasantausa Hadihardaja, M.Sc., Ph.D. Beliau menuturkan hal-hal senada seperti kiat-kiat mengenal lingkungan perkuliahan, atomsfer pendidikan serta mengenali dosen pembimbing. Kemudian beliau juga memberikan motivasi positif melalui pengalamannya pada saat kuliah pendidikan magister.

Suasana Sarasehan Mahasiswa Baru Pascasarjana ITB 2017 di GKU Timur Lantai 4

Foto oleh: Deni Tri

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi antara peserta dan pemateri serta penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama. Kemudian, para peserta Sarasehan juga dihibur oleh penampilan perdana kelompok nasyid Kamil, K-Voice, yang membawakan dua lagu religi yaitu Sepi Menyendiri dari Edcoustic dan Tombo Ati dari Opick. K-Voice sendiri terdiri dari tiga personil anggota Kamil, yaitu Kamal dan Damara, mahasiswa pascasarjana SAPPK ITB serta Salim dari pascasarjana FTTM ITB. Acara ditutup dengan pengenalan singkat oleh Faruq, selaku Ketua Umum Kamil Pascasarjana ITB 2017, mengenai struktur organisasi Kamil serta kegiatan-kegiatan terdekat yang akan diselenggarakan.

Lala, salah satu peserta Sarasehan yang merupakan mahasiswa baru pascasarjana Sekolah Farmasi 2017 ini sangat mengapresiasi kegiatan Sarasehan, “Pandangan saya terhadap acara Sarasehan ini, bagus, sesuai dengan ekspektasi. Pematerinya juga sangat bagus karena berasal dari 3 generasi. Pemateri pertama lebih ke akademis, memotivasi banget, menjelaskan bagaimana menjadi bahagia. Untuk pemateri kedua, mungkin karena masih berstatus mahasiswa, jadi saya merasa contoh-contoh kegiatannya lebih real. Kalau yang terakhir lebih ke manajemen hati, bagaimana menata hati untuk bisa bertahan di pascasarjana.”. Hal senada juga diungkapkan oleh Nisa, mahasiswa baru pascasarjana Sekolah Farmasi, “Acaranya sangat bagus, menyenangkan dan memotivasi mahasiswa baru pascasarjana ITB.”

Idriwal, ketua Departemen PPSDM sekaligus koordinator acara Sarasehan kali ini menambahkan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa baru mengenal lebih dalam kehidupan di pascasarjana ITB, menjadi sarana dialog dan sharing antara mahasiswa dengan pihak kampus, mengenalkan organisasi Kamil serta memberikan bekal kepada mahasiswa baru agar bisa selamat dan sukses meraih prestasi, seperti tema Sarasehan kali ini, “Harapannya semoga peserta mendapat manfaat untuk lebih siap menjalani kehidupan studi di pascasarjana ITB serta dapat bergabung dan berperan aktif di Kamil Pascasarjana ITB,” tutup Idriwal.

Penulis: Mutiara

70 views

Keceriaan Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-72 Bersama Adik-adik Pesantren Mitra Muslim Bandung

Foto kemeriahan 17 Agustus di Pesantren Mitra Muslim Bandung

BANDUNG – “Tujuh belas Agustus tahun empat lima. Itu lah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka, nusa dan bangsa. Hari lahirnya Bangsa Indonesia. Merdeka…” Itulah sepenggal lagu yang hampir selalu didengar dan dikumandangkan setiap tanggal 17 Agustus. Begitu juga pada saat pembukaan acara peringatan HUT RI yang ke-72 di Pesantren Mitra Muslim Bandung, jalan Lingar Rimbun No. 2 Bandung. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2017 ini dimulai pada pukul 08.00 dan dibuka dengan kata sambutan dari Pak Jojo selaku pembina pesantren. Di dalam kata sambutannya, Pak Jojo menyelipkan cerita perjuangan para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, sehingga membuat kita merenungi kembali makna sebenarnya dari kemerdekaan ini.

Peserta yang hadir berjumlah lebih kurang 55 orang yang terdiri dari adik-adik Mitra Muslim Bandung, volunteer Kamil Mengajar, anggota Kamil Pascasarjana ITB, awardee LPDP serta teman-teman lainnya yang turut serta memeriahkan acara peringatan kali ini. “Sebenarnya tidak ada batasan peserta untuk acara ini. Jadi siapa pun yang ingin merasakan kebahagiaan bersama adik-adik Mitra Muslim Bandung dapat hadir pada acara ini.” ucap Endang, salah satu penanggung jawab dalam acara ini.

Acara berlangsung sangat meriah karena diisi dengan perlombaan yang atraktif dan sangat menghibur, seperti lomba yel-yel, makan kerupuk, main kelereng, tali dan pensil, balap karung, tebak lagu dan jebakan batman, menggigit koin dan diakhiri dengan perang badar ala panitia. Suasana berlangsung riuh diiringi gelak tawa dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah-wajah peserta. Sebelumnya, peserta yang hadir dibagi menjadi 4 kelompok ikhwan dan 4 kelompok akhwat. Kemudian masing-masing kelompok akan mengutus beberapa anggota kelompoknya untuk mengikuti permainan tersebut.

“Sebenarnya ide acara ini berasal dari adik-adik Mitra Muslim Bandung, dimana mereka meminta kita sebagai peserta untuk dapat hadir pada acara ini. Akan tetapi, karena besarnya antusias teman-teman lain yang ingin bergabung, maka kita, beberapa orang dari tim volunteer Kamil Mengajar, membantu adik-adik sebagai panitia untuk mengatur jalannya acara dan mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan.” tambah Endang.

Selain menghibur, banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan pada kegiatan kali ini. Seperti misalnya dapat memperkenalkan adik-adik Mitra Muslim Bandung kepada teman-teman yang belum pernah atau belum berkesempatan hadir ke Pesantren Mitra Muslim Bandung. Kemudian juga dapat mempererat hubungan silaturahmi antar sesama dan yang paling penting dapat meningkatkan rasa nasionalisme serta perasaan cinta kepada tanah air. Acara berakhir tepat sebelum azan magrib, setelah pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah serta foto bersama sebagai kenang-kenangan. Kemudian acara diakhiri dengan makan dan salat bersama.

Seluruh peserta 17 Agustus di Pesantren Mitra Muslim Bandung

Penulis: Mutiara

31 views