Monthly archives "September"

2 Articles

Sekolah Ilmiah Pascasarjana (SIP) Perdana

SIP PerdanaAlhamdulillah telah terselenggara dengan lancar, agenda Sekolah ilmiah Pascasarjana (SIP) perdana pada hari Sabtu, 13 September 2014 lalu. SIP adalah program kerja baru dari Kamil Pascasarjana ITB yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru S2 dan S3 ITB. Program ini diharapkan dapat memberikan kemanfaatan bagi mahasiswa pascasarjana sesuai apa yang dibutuhkan, serta dapat saling mengakrabkan antar mahasiswa pascasarjana.

Agenda perdana ini menghadirkan Bapak Prof. Satria Bijaksana (Guru Besar ITB bidang Geofisika) serta Ibu Sofie (UPT Bahasa ITB) sebagai pemateri yang membahas mengenai Penulisan Jurnal Internasional. Peserta yang hadir kurang lebih 70 orang dari S2 maupun S3 ITB. Acara ini in syaa Allah akan diadakan setiap 2 pekan sekali hingga bulan November, dengan tema seputar Jurnal Internasional serta Beasiswa Dalam dan Luar Negeri. Tidak hanya mendengarkan materi, namun peserta juga dikelompokkan dan didampingi oleh mentor akademik, sehingga dapat berdiskusiĀ  lebih banyak dan forum menjadi lebih dinamis. Segala masukan tetap kami harapkan untuk agenda SIP yang lebih baik di waktu yang akan datang.

Bagi yang ingin mendapatkan materi di pertemuan SIP perdana silakan klik Materi Penulisan Karya Ilmiah

Semoga bermanfaat.

14 views

Membangun (lagi) Generasi Intelektual Muda Islam

pemudaDitulis oleh Pangestu B Darmo

Pernah ada dalam sejarah peradaban manusia, dimana Islam mengalami kejayaan dan menjadi penguasa pada zaman tersebut. Menjadi rujukan seantero bumi ini dan dinasti Abbasiyah tampil sebagai protagonis dengan peradaban yang ada di Baghdad ataupun Andalusia.

Tingginya peradaban tersebut hingga digambarkan bahwa Baghdad ialah kota intelektual dan para sarjana dari berbagai negeri datang berduyun-duyun untuk menimba ilmu di kota tersebut. Sama halnya dengan Andalusia, ketika London yang dianggap sebagai salah satu kota utama di Eropa masih dalam kondisi yang kumuh, gelap dan becek di malam hari, Andalusia telah tumbuh dan maju pesat layaknya pasar malam di benua Eropa.

Keilmuan berdasarkan keimanan

Sesungguhnya tidak ada pertentangan antara ilmu dan islam, justru ilmu akan menguatkan keislaman itu sendiri. Seperti kisah penciptaan manusia (al-Muā€™minun:14) yang akhirnya dikuatkan oleh ilmu pengetahuan modern atau kisah Musa AS yang mencari Khidir AS di pertemuan dua lautan yang tidak saling tercampur yang dibenarkan oleh ilmu kelautan modern.

Pemahaman ini telah mengantarkan islam menjadi imperium pada masanya. Masa ini telah mencetak tokoh-tokoh macam Ibnu sina, Al Kindi, Al-Farabi, Imam Al-Ghazali dan tokoh-tokoh lainnya yangtidak hanya ahli dibidang ilmu pengetahuan bahkan juga ilmu agama.

Baghdad, sejak awal berdirinya, kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan dalam Islam. Itulah sebabnya, Philip K. Hitti menyebutnya sebagai kota intelektual. Menurutnya, di antara kota-kota dunia, Baghdad merupakan professor masyarakat Islam. Al-Manshur (khilafah islam ketika itu) memerintahkan penerjemahan buku-buku ilmiah dan kesusastraan dari bahasa asing: India, Yunani lama, Bizantium, Persia, dan Syiria. Para peminat ilmu dan kesusastraan segera berbondong-bondong datang ke kota ini.[1]Sayangnya imperium ini mengalami kehancuran di tangan pasukan Mongol.

Pemuda dan tantangan masa kini

Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata;

Sesungguhnya tampilnya agama karena tampilnya ummat

Tampilnya ummat karena tampilnya pemuda

Tampilnya pemuda karena kemuliaan akhlak, pemikiran dan aqidahnya Read More →

155 views